Sejarah, Keutamaan, dan Terjemah Sholawat Asyghil

Sejarah, Keutamaan, dan Terjemah Sholawat Asyghil

Sholawat Asyghil merupakan sholawat yang populer dibaca oleh masyarakan Nahdliyyin di Indonesia, bahkan sholawat ini sering kali dilantunkankan dalam budaya "pujian" sebelum melaksanakan sholat berjamaah di kalangan warga Nahdliyyin pedesaan.

Lirik dan Terjemah Sholawat Asyghil
Adapun mengenai bentuk tulisan sholawat asyghil dan terjemah Bahasa Indonesia, maka bisa dilihat seperti berikut ini :
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ، وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta'dhim kepada Baginda kami, Nabi Muhammad. Sibukkanlah orang-orang yang dhalim dengan orang-orang dhalim lainnya. Keluarkanlah kami di antara mereka (orang-orang dhalim) dalam keadaan selamat. Semoga (rahmat) terlimpahkan juga kepada keluarga Nabi SAW dan sahabat beliau, semuanya".

Hikmah dan Keutamaan Sholawat Asyghil
Jika dilihat dari makna pada setiap kalimatnya, sholawat asyghil memiliki hikmah dan keutamaan yang besar jika dibaca. Sholawat ini adalah sebuah permohonan kepada Allah SWT melalui washilah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya agar :
  1. Allah SWT menyibukkan orang-orang yang dhalim dengan orang-orang dhalim lainnya
  2. Allah SWT memberikan keselamatan dan kesejahteraan di antara umat islam dari apa yang telah diperbuat oleh orang-orang dhalim.
Sholawat ini sangatlah cocok dibaca dan dijadikan wirid kala kondisi umat islam dalam keadaan susah dan beratnya kesulitan yang disebabkan oleh orang-orang yang dhalim. Orang-orang dhalim di sini bisa berarti :
  1. Orang-orang non islam yang sengaja ingin menghancurkan dan memecah belah persatuan kaum muslimin
  2. Orang-orang islam yang sengaja berbuat buruk kepada orang-orang islam lainnya. 
Jadi, wajar saja jika pada sekitar 3 tahun belakangan ini, sholawat asyghil merebak dan sangat populer di seluruh masyarakan Indonesia. Salah satu alasannya adalah doa dan permohonan kepada Allah SWT dari rekayasa gerakan-gerakan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang bertujuan untuk mendirikan negara khilafah di Indonesia.

Sejarah Sholawat Asyghil
Menurut situs laduni(dot)id, sholawat ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh Imam Ja'far Shodiq (tahun 83 H - 148 H atau 702 M - 765 M), yang merupakan keturunan Rasulullah SAW generasi kelima, di mana pada saat itu umat islam sedang dalam kondisi yang memprihatikan karena adanya konflik politik di masa akhir kekhalifahan Bani Umayyah (tahun 661 M – 750 M) dan awal masa kekhalifahan Bani Abbasiyah (tahun 132 H – 656 H atau 750 M – 1258 M). Dalam konflik tersebut terjadi puncak di mana banyak sesama muslim saling bunuh membunuh dan bantai membantai yang dilatarbelakangi oleh konflik politik dan kesukuan.

Kemudian, sholawat ini dihimpun di dalam Kitab Al-Kawakib Al-Mudhi’ah fi Zikris Shalah ala Khairil Bariyyah oleh Habib Ahmad bin Umar Al-Hinduan (wafat tahun 1.122 H), sehingga banyak pula yang mengenal sholawat asyghil dengan sebutan sholawat Habib Ahmad bin Umar Al-Hinduan.

Sedangkan pada masa orde baru, sholawat asyghil ini pernah populer di daerah Jakarta, yang dipopulerkan oleh Al-Maghfurlah KH Abdullah Syafi'i (wafat tahun 1.406 H), seorang ulama' betawi dan juga pengasuh Pesantren As-Syafi'iyyah.

Wallahu a'lam bis showab

Baca juga : Kumpulan Lirik dan Terjemah Lagu Sholawat.