Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Hikmah dan Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah - Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang mulia bagi umat Islam, bukan hanya karena di dalam Bulan ini terdapat Hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah), Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), dan Hari Raya Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijjah) saja, tetapi ternyata ada begitu banyak keistimewaan, fadhilah, sekaligus keutamaannya.


Hikmah dan Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Adapun hikmah, faidah, kemuliaan, dan keistimewaan yang terkandung dalam bulan mulia ini, yaitu Bulan Dzulhijjah, maka sebenarnya semua itu lebih condong terdapat pada 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah :

1. Bulan Dzulhijjah Adalah Bulan Penuh Sejarah

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa Bulan Dzulhijjah merupakan bulan mulian yang penuh sejarah bagi umat islam, di mana pada bulan ini terdapat Hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah), Hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), dan Hari Raya Idul Adha (tanggal 10 Dzulhijjah) yang terkait dengan sejarah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Baca selengkapnya : Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail.

2. Allah SWT Bersumpah Demi 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Fajr ayat 1-5 :

وَالْفَجْرِ، وَلَيَالٍ عَشْرٍ، وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ، وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ، هَلْ فِيْ ذَٰلِكَ قَسَمٌ لِذِيْ حِجْرٍ

"(1) Demi fajar (2) Dan malam yang sepuluh (3) Dan yang genap dan yang ganjil (4) Dan malam bila berlalu (5) Pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal".

Pada Surat Al-Fajr ayat 2 di atas, Allah SWT bersumpah dengan menyebut waktu mulia-Nya, yaitu malam kesepuluh. Para ulama' memberikan penafsiran yang berbeda, di antaranya adalah tanggal 10 Bulan Dzulhijjah dan 10 hari terakhir Bulan Ramadhan.

Namun, dalam Kitab Durrotun Nashihin, Majlis ke-72, dijelaskan bahwa Surat Al-Fajr ayat 2 tersebut menunjukkan isim nakiroh yang berfungsi sebagai ta'dhim (penghormatan) terhadap waktu tersebut, sedangkan susunan Idhofah pada ayat 2 tersebut menunjukkan makna bahwa waktu itu adalah 10 malam (10 hari pertama Bulan Dzulhijjah).

Dari beberapa penafsiran pada Surat Al-Fajr ayat 2 tersebut, Allah SWT bersumpah dengan menyebut 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, sumpah tersebut jelaslah menunjukkan bahwa 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah merupakan waktu yang dimuliakan untuk umat islam.

3. Dianjurkan Untuk Berpuasa

Sebagian ulama' berpendapat bahwa :

من صام هذه الأيام أكرمه الله تعالى بعشرة أشياء : البركة في عمره والزيادة في ماله والحفظ في عياله والتفكر لسيئاته والتضعيف لحسناته والتسهيل لسكرات موته والضياء لظلمات قبره والتثقيل لميزانه والنجاة من دركاته والصعود على درجاته

"Barang siapa yang berpuasa di hari-hari ini (10 hari pertama Bulan Dzulhijjah), maka Allah SWT akan memuliakannya dengan 10 perkara : keberkahan di dalam umurnya, bertambah hartanya, terjaga keluarganya, mampu bertafakkur (berpikir-pikir) akan kesalahan-kesalahannya, tidak mengingat-ingat kebaikan-kebaikannya, kemudahan bagi sakaratul mautnya, cahaya akan menerangi kegelapan kuburnya, diberatkan timbangan amal kebaikannya, selamat dari keterpurukannya, dan naik derajatnya".

4. Bulan Dzulhijjah Adalah Bulan Pilihan Allah SWT

Dalam riwayat lain dijekaskan :

إن الله اختار من السنة ثلاث عشرات : العشر الأخير من رمضان لما فيه من بركات ليلة القدر، وعشر الأضحى لما فيه من يوم التروية ويوم عرفة والأضحى والتلبية والحج وأنواع المناسك

"Sesungguhnya Allah SWT memilih 13 hari dalam setahun yaitu : (Pertama) 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan karena di dalamnya terdapat keberkahan malam Lailatul Qadar, dan (Kedua) 3 hari di Bulan Dzulhijjah karena di dalamnya terdapat Hari Tarwiyah, Hari Arafah, Harai Raya Idul Adha, ucapan talbiyah, haji, dan bermacam-macam manasik haji".

5. Beribadah di 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah Sangat Dicintai Allah SWT

Dalam riwayat dari Sahabat Ibnu Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ اَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا اَحَبُّ اِلَى اللّٰهِ تَعَالٰى مِنْ هٰذِهِ الْاَيَّامِ : يَعنِيْ اَيَّامِ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ، قَالُوْا : وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ؟ قَالَ : وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِذَلِكَ

"Tidak ada hari-hari di mana amal sholeh di dalamnya lebih dicintai Allah Ta'ala melebihi hari-hari ini (yakni 10 hari Bulan Dzulhijjah). Para Sahabat bertanya "Dan tidak berjuang di jalan Allah ?". Rasulullah SAW menjawab, "Dan tidak berjuang di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar membawa diri dan hartanya kemudian dia tidak kembali dengan demikian itu".

Sedangkan dalam riwayat Sahabat Abu Hurairoh ra, Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ اَيَّامٍ اَحَبُّ اِلَى اللّٰهِ تَعَالٰى اَنْ يُعْبَدَ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِى الْحِجَّةِ يُعْدِلُ صَوْمُ كَلِّ يَوْمٍ مِنْهَا صِيَامَ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا قِيَامَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah saat Dia disembah di dalamnya melebihi 10 hari Bulan Dzulhijjah, puasa setiap harinya menyamai puasa setahun dan setiap qiyamul lailnya (sholat malam) menyamai qiyamul lail di Malam Lailatul Qodar".

Dalam hadist yang lain, Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ اَيَّامٍ الْعَمَلُ فِيْهَا اَفْضَلُ مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ، فَقِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ وَلَا رَمَضَانُ ؟ فَقَالَ : بَلِ الْعَمَلُ فِيْ رَمَضَانَ اَفْضَلُ وَلٰكِنْ هٰذِهِ الْاَيَّامَ حَرَّمْتُهُنَّ اَعْظَمُ

"Tidak ada hari-hari di mana amal di dalamnya lebih utama melebihi 10 hari Bulan Dzulhijjah. Kemudian dikatakan, "Wahai Rasulullah, dan tidak Bulan Ramadhan ?". Rasulullah SAW pun menjawab, "Ya, amal di Bulan Ramadhan lebih utama, tetapi hari-hari ini (10 hari Bulan Dzulhijjah) aku memuliakannya lebih besar".

Dalam sebuah khobar dikisahkan, sesungguhnya Nabi Musa pernah bermunajah kepada Allah, "Wahai Tuhanku, aku telah berdoa kepada-Mu tetapi Engkau tidak mengabulkannya, maka ajarilah aku suatu amalan yang mana aku berdoa kepadamu dengan amalan itu (agar doaku Engkau kabulkan) ?".

Kemudian Allah SWT memberikan wahyu, "Wahai Musa, ketika telah masuk 10 hari Bulan Dzulhijjah, maka ucapkanlah La ilaha illallah, aku akan mendatangkan hajatmu". 

Nabi Musa pun berkata, "Wahai Tuhanku, semua hamba-hamba-Mu mengucapkannya".

Allah SWT berkata, "Wahai Musa, barang siapa mengucapkan La ilaha illallah di hari-hari ini (10 hari Bulan Dzulhijjah) sekali saja, jika 7 langit dan 7 bumi diletakkan di neraca timbangan dan kalimat La ilaha illallah di neraca timbangan lainnya, maka maqolah ini (La ilaha illallah) akan berat dan mengungguli 7 langit dan 7 bumi, semuanya".

6. Setiap Hari Dalam 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Memiliki Keutamaan Masing-Masing

Fadhilah dan keutamaan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah selanjutnya didasarkan pada hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Abbas. Namun, karena hadist terlalu panjang, maka kesimpulan hadist tersebut sebagaimana berikut ini :

Hari pertama Bulan Dzuhijjah adalah hari di mana Nabi Adam diampuni dosanya. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan mengampuni dosanya.

Hari kedua Bulan Dzulhijjah adalah hari di mana Allah SWT mengabulkan doa Nabi Yunus as, kemudian Dia mengeluarkannya dari perut ikan Nun. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka ia seperti beribadah kepada Allah SWT selama setahun tanpa melakukan maksiat sekedip mata pun.

Hari ketiga Bulan Dzulhijjah adalah hari di mana Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakariyyah as. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan mengabulkan doanya.

Hari keempat Bulan Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Isa as. Barang siapa berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan menghilangkan darinya mara bahaya dan kefakiran. Dan ketika hari kiamat, dia berkumpul bersama Malaikat Safarotul Bariroh (malaikat pencatat amal) yang mulia.

Hari kelima Bulan Dzulhijjah adalah hari kelahiran Nabi Musa as. Barang siapa berpuasa di hari ini, maka dia akan terbebas dari sifat nifaq (munafiq) atau terbebas dari siksa kubur.

Hari Keenam Bulan Dzulhijjah adalah hari di mana Allah membuka kebaikan untuk nabi-Nya. Barang siapa berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan menatapnya dengan pandangan rohmat sehingga dia tidak akan disiksa sesudah itu selama-lamanya.

Hari Ketujuh Bulan Dzulhijjah adalah hari di mana Allah SWT menutup pintu-pintu Neraka Jahannam dan tidak membukanya sampai lewat hari kesepuluh Bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan menutup 30 pintu kesusahan baginya dan membukan 30 pintu kemudahan baginya.

Hari Kedelapan Bulan Dzulhijjah adalah hari yang disebut dengan nama Hari Tarwiyah. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan memberinya pahala yang tidak ada yang mengetahui pahala itu kecuali Allah SWT.

Hari kesembilan Bulan Dzulhijjah adalah hari yang disebut dengan nama Hari Arafah. Barang siapa yang berpuasa di hari ini, maka Allah SWT akan melebur dosa-dosa setahun lalu dan dosa-dosa setahun yang akan datang. Hari ini juga merupakan hari di mana Allah menurunkan Surat Al-Maidah ayat 3 :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيْنًا

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu".

Hari kesepuluh Bulan Dzulhijjah adalah hari raya kurban. Barang siapa yang mau berkurban ternak di hari ini, maka dari awal setiap tetes darah ternak yang disembelih, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan keluarganya. Barang siapa yang memberi makan dan bershodaqoh dengan daging ternak itu kepada orang-orang mukmin, maka Allah SWT akan membangkitkannya di hari kiamat dalam keadaan aman dan timbangan amal kebaikannya lebih berat daripada Gunung Uhud.

7. Kalimat Tahlil Adalah Kalimat Paling Utama Diucapkan Di Bulan Dzulhijjah

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW pernah bersabda :

اَفْضَلُ مَا قُلْتُ اَنَا وَمَا قَالَ الْانْبِيَاءُ قَبْلِيْ فِيْ هٰذِهِ الْايَّامِ الْعَشَرَةِ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

"Ucapan paling utama yang aku ucapkan dan yang diucapkan oleh para nabi sebelumku di kesepuluh hari ini adalah "Tiada tuhan selain Allah, hanya Dia semata, tidak ada sekutu bagi-Nya"".

Wallahu a'lam bis showab,

Sumber : Kitab Durrotun Nashihin, Majlis 72 : Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Penulis : Syekh Ustman bin Hasan bin Ahmad As-Syakiri Al-Khoubawi