Orang Ini Tidak Jadi Masuk Neraka Karena Bacaan Sholawat


PelangiBlog.Com - Dari Sahabat Ka’ab, beliau bercerita : Ketika hari kiamat telah ditegakkan, salah seorang umat Rosulullah SAW diperhitungkan dan di timbang amalnya. Dan ternyata amal buruknya lebih berat dari pada amal baiknya, sehingga malaikat pun menyeretnya ke dalam neraka.

Ketika itu Nabi Adam as. melihat seseorang tersebut yang diseret menuju neraka. Beliau segera menemui Rosulullah SAW yang berada dalam surga, dan berkata “Wahai Muhammad !!!”. Rosulullah SAW pun menjawab “Selamat datang wahai bapak semua manusia !!!”. Nabi Adam berkata “Sesungguhnya ada seseorang dari umatmu yang diseret menuju neraka !!!”. Nabi Adam pun menceritakan lebih detail tentang masalah itu kepada Rosulullah SAW.

Mendengar apa yang telah diberitahukan oleh Nabi Adam, Rosulullah SAW pun segera bergegas untuk memberi pertolongan kepada umat beliau tersebut. Nabi Adam menunjukkan tempat dimana orang tersebut akan diseret ke dalam neraka, sedangkan Rosulullah mengikutinya dari belakang.

Setelah menemukannya, Rosulullah berkata kepada malaikat “Wahai malaikat tuhanku, hentikan !!!”. Para malaikak tersebut pun berkata “Wahai Muhammad, apakah kamu tidak membaca ayat Allah di atas hak kami".

لا يعصون الله ما امرهم ويفعلون ما يؤمرون
“Mereka (para malaikat) tidak mendurhakai apa yang Allah perintahkan kepada mereka dan melaksanakan apa yang diperintah (Al-Ayat)”.

Kemudian terdengarlah suara misterius “Patuhilah Muhammad !!!”. Lalu Rosulullah SAW berkata “Timbanglah kembali amal perbuatannya !”. Para malaikat tersebut pun segera menimbang kembali amal perbuatan orang itu.

Ternyata seperti hasil timbangan yang pertama, amal buruk orang itu lebih berat daripada amal baiknya. Kemudian Rosulullah SAW mengambil secarik kertas dari saku beliau yang di dalamnya tertulis bacaan sholawat nabi dan meletakkan secarik kertas tersebut di dalam timbangan amal baik orang itu. Seketika itu pula amal buruk yang tadinya lebih berat kini berbalik menjadi lebih ringan.

Ya, amal kebaikan orang itu pun lebih berat daripada amal buruk karenanya sehingga ia merasa sangat senang dan bahagia. Kemudian orang itu mencium telapak kaki Rosulullah SAW dan berkata “Wahai Rosulullah apa secarik kertas itu ?”. Rosulullah SAW menjawab “Itu adalah bacaan sholawatmu yang kamu mendoakan sholawat kepadaku semasa di dunia, dan aku menjaganya untukmu”.

Sumber : Kitab Kuning "Durrotun Nashihin", Hal. 166.
Penulis : Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khoubawy