Persamaan dan Perbedaan Hadits Muallaq, Munqathi' dan Mu'dhal

Perbedaan Hadits Muallaq, Munqathi' dan Mu'dhal

Pada posting sebelumnya, kita telah belajar bersama mengenai 3 macam dan jenis hadits dhaif, yaitu Hadits Muallaq, Hadits Munqathi', dan Hadits Mu'dhal, meskipun masih banyak macam dan jenis hadits dhaif lainnya.

Nah, ketiga hadits tersebut merupakan hadits-hadits yang didefinisikan dari sudut panjang gugurnya rawi dalam sanad. Jika kita mencermati kembali, maka ketiga hadits tersebut memeiliki pengertian sebagai berikut ini :
  1. Hadits Muallaq adalah hadits yang di dalam sanadnya terdapat satu rawi atau lebih yang gugur secara berurutan. Pelajari lebih lanjut mengenai pengertian dan contohnya : Pengertian dan Contoh Hadits Muallaq.
  2. Hadits Munqathi' adalah hadits yang di dalam sanadnya terdapat satu orang rawi yang gugur sebelum sahabat, di manapun tempatnya. Pelajari lebih lanjut mengenai pengertian dan contohnya : Pengertian dan Contoh Hadits Munqathi'.
  3. Hadits Mu'dhal adalah hadits yang di dalam sanadnya terdapat 2 orang rawi atau lebih yang gugur secara berturut-turut. Pelajari lebih lanjut mengenai pengertian dan contohnya : Pengertian dan Contoh Hadits Mu'dhal.

Perbedaan Hadits Muallaq, Hadits Munqathi' dan Hadits Mu'dhal
Nah, selain dari pengertian ketiga hadits, skema contoh di bawah mungkin bisa sedikit membantu memahami :




Dari pengertian dan skema contoh Hadits Munqathi', maka bisa disimpulkan : 
  1. Hanya ada satu rawi yang gugur (terputus) sebelum sahabat, baik tepat sebelum sahabat maupun selisih beberapa rawi. 
  2. Jika yang gugur sebelum sahabat ada 2 rawi atau lebih, selama kegugurannya tidak berturut-turut maka termasuk Hadits Munqathi'. Misalnya, dari fulan, dan [tidak diketahui], dari fulan, dari [tidak diketahui], dari Sahabt Abu Hurairah, dari Nabi SAW.
  3. Jika gugurnya rawi ada 2 atau lebih secara berturut-turut, maka bukan termasuk Hadits Munqathi'.
Berdasarkan pengertian dan contoh Hadits Muallaq, maka bisa disimpulkan :
  1. Terdapat satu rawi atau lebih yang gugur secara berturut-turut
  2. Jika yang gugur hanya ada satu rawi, maka hadits tersebut bisa dikatakan Hadits Muallaq atau Hadits Munqathi'
  3. Jika yang gugur ada lebih dari satu secara berturut-turut, selama rawi-rawi yang gugur tidak terlalu banyak, maka masih dikatakan Hadits Muallaq. Hal ini dikarenakan ulama' ahli hadits masih bisa memprediksi jejak rawi-rawi yang gugur
  4. Gugurnya rawi biasanya berada di awal-awal sanad atau di akhir-akhir sanad
  5. Khusus untuk Hadits Muallaq yang ditulis dalam kitab yang berisi kumpulan hadits shahih, misalnya Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim, maka hukumnya adalah shahih, karena Imam Bukhari dan Imam Muslim terkadang sengaja menggantungkan rawi-rawi dalam sanad (sengaja menggugurkan satu atau dua rawi dalam sanad).
Berdasarkan pengertian dan contoh Hadits Mu'dhal, maka bisa disimpulkan :
  1. Minimal ada 2 rawi yang gugur secara berturut-turut 
  2. Rawi-rawi yang gugur terlalu banyak, sehingga menyulitkan ulama' ahli hadits untuk memprediksi siapa saja rawi-rawi yang gugur tersebut. Untuk itulah hadits ini dinamakan mu'dhal (secara bahasa berarti menyulitkan atau menyusahkan).
Persamaan Hadits Muallaq, Hadits Munqathi' dan Hadits Mu'dhal
Adapun persamaan antara Hadits Muallaq, Hadits Munqathi', dan Hadits Mu'dhal, maka sebagaimana berikut ini :
  1. Sama-sama hadits yang di dalam sanadnya terdapat rawi yang gugur
  2. Sama-sama termasuk hadits dhaif yang merupakan hadits yang levelnya lemah untuk dijadikan dasar dan sumber hukum
  3. Kedudukannya bisa dijadikan dasar dan dalil jika dikuatkan oleh hadits shahih dari jalur lain.
Catatan Kesimpulan :
Biasanya, para ulama' ahli hadits sudah menentukan mana yang termasuk Hadits Muallaq, Hadits Munqathi;, dan Hadits Mu'dhal dalam pendapat-pendapat mereka, meskipun terkadang ada perbedaan pendapat. 

Untuk itu, kita sebagai orang awam yang hanya mengetahui dasar-dasar ilmu hadits, maka hal yang lebih tepat dilakukan adalah mengikuti pendapat para ulama' ahli hadits dalam menentukan mana haidts shahih, mana hadits hasan, dan mana hadits dhaif baik muallaq, munqathi;, dan mu'dhal, dan lain sebagainya. 

Mengapa demikian ? karena kita berada di masa yang jauh dari para rawi hadits, kita tidak mengetahui secara detail mengenai hal ihwal para rawi, misalnya bagaimana karakter adilya, latar belakangnya, nasab-nasab para rawi, guru-guru para rawi, teman-teman sesama rawinya, dan lain sebagainya.

Baca lebih lanjut : Penjelasan Semua Hal Yang Terkait Ilmu Hadits.
Tanggapan :