Kisah Nabi Ilyas Mendapatkan Kehidupan Abadi Sampai Hari Kiamat

Kisah Nabi Ilyas Mendapatkan Kehidupan Abadi Sampai Hari Kiamat

Hidup manusia di dunia, sangatlah dibatasi oleh waktu sampai kematian menjemput. Berbeda dengan golongan malaikat dan jin yang mana keduanya dianugerahi Allah SWT umur yang panjang, kehidupan manusia lebih pendek dan singkat, hanya terbatas dalam hitungan tahun.

Namun, ada beberapa pengecualian khusus yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba yang Dia kehendaki. Mereka memiliki umur panjang dan hidup sampai dunia berada di ambang hari kehancuran yaitu hari kiamat.

Salah satu manusia yang akan kita ambil hikmah dari kisahnya adalah Nabiyullah Ilyas as. Beliau dianugerahi Allah SWT umur panjang dan mampu hidup sampai kelak hari kiamat ditegakkan. Lalu, bagaimana kisah Beliau ? berikut ini adalah kisah Nabi Ilyas as ketika Malaikat Maut datang menjemput :

Diceritakan pada suatu hari, Nabiyullah Ilyas as sedang duduk. Tiba-tiba datanglah Malaikat Maut untuk mencabut nyawa beliau. Melihat kedatangan tamu tak diundang, Sang Pencabut Nyawa, Nabiyullah Ilyas as merasa gelisah, sedih, dan menangis dengan kencang.

Malaikat Maut pun bertanya kepada Nabiyullah Ilyas as, “Apa yang membuatmu bersedih dan menangis wahai nabi Allah ? Apakah kamu bersedih karena dunia atau karena kematian ?”.

Nabiyullah Ilyas as pun menjawab sembari menangis, “Tidak, aku bersedih karena aku kehilangan kesempatan untuk berdzikir kepada Allah. Padahal kaum sesudahku, mereka berdzikir dan mengingat Allah sedangkan aku tidak bisa lagi berdzikir dan mengingat-Nya”.

Kemudian Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada Malaikat Maut, “Janganlah kamu mencabut nyawanya karena sesungguhnya dia meminta kehidupan untuk dirinya demi tetap melanggengkan dzikir kepada-Ku. Tinggalkan dia wahai Malaikat Maut, sehingga dia bisa hidup untuk berdzikir kepada-Ku dan membuana di dalam taman-taman munajah kepada-Ku sampai akhir dunia”.

Akhirnya, Malaikat Maut pun pergi meininggalkan Nabiyullah Ilyas as. Dan hingga sampai saat ini, Nabiyullah Ilyas as masih hidup dalam kemegahan dzikir kepada Allah SWT sampai hari kiamat di tegakkan. Beliau berada di tempat yang tidak diketahui dan disadari orang kecuali hamba yang dikehendaki-Nya.

Sumber : Kitab Durrotun Nashihin, Bab Bayanu Alamil Maut (Penjelasan Tentang Pedihnya Kematian)
Penulis : Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khoubawi.
Tanggapan :