10 Keutamaan Ilmu Dibanding Harta Menurut Sahabat Ali


PelangiBlog.Com - Pada zaman sekarang, memiliki harta yang berlimpah lebih diprioritaskan dibandingkan ilmu. Bukti menyebutkan bahwa niatan belajar dan kuliah tinggi adalah untuk mendapatkan pekerjaan layak, bukan untuk mengentas kebodohan. Bahkan sebagian mahasiswa rela memutuskan kuliah ketika mereka sudah memiliki penghasilan tinggi. Ya, harta memiliki tempat yang lebih dominan dibandingkan ilmu bagi kebanyakan orang, tetapi ini adalah sebuah kesalahan.

Mari kita kembali kepada zaman Rosulullah SAW dan para Khulafaur Rosyidin. Rosulullah SAW pernah menuturkan bahwa beliau adalah kota dari ilmu, sedangkan sahabat Ali adalah pintu dari kota itu. Dalam kisahnya, sahabat Ali mampu menjawab satu pertanyaan dengan 10 jawaban yang berbeda mengenai keutamaan ilmu dibandingkan harta.

Nah, jawaban sahabat Ali tersebut membantah penyataan yang menyebutkan harta lebih baik daripada ilmu. Berikut adalah 10 keutamaan ilmu dibanding harta :

1. Ilmu adalah warisan para Nabi, sedangkan harta adalah warisan Qorun, Syaddad, Fir’aun dan sebagainya.
Anda mungkin masih mengingat tentang kisah Qorun yang tamak terhadap harta. Dalam ending kisahnya, Qorun tenggelam ditelan bumi bersama hartanya. Sedangkan ilmu adalah warisan utama yang diturunkan oleh para Nabi. Jadi, ilmu memiliki tempat yang lebih tinggi daripada harta.

2. Ilmu bisa menjaga Anda. Sedangkan harta, Andalah yang menjaganya
Orang kaya akan selalu menjaga harta mereka agar tidak dicuri, mereka akan khawatir jika harta itu akan hilang. Tetapi, Anda tidak harus menjaga ilmu Anda, bahkan ilmulah yang menjaga Anda.

3. Orang yang mempunyai harta memiliki banyak musuh, sedangkan orang yang berilmu memiliki banyak teman
Semakin kaya seseorang, maka akan semakin banyak pula orang yang iri. Sehingga tidak heran jika kekayaan seseorang menumbuhkan musuh disekitarnya. Tetapi tidak untuk ilmu, semakin pandai seseorang, maka semakin banyak ia memiliki teman.

4. Harta yang dibelanjakan akan semakin berkurang, sedangkan ilmu akan semakin bertambah jika dibelanjakan
Harta yang Anda miliki akan semakin berkurang jika Anda membelanjakan untuk keperluan sehari-hari. Tetapi, seberapa banyak ilmu yang Anda miliki, jika Anda mengajarkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut malah semakin bertambah. Ingatlah bahwa seorang guru menjadi pandai dan profesional bukan karena belajar, tetapi karena mengajar.

5. Pemilik harta dipanggil dengan sebutan kikir, sedangkan pemilik ilmu dipanggil dengan sebutan mulia
Semakin pandai seseorang, maka semakin besar karisma baginya. Karisma itulah yang membuat orang lain merasa sungkan padanya. Sedangkan orang kaya lebih cenderung mendapatkan julukan kikir, jika ia tidak dermawan.

6. Harta selalu dijaga dari pencuri, sedangkan ilmu tidak pernah dijaga dari pencuri
Tentu saja Anda tidak pernah mendengar bahwa pencuri ingin mencuri ilmu bukan ?. Ilmu tidak pernah dikhawatrkan untuk dicuri, berbeda dengan harta.

7. Pemilik harta akan diperhitungkan amalnya di hari kiamat. Sedangkan pemilik ilmu, ia akan mendapat syafa’at di hari kiamat.
Dalam ajaran islam, semakin banyak harta yang dimiliki seseorang, maka akan semakin lama harta dan amalnya diperhitungkan ketika hari kiamat. Sedangkan orang yang berilmu, justru ilmu tersebut bisa menjadi penolong baginya ketika hari kiamat.

8. Harta akan dan hancur sesuai perjalanan waktu, sedangkan ilmu tidak pernah habis dan tidak akan hancur.
Memang benar apa yang dikatakan oleh orang tua pada zaman dulu, ilmu itu dibawa sampai mati. Ilmu tidak akan hancur termakan oleh waktu, berbeda harta. Harta bersifat fana’ dan tidak kekal, ada masa ketika harta akan rusak atau hilang.

9. Harta menjadikan hati keras. Sedangkan ilmu dapat menyinari hati
Orang yang bergelut dan fokus mencari harta, ia akan melupakan semua hal tentang agama atau bahkan keluarga. Sedangkan orang yang berilmu, semakin banyak ilmu maka akan semakin bijaksana, artinya ilmu itu menyinari hatinya.

10. Harta membuat pemiliknya merasa seolah seperti tuhan karena harta yang dimilikinya, sedangkan pemilik ilmu merasa ia adalah seorang hamba.
Hal ini sudah terbukti pada zaman sekarang, banyak orang yang sudah menuhankan harta. Mereka bekerja siang malam untuk mencari harta, mereka percaya bahwa harta adalah segalanya, bahkan untuk membeli kebahagiaan. Sedangkan orang yang berilmu seperti padi, kian tua kian merunduk.