15 Musuh Iblis dan 10 Teman Iblis

PelangiBlog.Com - Diceritakan dari Wahab bin Manbih, suatu ketika Allah memerintahkan iblis untuk menemui Rosulullah SAW dan menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan Rosulullah SAW. Ia menemui Rosulullah SAW dalam bentuk orang tua dengan memegang tongkat di tangannya. 

Setelah Iblis bertemu dengan Rosulullah SAW, lantas Rosulullah bertanya “Siapa kamu ?“. Iblis pun menjawab “Aku adalah iblis”, Rosulullah SAW bertanya kembali “Untuk apa kamu datang kesini ?”. Iblis menjawab “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku untuk menemuimu dan menjawab semua pertanyaan yang engkau tanyakan”.

Mendengar hal itu dari Iblis, kemudian Rosulullah SAW mulai bertanya kepada iblis “Wahai iblis, berapa musuh-musuhmu dari umatku ?”. Iblis menjawab “Lima belas :

  1. Engkau, wahai Muhammad
  2. Pemimpin yang adil
  3. Orang kaya yang rendah hati
  4. Pedagang yang jujur
  5. Orang alim yang senang melaksanakan sholat dan khusyu’ dalam sholatnya
  6. Orang mukmin yang memberi nasehat
  7. Oang mukmin yang penyayang
  8. Orang yang bertaubat dan istiqomah dalam taubatnya
  9. Orang yang berhati-hati dari perkara haram
  10. Orang mikmin selalu menjaga kesucian
  11. Orang mukmin yang banyak bershodaqoh
  12. Orang mukmin yang berakhlaq baik
  13. Orang mukmin yang bermanfaat bagi orang lain
  14. Orang yang hafal Al-Qur’an dan menjaga hafalannya (dari lupa)
  15. Orang yang selalu melaksanakan sholat malam sedangkan orang-orang lainnya sedang tidur".
Rosulullah SAW juga bertanya “Berapa temanmu dari umatku ?. Iblis menjawab “Sepuluh.

  1. Hakim yang menyeleweng (tidak adil)
  2. Orang kaya yang sombong
  3. Pedagang yang ingkar dan dusta
  4. Peminum khomar (minuman keras)
  5. Orang yang dusta ( pengadu domba dan penyebar fitnah)
  6. Orang yang riya (melaksanakan ibadah karena orang lain dan ingi dipuji)
  7. Orang yang memakan harta anak yatim
  8. Orang yang meremehkan sholat
  9. Orang yang mencegah zakat (tidak mau zakat)
  10. Orang yang panjang angan-angan. Mereka semua adalah saudara dan teman bagiku”.
Sumber : Kitab Durrotun Nashihin, Hal. 215
Penulis : Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khoubawy.