Adab dan Tata Krama Kepada Kerabat

Adab dan Tata Krama Kepada Kerabat

Kerabat merupakan orang-orang yang masih memiliki nasab keluarga dengan kita, baik itu kerabat dekat maupun kerabat jauh. Dalam salah satu ayat, Allah SWT berfirman :
وَآتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهُ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا
"Dan berikanlah kepada kerabat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros". (Al-Isra : 26)

Untuk itulah, sebagai muslim yang berakhlaq baik maka ada beberapa adab dan tata krama yang penting untuk diperhatikan dalam hubungan kekerabatan :

1. Sayangi dan Jangan Menyakiti Hati Mereka
Seperti yang sudah diulas di atas bahwa kerabat adalah orang yang masih memiliki ikatan nasab keluarga. Jadi, sudah sepatutnya untuk menyanyangi mereka sebagaimana kita menyayangi keluarga kita. Dari perasaan sayang inilah maka akan terdorong dalam diri kita untuk tidak menyakiti hati mereka, baik dengan perkataan mapun dengan perbuatan.

2. Menghormati dan Menghargai Adanya Perbedaan
Tentu saja dalam setiap hubungan pastinya tidak akan luput dari sebuah perbedaan, baik perbedaan pendapat, status sosial, faham, organisasi, dan lains sebagainya. Namun, perbedaan tersebut hendaklah disikapi dengan saling menghormati dan saling menghargai satu sama lainnya.

3. Mengalah Lebih Baik Daripada Memicu Permusuhan
Tak khayal, terkadang perbedaan tersebut mencapai puncak di mana muncul sebuah perselisihan yang sulit ditemui jalan keluarnya. Untuk itulah, sikap yang baik adalah mengalah, dan meskipun kita selalu disakiti oleh mereka dalam waktu yang lama. Karena mengalah bukan berarti kalah, tetapi sejatinya adalah kemenangan untuk tidak memicu adanya permusuhan.

4. Meminta Maaf dan Memaafkan
Ketika kita memiliki sebuah kesalahan terhadap salah satu kerabat, maka hendaklah bersegera untuk meminta maaf. Begitu juga halnya, jika mereka meminta maaf, maka maafkanlah kesalahan mereka meskipun kadang itu dirasa cukup berat.

5. Jangan Membuka Aib Mereka
Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan keluputan. Namun, untuk menyikapi kekurangan dan keluputan itu hendaknya tidak mengumbar aib seseorang kepada orang lainnya. Karena demikian itu akan membuatnya sakit hati sehingga terjadi jurang pemisah dalam hubungan.

Dalam salah satu potongan hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللّٰهُ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ
"Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah SWT akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat".

6. Senantiasa Bersikap Rendah Hati
Sebagai upaya menghormati kerabat, handaklah kita senantiasa bersikap tawaddlu' (merendahkan diri) ketika berinteraksi dengan mereka. Sebaliknya, membanggakan diri atau menyombonginya akan menyakiti hatinya, sehingga akan menimbulkan kerancauan dalam hubungan kekerabatan.

7. Berusaha Membantu Mereka Semampunya
Agama islam memerintahkan umatnya untuk saling bantu membantu dalam masa kesusahan. Dengan demikian, maka kita pun hendaknya membantu kerabat yang sedang dalam kesusahan meskipun tanpa diminta bantuan. Adapun pahala bagi orang yang mau membantu orang lain tercermin dalam hadits riwayat Sahabat Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda :
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمـِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلاٰخِرَةِ، وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
"Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan di hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah SWT akan memudahkannya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah SWT menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah SWT selalu memberi pertolongan kepada hamba selama hamba itu memberi pertolongan kepada saudarnya".

8. Sering Berkunjung Untuk Mempererat Tali Kekerabatan
Berkunjung merupakan salah satu upaya untuk tetap menyambung tali kekeluargaan. Dalam salah satu hadits qudsi, Allah SWT berfirman :
يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعَالٰى : اَنَا الرَّحْمٰنُ وَهٰذِهِ الرَّحِمُ اِشْتَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اِسْمِيْ، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ
"Allah SWT berfirman : Aku adalah Dzat Yang Maha Pengasih. Dan kalimat "الرَّحِمُ" (sanak) ini (2), Aku mengambilnya dari nama-Ku sebagai sebuah nama (الرَّحْمٰنُ - Maha Pengasih). Maka barang siapa yang menyambung sanak maka Aku akan menyambungnya (menyambung rahmat-Ku) dan barang siapa yang memutuskan sanak maka aku memutuskannya (memutus rahmat-Ku)".

9. Mengundang dan Turut Datang Dalam Acara Kekeluargaan Tertentu
Jika kita hendak menyelenggarakan acara kekeluargaan, maka akan lebih baik jika mengundang beberapa kerabat dekat. Begitu juga halnya, jika mereka mengundang kita dalam acara kekeluargaan, maka hendaklah menyempatkan diri untuk menghadirinya. Semua itu adaah upaya agar mereka lebih merasa dihormati dan dihargai.

10. Mengirimi Makanan Kepada Mereka Saat Ada Acara Hajatan
Dalam masyarakat pedesaan di Jawa Timur, ada sebuah adat yang dikenal dengan istilah "cinjo" yaitu membagi-bagi makanan ketika ada sebuah acara hajatan keluarga kepada tetangga dan kerabat yang rumahnya tidak terlalu jauh. Tentu saja membagi-bagi makanan tersebut bertujuan untuk tetap menjaga hubungan agar tetap harmonis dan rukun.

11. Senantiasa Mendoakan Yang Terbaik Untuk Mereka
Yang terakhir sebagai adab dan tata krama kepada kerabat yang juga dibilang cukup penting adalah mendoakan mereka. Untuk itulah, jika kita hendak berdoa, misalnya seusai sholat, maka ikut sertakan pula kerabat-kerabat kita dalam doa.
Tanggapan :