Pengertian dan Contoh Hadits Muallaq

Pembagian Hadits Dari Segi Gugurnya Rawi

Salah satu hadits yang tergolong dhaif (lemah) di mana hadits ini tidak cukup untuk dijadikan dasar dan pedoman adalah hadist muallaq. Untuk itulah, di sini ada beberapa penjelasan singkat mengenai pengertian dan contoh hadits muallaq :

Pengertian Hadits Muallaq (الْحَدِيْثُ الْمُعَلَّقُ)
Menurut bahasa, muallaq berasal dari kata allaqa "عَلَّقَ" yang berarti menggantungkan, muallaq berarti sesuatu yang digantungkan.

Sedangkan menurut istilah, Hadits Muallaq adalah hadits yang di dalam sanadnya terdapat satu rawi atau lebih yang gugur secara berurutan, meskipun jalur sanad lain terdapat rawi yang gugur atau tidak.

Dari pengertian tersebut, maka kita bisa memberikan kesimpulan singkat bahwa sebuah hadits yang di dalam rantai sanadnya terdapat satu rawi yang tidak disebutkan (gugur) maka hadits demikian itu disebut hadits muallaq.

Demikian juga jika sebuah hadits dengan matan yang sama, namun dalam satu jalur sanad memiliki rantai rawi lengkap dan sambung kepada Nabi SAW, sedangkan dalam jalur sanad lainnya terdapat rawi yang gugur atau tidak disebutkan, maka hadits tersebut juga disebut sebagai hadits muallaq. Hadits versi ini memang rawinya sengaja digugurkan atu tidak disebutkan, biasanya adalah hadits riwayat Imam Bukhari atau Imam Muslim.

Contoh Hadits Muallaq :

اللهُ اَحَقُّ اَنْ يُسْتَحْيٰى مِنْهُ مِنَ النَّاسِ
"Allah lebih berhak dijadikan tempat merasa malu ddaripada manusia". (HR. Abu Dawud No. 3501, Tirmidzi No. 2718)
  1. Sanad dalam riwayat dari Imam Abu Dawud, dari Abdullah bin Maslamah, dari ayahnya (Maslamah), dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari kakeknya, dari Nabi SAW.
  2. Sanad dalam riwayat dari Imam Tirmidzi, dari Ahmad bin Mani', dari Muadz bin Muadz dan Yazid bin Harun, dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari kakeknya, dari Nabi SAW.
  3. Namun, Imam Bukhari dalam riwayatnya menggugurkan beberapa rawi dan langsung tersambung dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya (Hakim), dari kakeknya, dari Nabi SAW.
Lihat skema contoh berikut ini :

Kedudukan Hadits Muallaq
Hadits Muallaq merupakan hadits yang dihukumi dhaif, sehingga kekuatan untuk dijadikan sebagai dasar dan pedoman sangatlah lemah. Namun, ada beberapa pengecualian jika hadits muallaq tersebut yang terdapat di dalam kitab-kitab kumpulan hadits shahih, maka hadits tersebut masih dihukumi shahih, seperti hadits muallaq yang terdapat di dalam Kitab Shahihain, yaitu Kitab Shahih Bukhari dan Kitab Shahih Muslim.

Imam Bukhari dan Imam Muslim memang terkadang menggugurkan rawi di dalam rawi sanad sebuah hadits yang diriwayatkan. Menurut para ahli hadits, hadits demikian itu masih tergolong muttashil (tersambung), kecuali Ibnu Hazm Ad-Dhahiri yang mengatakan hadits tersebut tetap tergolong munqathi’(terputus).

Nah, adapun kedudukan hadits muallaq yang tertulis di dalam kitab yang shahih, misalnya Kitab Shahih Bukhari atau Kitab Shahih Muslim, maka tentu hadits tersebut masih memiliki kedudukan tinggi sebagai hadits shahih, sehingga sangat boleh menjadikan hadits tersebut sebagai dasar dan pedoman.

Baca lebih lanjut :
Persamaan dan Perbedaan Hadits Muallaq, Munqathi' dan Mu'dhal
Kumpulan Materi Ilmu Hadits.
Tanggapan :