Miris, Pelayan di Arab Saudi Dipanggil "Ahmad-Muhammad" Sembari Dibentak

Seperti tak punya santun kepada Rosulullah SAW, ternyata di Arab Saudi, penggunaan panggilan "Ahmad" atau "Muhammad" untuk orang lain atau orang asing yg 'derajatnya' dianggap lebih rendah

Ternyata, Pelayan di Arab Saudi Dipanggil Ahmad-Muhammad Dengan Nada Membentak

Bagi kita, orang Indonesia, Arab adalah negara yang mencerminkan keislaman kuat dengan membudidayakan akhlaq, moral, dan tata krama, tatapi tak terbayang bukan jika tidak semua orang arab seperti itu.

Justru sebaliknya, saya malah berpikir bahwa Indonesialah negara yang begitu menghargai nilai-nilai akhlaq, kesopanan, penghormatan, ramah-tamah, dan solidaritas sesama. Hal ini tercermin dari ajaran-ajaran orang-orang tua dahulu yang bsia tampak pada kehidupan kita saat ini (meskipun tidak semua orang Indonesia saat ini seperti itu).

Nah, berikut ini adalah tulisan dari saudara kita, Azzam Mujahid Izzulhaq, yang baru-baru ini sempat viral dan menghebohkan media sosial tentang kehidupan orang-orang Arab :


Tulisan oleh : Azzam Mujahid Izzulhaq,

"Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi tahun 2010 lalu, sebetulnya ada beberapa hal yg kurang nyaman dan janggal. Salah satunya adalah penggunaan panggilan "Ahmad" atau "Muhammad" kepada orang lain atau orang asing yg 'derajatnya' dianggap lebih rendah.

Di hotel, seorang supervisor yg Saudi acapkali memanggil petugas Room Service anak buahnya, yg kebetulan non-Saudi dengan panggilan Ahmad atau Muhammad dengan intonasi yg membentak. Di restoran-restoran juga demikian. Orang-orang Saudi acapkali memanggil pelayan reatoran dengan panggilan Ahmad atau Muhammad, pun juga dengan intonasi yg kurang nyaman terdengar. Membentak dan lainnya.

Bukan hanya di dua sektor tadi. Penggunaan panggilan yg (bagi saya) tidak sopan ini, merebak di segala sektor.

Kenapa tidak menggunakan kata Akhi, Shadiqi, atau apalah sapaan dan oanggilan lain selain menggunakan nama Baginda Sayyidina Rasulullah Muhammad saw? Pertanyaan ini yg kadang seperti bom waktu yg ingin sekali diledakkan di depan orang-orang Saudi. Padahal, sebagian dari pemuja Saudi di Indonesia bahkan meributkan apabila menulis saya shallallahu 'alaihi wasallam dengan singkatan saw. Tak menghormati Baginda Rasul katanya. Ya salaam...

Satu waktu, terjadilah itu. Ketika itu saya mengajak rekan saya makan di salah restoran makanan khas Timur Tengah. Di sebelah saya, ada 4 orang Saudi yg hampir bersamaan datangnya.

Mereka kemudian memanggil pelayan restoran duluan untuk memesan makanan. "Ya Muhammad! Ta'al! Wahai Muhammad, sini!", kata salah seorang di antara mereka dengan intonasi yg keras. Pelayan yg dari wajahnya diketahui adalah orang Bangladesh, menghampiri dengan mimik datar. Mungkin dalam benaknya sudah biasa dia dibentak-bentak.

Mereka memesan 2 porsi makanan yg 1 porsinya cukup untuk makan 2 orang Saudi atau 4 orang Indonesia seperti saya.

"Nah, saatnya meledakkan bom waktu", gumam saya.
Saya pun kemudian memanggil pelayan. Saya tidak menggunakan panggilan biasa, apalagi panggilan seperti orang-orang Saudi.

"Ya Abdalaziz! Ta'al!" Hai Abdul Aziz, sini!", teriak saya. Sontak si pelayan kaget tapi raut mukanya tersenyum sambil menghampiri saya dan rekan saya.

Ternyata 4 orang Saudi di samping saya tadi berdiri juga menghampiri. Mereka lebih dahulu membombardir saya dengan pertanyaan dan pernyataan ketidaksukaan.

"Kenapa kamu panggil dia (pelayan ini) dengan panggilan Abdulaziz? Abdulaziz adalah kakek kami yg melahirkan kerajaan yg diberkahi Allah ini! Kamu kurang ajar orang Indonesia!", hardik dia sambil menggerakkan tangan khas orang Saudi jika berbicara.

Saya menjawab mereka, "Lalu kenapa kamu memanggil dia (pelayan ini) dengan panggilan Muhammad? Muhammad adalah Nabi dan Rasul yg mulia. Ia bukan hanya mengajarkan orang Arab tentang indahnya ber-Islam dengan keagungan akhlaknya pada sesama! Melainka ia mengajarkan dan mendakwahkan Islam bagi seluruh umat manusia. Sehingga kami yg jauh dari kota lahirnya Rasulullah yg diberkahi ini bisa keluar dari zaman kegelapan menuju cahaya Islam! Lebih kurang ajar siapa?"

Mereka masih misuh-misuh tapi intonasinya sudah mulai datar. Saya tidak memperdulikan, saya memesan makan saja kepada pelayan ini. Dia tersenyum lebar.

Selesai makan, kami (saya dan rekan serta 4 orang Saudi tadi) hampir bersamaan keluar dari restoran. Mereka masih misuh-misuh. Sayup terdengar salah seorang mereka berkata, "Sudahlah mereka orang miskin yg mencari hidup di Saudi."

Saya tidak melayaninya, saya tekan remote kunci mobil saja. Saya dan rekan saya naik. Saya buka kaca jendelanya sambil memasang kaca mata hitam. Saya lambaikan tangan kepada mereka sambil berkata, "Assalamu'alaikum. Semoga Allah memberikan rezeki padamu untuk membeli mobil baru".
Dari kaca spion saya melihat mereka terpana.

***
Mungkin mereka baru tahu ada orang asing sombong yg berani menyombongi mereka di sana.
Mungkin juga, seperti biasanya, jika saya menceritakan tentang Arab Saudi dari sisi lainnya, ada yg menyimpulkan bahwa saya adalah pembenci Saudi. Padahal, ah sudahlah. Saya sudah tahu kadar 'kelelakian' mereka.

*Mobil yg saya naiki Chevrolet Suburban pabrikan General Motors versi terbaru saat itu. Sementara mobil mereka sedan buatan Jepang dengan produksi tahun 7 tahun ke belakang”.

Catatan :
Posting ini bukan bertujuan untuk melecehkan bangsa Arab atau semacamnya, karena tentu saja tidak semua orang arab semacam itu. Saya sendiri juga tahu bahwa Arab adalah negara kelahiran (Kota Mekkah) sekaligus tempat di mana Nabi Muhammad SAW dikebumikan (Kota Madinah).

Hanya saja, saya berharap dengan dipublikasikannya posting ini, kita bisa lebih memahami arti dari cinta tanah air kita, tanah air Indonesia, dengan terus melestarikan budaya-budaya akhlaqul karimah dan moral baik yang telah diajarkan oleh leluhur-leluhur kita zaman dulu.

COMMENTS

Nama

Bisnis Online,19,Blogging,88,Doa-doa,35,Elektronik,31,Fiqih,18,Gaming,15,Inspirasi,51,Internet,71,Keluarga,26,Kisah teladan,42,Life,82,Pekerjaan,9,Pendidikan,24,Relationship,24,Religi,41,Tajwid,9,Teknologi,31,Tips,42,Tutorial Blog,82,
ltr
item
Pelangi Blog: Miris, Pelayan di Arab Saudi Dipanggil "Ahmad-Muhammad" Sembari Dibentak
Miris, Pelayan di Arab Saudi Dipanggil "Ahmad-Muhammad" Sembari Dibentak
Seperti tak punya santun kepada Rosulullah SAW, ternyata di Arab Saudi, penggunaan panggilan "Ahmad" atau "Muhammad" untuk orang lain atau orang asing yg 'derajatnya' dianggap lebih rendah
https://4.bp.blogspot.com/-qVjjkN_kSXQ/WYB3PNHvGiI/AAAAAAAAERA/b5BxO7hPHEQ4ITExhLUtW-03moDEGKEwwCLcBGAs/s640/Ternyata%252C%2BPelayan%2Bdi%2BArab%2BSaudi%2BDipanggil%2BAhmad-Muhammad%2BDengan%2BNada%2BMembentak.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-qVjjkN_kSXQ/WYB3PNHvGiI/AAAAAAAAERA/b5BxO7hPHEQ4ITExhLUtW-03moDEGKEwwCLcBGAs/s72-c/Ternyata%252C%2BPelayan%2Bdi%2BArab%2BSaudi%2BDipanggil%2BAhmad-Muhammad%2BDengan%2BNada%2BMembentak.jpg
Pelangi Blog
http://www.pelangiblog.com/2017/08/miris-pelayan-di-arab-saudi-dipanggil.html
http://www.pelangiblog.com/
http://www.pelangiblog.com/
http://www.pelangiblog.com/2017/08/miris-pelayan-di-arab-saudi-dipanggil.html
true
6152984874501812302
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy