Sabtu, 27 Februari 2021

Keutamaan "La Ilaha Illallah" Sebagai Benteng dan Penyelamat

Keutamaan "La Ilaha Illallah" Sebagai Benteng dan Penyelamat

Kalimat "la ilaha illallah" merupakan kalimat tauhid yang di dalamnya menyimpan nilai-nilai keesaan Allah SWT sebagai Tuhan yang tiada tanding, tiada sesuatupun yang dapat menyamai dan menyekutukan-Nya. Allah SWT berfirman :

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

"Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya" (Asy-Syura : 11).

Keutamaan "La Ilaha Illallah" Sebagai Benteng dan Penyelamat

Kalimat "la ilaha illallah" bukan hanya kalimat yang hanya memberikan pahala bagi muslim yang mau membacanya, tetapi hakekatnya kalimat itu dapat menyelamatkan manusia dari api neraka dan juga sebagai benteng dari siksa. Adapun di sini ada beberapa hadits yang terkait dengan pembahasan pada topik yang khusus ini :

Dalam Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, Hadits 5, dijelaskan bahwa Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari pernah bertanya Rasulullah SAW :

يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ عَلَّمَنِيْ عَمَلًا يُقَرِّبُنِيْ اَلَى الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِيْ مِنَ النَّارِ

"Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku amalan yang bisa mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka ?"

Rasulullah SAW menjawab :

إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فَاتَّبِعْهَا حَسَنَةً

"Ketika kamu melakukan keburukan, maka ikutilah keburukan itu dengan kebaikan".

Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari bertanya lagi :

أَمِنَ الْحَسَنَاتِ قَوْلُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهِ

"Apakah salah satu dari kebaikan-kebaikan itu adalah ucapan "la ilaha illallah" ?"

Rasulullah SAW pun menjawab :

نَعَمْ هَيَ أَحْسَنُ الْحَسَنَاتِ

"Iya, itu adalah sebaik-baik kebaikan".


Dalam sebuah hadits qudsi yang dikutip dari Kitab Lubabul Hadits, Bab 2, Allah SWT berfirman :

قَالَ اللهُ تَعَالٰى لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ كَلَامِيْ وَاَنَا هُوَ مَنْ قَالَهَا دَخَلَ حِصْنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصْنِيْ اَمِنَ مِنْ عِقَابِ

Allah Ta'ala berfirman, ““La Ilaha Illallah” adalah firman-Ku, dan Aku adalah Dia (Allah), barang siapa yang mengucapkannya maka dia akan masuk ke dalam benteng-Ku (penjagaan-Ku), dan barang siapa masuk dalam benteng-Ku maka dia akan aman dari siksa-Ku””.


Kisah 7 Batu Yang Menutup Pintu Neraka, Malaikat Tak Kuat Mengangkatnya

Ada sebuah kisah menarik yang menjelaskan seseorang yang sedang wukuf di Arafah. Ia memegang 7 batu di tangannya lalu berkata kepada ketujuh batu itu, "Bersaksilah kalian tentangku di sisi Tuhan kita bahwa sesungguhnya aku telah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Sesaat, orang itu tertidur dan bermimpi seolah-oleh hari kiamat telah terjadi. Dan setelah dihisab, ia tergolong sebagai penghuni neraka. Malaikat pun menyeretnya menuju neraka dan hendak memasukkannya ke dalam neraka.

Sesampai di neraka, ternyata ada batu besar yang menutupi pintu neraka dan batu itu adalah salah satu dari ketujuh batu. Lalu, para malaikat siksa mencoba untuk mengangkatnya, tetapi mereka tidak mampu mengangkat dan menyingkirkan batu itu dari pintu neraka.

Akhirnya, para malaikat hendak memasukkan orang itu ke pintu neraka lainnya. Namun hal yang sama pun terjadi, ketujuh pintu neraka tertutupi oleh masing-masing tujuh batu besar dan mereka semua tak mampu mengangkat batu-batu itu.

Merasa kebingungan, para malaikat pun membawa orang itu menuju ke bawah Arsy, lalu malaikat memohon pertolongan kepada Allah SWT, "Wahai Tuhan kami, Engkau mengetahui perkara hamba-Mu, sesungguhnya kami tidak menemui jalan baginya ke neraka ?".

Allah SWT pun berkata, "Wahai hamba-Ku, kamu telah bersaksi pada batu-batu itu lalu batu-batu itu tdaklah menyia-nyiakan hakmu. Maka bagaimana Aku akan menyia-nyiakan hakmu sedangkan Aku Maha menyaksikan atas kesaksianmu". 

Lalu Allah SWT memerintahkan malaikat untuk memasukkan orang itu ke dalam surga, "Masukkanlah dia ke surga".

Malaikat pun membawa orang itu menuju surga dan hendak memasukkan orang itu ke dalam surga. Namun, pintu-pintu surga terkunci, lalu datanglah kalimat syahadat "la ilaha illallah" sebagai kunci pembukanya. Pintu surga pun terbuka dan orang itu memasuki surga.

Kisah ini berkesesuaian dengan hadits Nabi SAW di atas dan juga hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Muadz bin Jabal ra di bawah ini :

مِفْتَاحُ الْجَنَّةِ شَهَادَةُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهِ

"Kunci surga adalah penyaksian bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah".

Sumber : Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, hadits 5, karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfuri,


Kisah Raja Kafir Yang Dholim Selamat Karena "La Ilaha Illallah"

Dikisahkan dari Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani, dahulu ada seorang raja yang dengan terang-terangan berani menentang Allah SWT. Akibatnya, orang-orang islam pun resah melihat prilaku raja itu dan mereka memeranginya.

Hasil akhir dari konflik tersebut dimenangkan oleh orang-orang islam, mereka menangkap sang saja dholim itu dalam keadaan hidup. Mereka berkata, "Dengan cara bagaimana kita akan membunuhnya karena ia telah menentang Allah SWT ?".

Setelah melakukan musyawarah, akhirnya mereka bersepakat untuk memasukkan si raja kafir yang dholim ke dalam sebuah kendil besar. Mereka mengikat kepada si raja kafir itu agar tidak dapat melepaskan diri, lalu menyalakan api di bawah kendil besar tersebut.

Ketika si raja kafir yang dholim itu mulai merasakan panas api di dalam kendil besar, ia pun meminta pertolongan kepada berhala-berhala yang ia sembah, "Wahai lata, selamatkanlah aku. Wahai habal, selamatkanlah aku. Wahai uzza, selamatkanlah aku dari sesuatu yang mana aku di dalamnya. Wahai habal, aku telah mengusap kepalamu dan aku telah melayanimu selama sekian dan sekian tahun".

Setiap kali si raja kafir yang dholim itu meminta pertolongan kepada berhala-berhala, semakin pula api bertambah panas hingga ia menyadari bahwa berhala-berhala yang ia sembah tak akan dapat memberi pertolongan kepadanya. 

Dalam detik-detik keputusasaan itu, ia mencoba untuk kembali kepada Allah SWT. Si raja itu menyeru dengan keras di dalam kendil besar memohon pertolongan kepada Allah SWT, "la ilaha illallah muhammadur rasulullah". 

Pada saat itulah, Allah SWT mendengar permohonannya, Dia menurunkan air hujan dari langit dan mematikan api yang menyala di bawah kendil besar. Lalu Allah SWT mendatangkan angin besar dan menerbangkan kendil besar yang di dalamnya terdapat si raja. Sementara, tak henti-hentinya si raja itu mengucapkan "la ilaha illallah muhammadur rasulullah" dengan harapan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, hingga hilang dari pandangan mata. 

Angin itu menerbangkan dan menurunkan kendil besar di antara kaum yang tidak mengenal Allah SWT. Ketika mereka melihat sebuah kendil besar jatuh dari atas langit, mereka mencoba mendekatinya, memeriksa, dan membukanya.

Ternyata mereka mendapati seseorang berada di dalam kendil besar itu. Ya, mereka pun melepas ikatan dari kepala si raja dan mengeluarkannya dari dalam kendil besar. Lalu mereka bertanya, "Siapa kamu dan bagaimana kisahmu ?". 

Si raja itu pun menjawab, "Aku adalah seorang raja di suatu tempat di daerah ini". Lalu si raja itu menceritakan kisahnya kepada mereka dan mereka memeluk pun islam setelah mendengar kisah itu.

Sumber : Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, hadits 7, karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfuri


Wallahu a'lam bis showab,

Jumat, 26 Februari 2021

Kisah Malaikat Jibril Terpesona Senyum Bidadari

Kisah Malaikat Jibril Terpesona Senyum Bidadari

Bidadari merupakan wanita surga yang didesain khusus oleh Allah SWT dengan penampilan fisik yang luar biasa indahnya. Mereka adalah wanita-wanita yang diciptakan untuk melayani dan menjadi istri para penghuni surga kelak pada hari kiamat.

Mengenai bentuk indah bidadatri, maka telah banyak riwayat dan pendapat yang menjelaskannya, baik di dalam penafsiran Al-Qur'an, hadits, maupun pendapat-pendapat para ulama'. Yang jelas, membayangkan begitu indahnya para bidadari surga, maka kenyataannya nanti mereka jauh lebih indah dari apa yang dibayangkan ketika telah datang hari akhir.

Bahkan dalam sebuah riwayat khobar, dikisahkan bahwa Malaikat Jibril as pun pernah sampai bersujud tersungkur karena pesona dari senyum bidadari di dalam Surga 'Adn. Lalu terjadilah dialog sederhana antara Malaikat Jibril as dan bidadari itu.

Baca juga : Mengenal Sifat dan Karakter Bidadari Surga.

Kisah Malaikat Jibril Bersujud Karena Senyum Bidadari

Dari riwayat Sahabat Ibnu Mas'ud ra, beliau mengisahkan dari Rasulullah SAW bahwa ketika Allah SWT telah menciptakan Surga Adn, Dia memanggil Malaikat Jibril lalu memerintahkan, "Wahai Malaikat Jibril, pergilah ke Surga 'Adn dan lihatlah apa yang telah aku ciptakan untuk hamba-hamba-Ku dan kekasih-kekasih-Ku".

Segera, Malaikat Jibril as pun pergi ke Surga 'Adn untuk memenuhi apa yang telah diperintahkan kepadanya. Sesampainya di sana, ia mencoba berkeliling untuk menemukan apa yang ia cari.

Lalu, muncullah seorang bidadari dari dalam istana yang ada di Surga 'Adn. Melihat datangnya Malaikat Jibril, bidadari itu terseyum kepadanya. Tiba-tiba, Surga 'Adn bersinar terang karena gigi seri bidadari itu.

Nah, melihat Surga 'Adn yang tiba-tiba bersinar terang, Malaikat Jibril pun tersungkur dan bersujud karena mengira sinar itu berasal dari nur Allah Yang Maha Mulia. Bidadari itu pun berkata, "Wahai malaikat yang dipercaya Allah, angkatlah kepalamu".

Malaikat Jibril pun mengangkat kepalanya dan mengetahui bahwa sinar nan terang itu bukanlah sinar dari nur Allah SWT, melainkan dari senyum bidadari tersebut. Merasa terkagum, ia pun berkata, "Maha Suci Dzat yang telah menciptakanmu".

Lalu bidadari itu pun bertanya kepada Malaikat Jibril, "Wahai malaikat yang dipercaya Allah, apakah kamu tahu untuk siapa aku diciptakan ?". Sedangkan Malaikat Jibril pun menjawab, "Tidak".

Lalu bidadari itu berkata, "Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakanku untuk orang-orang yang lebih memilih dan lebih mementingkan ridlo-Nya daripada hawa nafsunya".

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 

Ini merupakan sebuah kisah yang unik dan menarik, yang dapat menjadi pembelajaran, menambah keimanan, dan mendorong diri untuk senantiasa melakukan amal-amal kebaikan demi mengharap ridlo dari Allah SWT. Semoga kita semua dijadikan menjadi hamba-hamba-Nya yang akan dinikahkan dengan bidadari surga kelak di hari kiamat, aminn.

Wallhu a'lam bis showab,

Sumber : Kitab Daqoiqul Akhbar, Bab 45

Karya : Imam Abdur Rochim bin Ahmad Al-Qadli.

Mengenal Sifat dan Karakter Bidadari Surga

Mengenal Sifat dan Karakter Bidadari Surga

Bidadari merupakan makhluk yang indah mempesona yang diperuntukkan untuk orang-orang mukmin di surga kelak. Demikian juga, meyakini adanya bidadari sebagai wujud kenikmatan surga merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Pasalanya, keberadaan bidadari memang sudah banyak disinggung di dalam Al-Qur'an, hadits, dan maqolah ulama'.

Baca juga : 15 Sifat dan Karakter Penghuni Surga.

Sifat dan Karakteristik Bidadari Surga

Dalam bahasa Al-Qur'an, bidadari lebih akrab dikenal dengan istilah "حُوْرٍ عِيْنٍ" (Hurin In) yang artinya bidadari yang cantik bermata jeli. Lalu, kecantikan dan keindahan bidadari bisa digambarkan dari sifat dan karakteristiknya seperti di bawah ini :

1. Bidadari Surga Diciptakan Dari Apa ?

Adapun penciptaan bidadari surga, maka dalam hal ini banyak ulama' berbeda pendapat :

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 43, dijelaskan :

فيها ازواج مطهرة من الحور العين، خلقهن اللّٰه تعالى من نور

"Di dalam surga terdapat istri-istri yang suci dari golongan bidadari, Allah Ta'ala menciptakan mereka dari cahaya".

Sedangkan dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 45, dijelaskan bahwa Allah SWT menciptakan wajah bidadari dari 4 warna yaitu putih, hijau, kuning, dan merah, kedua tangannya dari za'faran, misik (kasturi), anbar, dan kapur, rambutnya dari sutera, jari-jari kedua kaki sampai kedua lututnya dari zafran dan wewangian, kedua lututnya sampai payudaranya dari misik, payudara sampai lehernya dari anbar, dan leher sampai kepala dari kapur.

Dalam kitab dan bab yang sama, Kitab Daqoiqul Akhbar bab 45, juga dijelaskan bahwa ada bidadari yang diciptakan dari misik, kapur, anbar, zafran. Tanahnya diolah dan dicampur dengan "maul hayah" (air kehidupan).

Dalam khobar lain dijelaskan bahwa bidadari diciptakan dari tanah surga yang bersifat nuriyyah (bersinar). Dalam khobar lain dijelaskan bahwa bidadari diciptakan dari Nur Wujud Fathimah Yang Suci. Dan dalam khobar lain dijelaskan bidadari diciptakan dari tanah.

Namun, jika semua khobar-khobar tersebut dikumpulkan, maka seakan-akan itu sebagian khobar-khobar itu mengisyaratkan pada penciptaan sebagian bidadari dan sebagian lainnya mengisyaratkan penciptaan bidadari secara umum, wallahu a'lam.

2. Bidadari Itu Indah Seolah Transparan

Allah SWT berfirman :

كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُ

"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan" (Ar-Rahman : 58).

Dalam ayat tersebut, bidadari surga disifati dengan batu yaqut dan marjan. Tentu ini menunjukkan bahwa bidadari memang sangatlah indah, cantik, dan mempesona. Bahkan, saking indahnya bidadari, dijelaskan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Amr bin Maimun di dalam Tafsir At-Thabari :

إِنَّ الْمَرْأَةَ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ لَتَلْبِسُ سَبْعِيْنَ حُلَّةٍ، فَيُرَى مُخُّ سَاقِهَا كَمَا يُرَى الشَّرَابُ الْأَحْمَرِ فِى الزُّجَاجَةِ الْبَيْضَاءِ

"Sesungguhnya wanita dari golongan bidadari, mengenakan 70 pakaian (gaun indah), lalu sum-sum betisnya dapat dilihat sebagaimana minuman berwarna merah dapat dilihat di kaca putih"

Sedangkan di dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 43, dijelaskan :

يرى مخّ ساقها من وراء لحمها وعظمها وجلدها كما يرى الشراب الاحمر من الزجاج الاخضر والشراب الاحمر من الزجاج الابيض، رؤسهنّ مكلّلة بالدرّ مرصعة باليواقيت

"Terlihat sum-sum betisnya dari belakang daging, tulang, dan kulitnya, sebagaimana minuman berwarna merah terlihat dari luar kaca hijau dan minuman berwarna merah dari luar kaca putih. Kepada mereka (para bidadari) dimahkotai dengan mutiara, ditempeli dengan batu-batu yaqut".

3. Bidadari Itu Setia

Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa bidadari surga sangat merindukan pemiliknya atau penghuni surga yang akan menjadi suaminya. Dan para bidadari itu adalah wanita-wanita surga yang setia, sebagaimana dalam Firman Allah SWT :

فِيْهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ

"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya" (Ar-Rahman : 56).

Dalam beberapa penafsiran, seperti pada Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir At-Thabari, Tafsir Jalalain, dan lain-lainnya, dijelasnkan bahwa kalimat "menundukkan pandangan" dimaksudkan bahwa bidadari tidak akan melihat, melirik, dan memandang, kecuali hanya pada suaminya (baik dari golongan manusia maupun jin). Apalagi sampai selingkuh, karena para bidadari akan menolak penghuni surga selain suaminya sendiri.

4. Bidadari Itu Sifatnya Selalu 100% Perawan

Allah SWT berfirman :

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

"Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin". (Ar-Rahman : 56).

Dalam Kitab Tafsir At-Thabari dijelaskan bahwa lafadz "الطمث" diartikan sebagai membedah darah keperawanan setelah menikah. Artinya, pada bidadari belum pernah terjamah sekalipun oleh bangsa manusia maupun bangsa jin alias 100% perawan.

Sedangkan dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 43 dijelaskan :

كلّما اصابها زوجها وجدها بكرا

"Setiap kali suami bidadari menggaulinya, maka ia akan mendapatinya dalam keadaan masih perawan".

Artinya, seberapa banyak para penghuni surga menggauli para bidadari, maka para biadadari itu masih 100% perawan.

4. Bidadari Mengenakan 70 Gaun Indah Yang Lebih Ringan Daripada Sehelai Rambut

Yang jelas, semua pakaian-pakaian surga sangat indah, tak hanya pakaian para penghuni surga saja, tetapi juga pakaian para bidadari. Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 43 dijelaskan :

وعليها سبعون حلة وكل حلة لها لون حملها أخفّ من شعرة فى بدنها

"Bidadari mengenakan 70 pakaian (gaun indah), setiap pakaian baginya terdapat satu warna, dan mengenakan pakaian itu lebih ringan daripada sehelai rambut di badannya".

5. Ludah Bidadari Sangat Wangi

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 45 dijelaskan :

ولو بزقت بزقة فى الدنيا لصارت مسكا

"Kalau biadadari meludah dengan sekali ludah di dunia, maka ludah itu akan menjadi misik"

ولو بزقت فى البحر بزقة لعذب ماء البحر من ريقها

"Dan kalau bidadari itu meludah di laut dengan sekali ludah, maka jadilah tawar air laut karena bau wangi ludahnya"

Sedangkan dalam Kitab Sulwatul Arifin bab Ruktaullah wa Syajaratul Yaqin, karya Imam Ghozali, dijelaskan :

ولو بزقت بزقة فى الدنيا لصارت مسكا الى يوم القيامة ولا بحرا الّا عذب

"Dan kalau bidadari meludah dengan sekali ludah di dunia, maka ludah itu akan menjadi misik sampai hari kiamat dan tidaklah (meludah) di laut kecuali laut akan menjadi tawar".

7. Di Dada Bidadari Tertulis Nama Suaminya

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 45 dan Kitab Sulwatul Arifin bab Ruktaullah wa Syajaratul Yaqin (karya Imam Ghozali), diulaskan :

مكتوب في صدرها إسم زوجها وإسم من أسماء اللّٰه تعالى

"Tertulis di dadanya (bidadari) nama suaminya dan satu nama dari nama-nama Allah Ta'ala".

8. Bidadari Memakai 10 Cincin dan 10 Gelang

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 45 dan Kitab Sulwatul Arifin bab Ruktaullah wa Syajaratul Yaqin (karya Imam Ghozali), diulaskan :

في كلّ يد من يديها عشرة أسورة من ذهب وفي أصابعها عشرة خواتم وفى رجليها عشرة خلاخل من الجوهر واللؤلؤ

"Di setiap tangan dari kedua tangannya (bidadari) ada 10 gelang emas, di jari-jarinya terdapat 10 cincin, dan di kedua kakinya terdapat 10 gelang kaki dari permata dan lu'luk (mutiara)".

9. Mengenal Bidadari Bernama Aina

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 45, ada sebuah riwayat dari Sahabat Ibnu Abaas ra. Di dalam surga ada bidadari yang bernama "Aina". Ia diciptakan Allah SWT dari 4 unsur yaitu misik, kapur, anbar, dan zafran yang mana tanahnya dicampur dengan "maul hayah" (air kehidupan). Tertulis tepat di bawah lehernya (di atas dadanya) :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ مِثْلِيْ فَلْيَعْمَلْ بِطَاعَةِ رَبِّهِ

"Barang siapa yang mencintai (menginginkan) bidadari sepertiku menjadi miliknya, maka hendaklah ia melakukan amal dengan ketaatan pada Tuhannya".

10. Malaikat Jibril Pernah Terpesona Oleh Senyum Bidadari

Adapun penjelasan mengenai poin ini, maka bisa dibaca pada posting tersendiri : Kisah Malaikat Jibril Terpesona Senyum Bidadari.

Wallahu a'lam bis showab,

Rabu, 24 Februari 2021

Sejarah dan Asal Usul Kitab Nadhom Aqidatul Awam

Sejarah dan Asal Usul Kitab Nadhom Aqidatul Awam

Kitab Nadhom Aqidatul Awam merupakan salah satu kitab familier yang sudah biasa menjadi salah satu kitab yang dikaji di pondok-pondok pesantren. Kitab ini disusun oleh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi yang merupakan kitab kecil klasik yang hanya terdiri dari 57 bait nadhom. Di dalamnya berisi tentang pokok dan dasar aqidah serta tauhid, sehingga sangatlah cocok untuk dipelajari oleh santri-santri tingkat dasar.

Baca selengkapnya : Download Kitab Nadhom Aqidatul Awam dan Terjemah Indonesia.


Sejarah Disusunnya Kitab Aqidatul Awam

Dalam Kitab Nurudh Dholam karya Imam Nawawi Al-Banteni, yang merupakan syarah dari Kitab Nadhom Aqidatul Awam, dijelaskan mengenai sejarah dan asal-usul disusunnya Kitab Nadhom Aqidatul Awam, tepatnya pada bab pendahuluan.

Pada waktu itu, tepatnya pada akhir Malam Jum'at yang merupakan malam Jum'at pertama Bulan Rajab yaitu tanggal 6 Rajab 1258 H atau 13 Agustus 1842, Syekh Ahmad Al-Marzuqi bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW dan para sahabat yang berada di samping Beliau.

Lalu Rasulullah SAW berkata kepada Syekh Ahmad Al-Marzuqi :

إِقْرَأْ مَنْظُوْمَةَ التَوْحِيْدِ الَّتِيْ مَنْ حَفَظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَنَالَ الْمَقْصُوْدَ مِنْ كُلِّ خَيْرٍ وَافَقَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ

"Bacalah nadhom tauhid yang mana barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga dan memperoleh tujuan dari setiap kebaikan yang sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah".

Syekh Ahmad Al-Marzuqi pun bertanya kepada Rasulullah SAW :

وَمَا تِلْكَ الْمَنْظُوْمَةُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ

"Dan apa nadhom itu, wahai Rasulullah ?".

Para sahabat yang berada di samping Rasulullah SAW pun berkata :

إِسْمَعْ مِنْ رَسُوْلِ اللّٰهِ مَا يَقُوْلُ

"Dengarkanlah apa yang akan dikatakan Rasulullah".

Lalu Rasulullah SAW berkata :

قُلْ : أَبْدَأُ بِاسْمِ اللّٰهِ وَالرَّحْمٰنِ

"Katakan : "أَبْدَأُ بِاسْمِ اللّٰهِ وَالرَّحْمٰنِ" (Aku memulai dengan menyebut nama Allah dan nama Tuhan Yang Maha Pengasih".

Lalu Syekh Ahmad Al-Marzuqi pun membaca bait nadhom itu :

أَبْدَأُ بِاسْمِ اللّٰهِ وَالرَّحْمٰنِ

sampai pada akhir bait :

وَصُحُفُ الْخَلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ # فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ


Sedangkan Rasulullah SAW sendiri mendengarkan Syekh Ahmad Al-Marzuqi membacanya. Nah, ketika Syekh Ahmad Al-Marzuqi terbangun dari tidurnya, beliau pun membaca bait-bait nadhom yang diajarkan Rasulullah SAW di dalam mimpi dan masih hafal mulai awal hingga akhir nadhom.

Setelah beberapa bait nadhom yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW di dalam mimpi, Syekh Ahmad Al-Marzuqi pun mengumpulkan dan menyusun bait nadhim seterusnya hingga mencapai 57 bait.

Selanjutnya, pada Malam Jum'at di waktu sahur tanggal 28 Dzul Qa'dah, Syekh Ahmad Al-Marzuqi bermimpi bertemu Rasulullah SAW untuk kedua kalinya. Lalu Rasulullah SAW berkata :

إِقْرَأْ مَا جَمَعْتَهُ

"Bacalah nadhom yang telah kamu kumpulkan (susun)".

Syekh Ahmad Al-Marzuqi yang berada di hadapan Rasulullah SAW pun membaca bait nadhom mulai awal hingga akhir. Sedangkan para sahabat yang berada di samping Rasulullah SAW pun menjawab, "Aminn" setiap selesai membaca satu bait nadhom ini.

Setelah Syekh Ahmad Al-Marzuqi selesai membaca hingga akhir nadhom, Rasulullah SAW pun mendoakan beliau :

وَفَّقَكَ اللّٰهُ تَعَالٰى لِمَا يُرْضِيْهِ وَقَبِلَ مِنْكَ ذٰلِكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَنَفَعَ بِهاَ الْعِبَادَ

"Semoga Allah Ta'ala memberi taufiq (pertolongan) kepadamu pada apa yang menjadikan-Nya ridlo, semoga Dia menerimamu atas nadhom-nadhom itu, semoga Dia memberikan berkah kepadamu dan kepada orang-orang mukmin, dan semoga Dia memberikan manfaat pada hamba-hamba dengan perantara nadhom-nadhom itu".

Setelah kejadian itu, orang-orang meminta Syekh Ahmad Al-Marzuqi untuk membacakan nadhom-nadhom ini, beliau pun membacakan untuk mereka. Dan sebagai bentuk cinta beliau kepada Rasulullah SAW, beliau menambahi satu bait nadhom :

وَكُلُّ مَا اَتَى بِهِ الرَّسُوْلُ # فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَالْقَبُوْلُ


Wallahu a'lam bis showab,

15 Sifat dan Karakter Penghuni Surga

Surga merupakan sebuah tempat yang penuh kenikmatan dan keindahan yang luar biasa, yang telah dipersiapkan bagi hamba-hamba Allah SWT yang dikehendaki-Nya. Keindahan dan segala macam kenikmatan di dalam surga tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan dunia seisinya.

Demikian pula, para penghuni surga hakekatnya adalah orang-orang yang beruntung memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT, yaitu mereka yang ta'at pada perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya dengan benar-benar mengharap rahmat dan ridlo dari-Nya.

Baca juga : Mengenal Sifat dan Karekter Bidadari Surga.


Sifat, Ciri, dan Karakter Penghuni Surga

Dalam beberapa riwayat, baik hadits maupun maqolah ulama', banyak dipaparkan tentang bagaimana sifat, ciri, dan karakter para penghuni surga kelak di akhirat, yang bisa kita ambil pengetahuan serta pembelajaran, yang di antaranya adalah :

1. Penghuni Surga Kekal Selamanya

Hakekatnya tiada makhluk yang bersifat kekal, hanya Dzat Allah SWT yang Maha Kekal. Demikian karena hakekat semua makhluk itu bersifat fana' atau rusak, surga sebagai makhluk-Nya pun demikian. Namun surga memang benar-benar kekal adanya, hanya saja kekekalan surga bukanlah sifat hakiki karena ada yang menjadikannya kekal. Artinya surga menjadi kekal atas izin Dzat Yang Maha Kekal, sebagaimana Allah SWT berfirman :

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya" (Al-Bayyinah : 8).

2. Penghuni Surga Itu Muda dan Tidak Akan Sakit

Para penghuni surga akan terbebas dari segala macam penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit jasmani. Begitu pula, mereka pun tidak akan pernah kencing dan berak.

Dalm Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, Hadits 10, ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa'id Al-Khudzri :

يُنَادِى مُنَادٌ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِى الْجَنَّةِ آنَ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا وَلَا تَمُوْتُوْا أَبَدًا وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوْا وَلَا تَسْقَمُوْا أَبَدًا وَآَنَ لَكُمْ أَنْ تَشُبُّوْا وَلَا تَهْرَمُوْا أَبَدًا وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَنَعَّمُوْا فَلَا تَبْأَسُوْا أَبَدًا

"Menyerulah Dzat yang Maha menyeru tatkala penghuni surga masuk ke dalam surga, "Telah datang masanya bagi kalian untuk hidup dan tidak mati selamanya, telah datang masanya bagi kalian untuk sehat dan tidak akan sakit selamanya, telah datang bagi kalian untuk menjadi muda dan tidak akan pikun (tua) selamanya, dan telah datang masanya bagi kalian untuk bersenang-senang dan tidak akan kesulitan selamanya""

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46 dijelaskan bahwa di belakang shirath (titian) terdapat padang nan luas yang di dalamnya tumbuh pepohonan indah. Di bawah setiap pohon terdapat dua mata air yang mengalir dari surga dari sisi kanan dan dari sisi kiri. Nah, ketika orang-orang mukmin hendak memasuki surga, maka mereka akan meminum dari salah satu dari 2 mata air tersebut.

فإذا بلغ ماء العين الى صدورهم خرج كل ما كان فيهم من غلّ وغشّ وحسد وزال عنها، فإذا استقرّ الماء في بطونهم خرج كل ما كان فيها من فساد وداء وبول فيطهر ظاهرهم وباطنهم

"Ketika mata air (mereka minum) sampai di dada, maka keluarlah semua penyakit hati yang ada di dalam mereka, baik berupa rasa benci (dendam), penipuan, dan dengki, dan hilanglah dari dada mereka. Lalu tatkala air itu telah menetap di perut mereka, maka hilanglah semua apa yang ada di dalamnya, baik sesuatu yang bisa merusak, penyakit, dan kencing. Lalu sucilah dhohir dan batin mereka".

3. Penghuni Surga Memiliki Tubuh Indah, Baik Dhohir Maupun Batin

Melanjutkan penjelasan dari poin kedua di atas :

ثمّ يجيئون الى العين الأٓخر فيغتسلون فيها فتصير وجوههم كالقمر ليلة البدر وتطيب نفوسهم وقلوبهم وتطيب أجسامهم كالمسك

"Kemudian mereka datang ke mata air lainnya, mereka pun mandi di dalamnya. Lalu jadilah wajah mereka seperti bulan di malam purnama, jiwa dan hati mereka menjadi baik (indah), dan baiklah pula tubuh mereka seperti misik".

4. Penghuni Surga Disambut dan Dipeluk Bidadari Ketika Hendak Memasuki Surga

Melanjutkan riwayat dalam Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 46 di atas :

فينتهون الى باب الجنّة فإذا حلقته من ياقوتة حمراء فيضربونها فيستقبلهم الحور بصحائف في أيديهنّ فتخرج كلّ حورية الى صاحبها فتعانقه وتقول أنت حبيبي وأنا راضية عنك وأحبّك أبدا

"Lalu sampailah mereka ke pintu surga, ternyata cincin pintunya (untuk mengetuk pintu) dari yaqut merah, mereka pun mengetuknya. Lalu bidadari menyambut mereka dengan membawa piring-piring di tangannya. Keluarlah semua bidadari menemui pemiliknya (suaminya) lalu bidadari itu memeluknya dan berkata, "Kamu adalah kekasihku, aku ridlo padamu, dan aku mencintaimu selamanya"".

5. Penghuni Surga Tak Berbulu, Tak Berjenggot, dan Mengenakan Celak Mata

Sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW :

أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لاَ يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلاَ تَبْلَى ثِيَابُهُمْ

"Penghuni surga tidak berbulu, tidak berjenggot, dan memakai celak mata, tidaklah sirna kemudaan mereka dan tidaklah rusak pakaian mereka".

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46, dijelaskan sebuah riwayat sebagai berikut :

ليس بهم شعر الا الحاجبان وشعر الرأس والعين

"Penghuni surga tidak memiliki bulu kecuali 2 alis, rambut kepala, dan bulu mata"

6. Penghuni Surga Berusia Sekitar 30 - 33 Tahun

Sahabat Muadz bin Jabal meriwayatkan sebuah hadits hasan dan gharib :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِيْنَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِيْنَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنَةً

"Penghuni surga akan memasuki surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, bercelak mata, berumur 30 atau 33 tahun".

7. Perawakan Tubuh Penghuni Surga Sama Seperti Nabi Adam, Tampan Seperti Nabi Yusuf, Umurnya Seperti Nabi Isa, dan Lisannya Seperti Nabi Muhammad

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Surat Waqiah ayat 38, ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا بِيْضًا جِعَادًا مُكَحَّلِيْنَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِيْنَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ وَهُمْ عَلَى خَلْقِ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِيْ عَرْضِ سَبْعِ أَذْرُعٍ

"Penghuni surga akan memasuki surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, putih, rambut berombak, bercelak mata, berumur 30 atau 33 tahun, dan perawakan mereka seperti Nabi Adam yaitu tingginya 60 dzira' dengan lebar (besar) 7 dzira'".

Dalam kitab yang sama dipaparkan pula hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ عَلَى طُوْلِ آدَمَ سِتِّيْنَ ذِرَاعًا بِذِرَاعِ الْمَلَكِ، عَلَى حُسْنِ يُوْسُفَ وَعَلَى مِيْلَادُ عِيْسٰى ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنَةً وَعَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ، جُرْدٌ مُرْدٌ مُكَحَّلُوْنَ

"Penghuni surga akan memasuki surga seperti tinggi Nabi Adam yaitu 60 dzira' sesuai dzira' malaikat, seperti tampan Nabi Yusuf, seperti umur Nabi Isa yaitu 33 tahun, dan seperti lisan Nabi Muhammad. (Mereka) tidak berbulu, tidak berjenggot, dan bercelak mata".

Pertama, memang sudah masyhur bahwa tinggi Nabi Adam yaitu 60 dzira' yang mana malaikat nanti di surga pun memiliki tinggi dan panjang lengan yang sama dengan manusia di surga. Satu dzira' berarti sekitar satu lengah orang dewasa, sedangkan 2 dzira' sekitar 1 meter. Jadi, 60 dzira' sekitar 30 meter sedangkan 7 dzira' sekitar 3,5 meter.

Kedua, wajah para penghuni surga laki-laki tentu tampan seperti Nabi Yusuf. Sebaliknya, penghuni surga wanita pun akan dirupakan dengan rupa cantik.

Ketiga, umur penghuni surga seperti umur Nabi Isa ketika diangkat ke langit oleh Allah SWT yaitu sekitar 33 tahun. Nabi Isa diangkat dalam usia 33 tahun merupakan pendapat yang paling banyak dan paling masyhur di kalangan para ulama'.

Keempat, lisan mereka sangat fasih seperti lisan Rasulullah SAW, Beliau adalah nabi serta rasul pilihan yang dianugerahi dengan lisan yang paling fasih di antara semua manusia.

8. Penghuni Surga Tak Meludah, Tak Kencing, Tak Berak, Tak Beringus, dan Keringatnya Harum Seperti Misik

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Surat Waqiah ayat 38, juga dikutib sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah ra :

أَوَّلُ زُمْرِةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى ضَوْءٍ أَشَدُّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِى السَّمَاءِ إِضَاءَةً، لَا يَبُوْلُوْنَ وَلَا يَتَغَوُّطُوْنَ وَلَا يَتْفِلُوْنَ وَلَا يَتَمَخَّطُوْنَ، أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَمَجَامِرُهُمُ الْأَلُوَّةُ وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُوْرُ الْعِيْنُ، أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهُمْ أٓدَمُ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِى السَّمَاءِ

"Golongan pertama memasuki surga seperi bentuk bulan di malam purnama, orang-orang (golongan) selanjutnya dalam hal sinar yaitu lebih bersinar daripada bintang yang berkilau di langit, mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak beringus. Sisir-sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah misik (kasturi), tungku mereka adalah kayu bakar yang wangi, istri-istri mereka adalah bidadari, fisik-fisik mereka berdasarkan fisik satu orang seperti bentuk bapak mereka yaitu Nabi Adam, yaitu 60 dzira' di langit ".

9. Pakaian Penghuni Surga Berubah Warna 70 Kali Setiap Satu Jam

Dalam sebuah khobar di dalam Kitab Daqoiqu Akhbar bab 46 dijelaskan :

أنّ أهل الجنة يكون على كلّ واحد منهم سبعون حلة تتلون فى كلّ ساعة سبعون لونا

"Sesungguhnya penghuni surga, setiap seorang dari mereka mengenakan 70 pakaian yang dapat berubah warna sebanyak 70 warna dalam setiap satu jam".

10. Penghuni Surga Selalu Bertambah Tampan Kian Hari

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46, Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan khobar :

والذي أنزل الكتاب على نبيّه انّ أهل الجنة يزدادون كلّ يوم جمال وحسنا كما يزدادون فى الدنيا شبابا وهرما

"Demi Dzat yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada nabi-Nya, sesungguhnya penghuni surga akan semakin bertambah indah dan tampan di setiap harinya sebagiaman mereka bertambah muda dan pikun (tua) di dunia".

11. Penghuni Surga Memiliki Kekuatan 100 Kali Lipat

Melanjutkan khobar dari poin ke 10 di atas :

يعطى الرجل قوّة مائة فى الاكل والشرب والجماع

"Orang laki-laki diberikan kekuatan 100 kali lipat di dalam makan, minum, dan jimak (menggauli istri)"

12. Penghuni Surga Menggauli Istri Tanpa Mengeluarkan Mani

Melanjutkan khobar dari poin ke 11 dan 12 :

فيجامعها كما يجامع أهله فى الدنيا حقبا والحقب ثمانون سنة لا منّى ولا منيّة وكلّ يوم يجد مائة طعام

"Lalu ia menggauli istrinya sebagaimana ia menggauli istrinya di dunia selama satu huqub, satu huqub adalah 80 tahun, tanpa mani (man laki-laki) dan tanpa maniah (mani wanita). Dan setiap hari ia mendapati 100 makanan".

Para ulama' sendiri berbeda pendapat dalam memaknai "huqub", ada yang mengatakan 80 tahun seperti di atas, ada yang mengatakan 4.000 tahun, dan lainnya.

13. Burung Surga Mengajukan Diri Untuk Dimakan

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 46 dijelaskan sebuah khobar dari Sahabat Ibnu Abbas ra : Ketika kekasih Allah memakan buah-buahan surga yang ia inginkan, lalu ia menginginkan untuk menyantap makanan, maka Allah SWT memerintahkan para pelayan surga untuk menyuguhi makanan. 

Mereka pun datang dengan membawa 70 talam (wadah makanan besar) dan 70 hidangan dari mutiara dan yaqut. Di setiap hidangan terdapat 1.000 piring emas, Allah SWT berfirman :

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ

"Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya" (Az-Zhuhruf : 71).

Kekasih Allah itu pun memakan hidangan dari piring-piring manapun yang ia inginkan. Nah, ketika ia sudah merasa kenyang, turunlah burung-burung surga yang besarnya seperti unta. Burung-burung itu kemudian membentangkan sayapnya di atas kepalanya lalu berkata, "Makanlah daging yang segar. Wahai kekasih Allah, aku demikian dan demikian ini, aku meminum air Salsabil, air kapur, dan aku dipelihara dari taman-taman surga".

Tergoda, kekasih Allah itu pun akhirnya ingin makan daging burung-burung itu. Lalu Allah SWT memerintahkan burung-burung itu untuk hinggap di atas hidangan manapun yang diiginkan oleh kekasih Allah itu. Jadilah burung-burung itu daging panggang yang lezat, ldan ia pun memakan dagingnya. Kemudian burung-burung itu dikembalikan seperti sedia kala dengan izin Allah SWT.

14 . Makanan Surga Tidak Dimasak Dengan Api, Logam, Atau Tukang Masak

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46 dijelaskan :

وفي كل صحفة ألوان من الطعام لم تمسه النار ولم يطبخه الطباخ ولم يعمل في قدور النجاس وغيره

"Di dalam setiap piring terdapat bermacam-macam makanan yang tidak tersentuh api, tidak dimasak oleh tukang masak, dan tidak dimasak di dalam periuk tembaga dan lainnya".

15. Tertulis di Kening "Mantan Penghuni Neraka"

Dikisahkan bahwa penghuni neraka yang telah terbebas dari neraka, maka di kening mereka tertulis "mantan penghuni neraka" (bahasa kasar) sebagai berikut :

هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ الرَّحْمٰنِ مِنَ النَّارِ

"Mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan Allah Yang Maha Pengasih dari dalam neraka".

Meskipun pada akhirnya mereka berdoa kepada Allahh SWT agar tulisan itu dihilangkan karena takut dibully oleh penghuni surga yang lebih dulu dan Allah SWT pun mengabulkannya. Baca kisahnya di sini : Kisah Umat Nabi SAW Wiridan di Dalam Neraka.

Wallahu a'lam bis showab,

Selasa, 23 Februari 2021

Cara Trade Item Dota 2 Tanpa Add Friend

Item-item Dota 2 merupakan item-item yang biasa digunakan oleh para pemain baik dipakai pada hero, courier, map, creeps, tower, dan lainnya. Tentu saja item-item tersebut bisa difungsikan agar performa penampilan terlihat lebih menarik, karena sebagian item memiliki efek yang keren, khususnya item-item yang mahal. 

Selain itu, memainkan game Dota 2 tanpa menggunakan item biasanya kurang dirasa kurang berkesan. Apalagi bagi para pemain Dota 2 yang mempunyai banyak item akan terlihat sebagai pemain yang kaya. Ya, meskipun memang penampilan item tidak bisa mempengaruhi skill bermain, yang jelas semua itu hanya bisa dirasakan kerennya bagi mereka yang gemar memainkan game Dota 2.

Nah, item-item dalam game Dota 2 sendiri bukan hanya bermanfaat untuk menambah performpa penampilan saja, tetapi juga ada hal lain yang tidak kalah menariknya. Item-item itu bisa diperjualbelikan secara online yang mana kita mengenalnya dengan istilah "Trade".

Sebagian besar item-item Dota 2 memang bisa diperjualbelikan di situs Steam, tetapi banyak juga pemain Dota 2 yang melakukan trade secara langsung di dalam game. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga bisa melakukan trade di situs-situs penjualan item game.

Berbicara mengenai trade item Dota 2, pastinya akan berhubungan dengan "Add Friend" atau menambah teman. Ini memang sudah menjadi aturan dalam game Dota 2 dan situs steam bahwa pemain bisa melakukan trade item jika sudah saling menjalin pertemanan.

Sedangkan untuk melakukan "Add Friend" atau menambah teman, maka akun steam tidak boleh limited atau dibatasi. Ya kita tahu memang bahwa game Dota 2 terkoneksi dengan situs Steam, sehingga untuk memainkan game ini secara online butuh login terlebih dahulu ke akun steam dan itu juga berlaku untuk melakukan berbagai macam trade.


Cara Trade Item Dota 2 Tanpa Add Friend

Meskipun demikian, situs Steam mendukung para pengguna untuk bisa melakukan trade tanpa harus menambah pertemanan. Hal semacam ini biasanya banyak ditemukan di situs-situ penjualan item game, jadi setiap pemain yang ingin membeli item tidak harus "add friend". 

Adapun untuk melakukan trade item Dota 2, maka syaratnya adalah akun Steam tidak boleh limited atau dibatasi. Sedangkan cara melakukan trade item tanpa menambah teman adalah sebagai berikut ini :


Langkah Pertama : Pastikan Profile dan Inventory Tidak Private

Untuk melakukan trade item di steam tanpa harus menambah teman, maka pastikan profila akun dan inventory disetting untuk publik dan tidak diprivasi. Adapun cara bisa dilihat seperti langkah di bawah ini :

1. Klik nama akun Steam di menu atas

2. Klik Profile 

3. Klik Edit Profile 

4. Klik Privacy Settings

5. Ubah pengaturan My Profile menjadi Public

6. Ubah pengaturan Inventory menjadi Public.


Langkah Kedua : Buat Trade Offers

Langkah selanjutnya adalah kamu harus membuat "trade offers"lalu membagikan link tradenya. Adapun caranya adalah sebagai berikut ini :

1. Klik nama akun Steam di menu atas

2. Klik Inventory

3. Klik Trade Offers

4. Pilih menu "Who can send me Trade Offers ?"

5. Scroll ke bawah sampai Third-Party Sites, share link pada kolom di bawahnya

Nah, jika sudah bagikan link yang sudah dicopy ke pemain lain (baik yang berteman atau tidak berteman), misalnya ke pesan email, media sosial, situs penjualan item game, dan lain sebagainya.


Cara Menerima Item Dota 2 Dari Link Trade

Link trade tersebut bisa dibuka oleh orang yang juga memiliki akun steam, baik akun yang tidak limited atau akun yang masih limited (minimal 15 hari sesudah steam guard diaktifkan setelah membuat akun baru walau akunnya masih limited).

Jika link trade tersebut dibuka maka ia bisa memilih item tradable yang ia inginkan, caranya :

1. Buka link trade tersebut

2. Pilih game Dota 2 (di bawah menu Your Inventory)

3. Pilih Their Inventory

4. Klik kiri 2 kali pada item yang ingin dibeli

5. Centang "Click here to confirm trade contents"

6. Klik Make Offers.

Tunggu dari pihak pengirim link trade untuk konfirmasi bahwa trade item telah diterima dan secara otomatis akan muncul pemberitahuan trade telah berhasil dan item sudah ada di halaman inventory.


Cara Konfirmasi Trade Offers

Jika ada orang yang ingin membeli item, maka secara otomatis akan muncul pemberitahuan di akun steammu, lalu lakukan langkah-langkah di bawah ini :

1. Klik nama akun di pojok kanan atas

2. Klik New Trade Notification

3. Klik Respond to Offers (di bawah kolom item yang ditrade)

4. Centang "Confirm trade contents"

5. Klik Yes, This is a Gift.

6. Klik Accept Trade

7. Konfirmasi trade di aplikasi steam pada smartphonemu

Nah, jika sudah, maka item akan terkirim secara otomatis ke pembeli item. Tetapi jika kamu ingin mengurungkan tradenya, maka cukup klik Decline Trade.


Untuk lebih jelasnya, kamu bisa tonton video tutorialnya di bawah :

Kamis, 11 Februari 2021

Kisah Wafatnya Guru Abu Mansur Al-Maturidi

Kisah Wafatnya Guru Abu Mansur Al-Maturidi

Abu Mansur Al-Maturidi merupakan seorang ulama' besar ahli ilmu kalam, yang mana pemikiran beliau mengenai aqidah ilmu kalam memiliki pengaruh besar dalam faham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, khususnya di Indonesia sendiri.

Berkaitan dengan ini, ada sebuah kisah menarik di sini. Tetapi sebelum diulas mengenai kisah tersebut, maka ada sebuah hadits qudsi yang berkaitan dengan kisah yang akan dipaparkan nanti, yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah SAW bersabda :

انّ اللّٰه تعالى ينظر الى وجه الشيخ صباحا ومساء ويقول يا عبدي قد كبر سنّك ورقّ جلدك ودقّ عظمك واقترب أجلك وحان قدومك اليّ فاستحى منّي فأنا أستحيى من شيبتك أن أعذّبك فى النار

"Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur melihat wajah orang yang sudah tua di waktu pagi dan sore, lalu Dia berkata, "Wahai hamba-Ku, telah tua umurmu, telah tipis kulitmu, telah rapuh tulangmu, telah dekat ajalmu, dan telah tiba waktu kedatanganmu pada-Ku, maka malulah kepada-Ku karena sesungguhnya aku pun malu (tidak tega) karena ubamu (usia tuamu) untuk menyiksamu di dalam neraka".

Kisah Wafatnya Guru Abu Mansur Al-Maturidi

Ketika telah dekat wafatnya guru Abu Mansur Al-Maturidi, pada waktu itu guru beliau sedang dalam keadaan sakit tua di usia 80 tahun, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau berdua.

Suatu hari, gurunya memanggil Syekh Abu Mansur Al-Maturidi lalu menyuruhnya untuk mencari seorang budak berusia 80 tahun dan belum dimerdekakan oleh pemiliknya.

Syekh Abu Mansur Al-Maturidi pun segera pergi untuk mencari seorang budak berusia 80 tahun yang masih dalam status menjadi budak. Beliau mencoba untuk bertanya kepada orang-orang perihal budak sedemikan rupa itu, namun orang-orang berkata, "Bagaimana bisa kamu akan menemukan seorang budak yang berusia 80 tahun sedangkan ia masih berstatus sebagai seorang budak dan belum juga dimerdekakan ?".

Setelah mencarinya kemana-mana, Syekh Abu Mansur Al-Maturidi masih belum mendapatkan seperti apa yang diminta oleh gurunya. Akhirnya beliau pun pulang, menemui gurunya, dan menceritakan apa yang sudah dikatakan orang-orang setiap kali beliau bertanya.

Mendengar perkataan Syekh Abu Mansur Al-Maturidi, gurunya itu pun bersujud meletakkan kepalanya di atas tanah sembari bermunajah, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya makhluk tidaklah menanggung kemuliaannya tatkala budaknya berumur 80 tahun dengan masih berstatus sebagai budak budak, tetapi ia akan memerdekakannya. Lalu aku telah mencapai umur 80 tahun, maka bagaimanakah Engkau tidak memerdekakanku dari api neraka, sedangkan Engkau adalah Dzat Yang Maha Mulia, Maha Pemurah, Maha Agung, Maha Pengampun, lagi Maha Menerima Syukur".

Seketika itu pula, Allah SWT memerdekakan guru Syekh Abu Mansur Al-Maturidi. Beliau wafat dalam keadaan khusnul khatimah sesaat setelah bermunajah karena begitu indahnya ia bermunajah kepada-Nya.

Sumber : Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, Hadits 3

Karya : Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfuri

Connect