Hukum Bacaan Al Ma'rifat, Idgham Syamsiyah dan Idzhar Qomariyah

Hukum Bacaan Al Ma'rifat, Idgham Syamsiyah dan Idzhar Qomariyah

Hukum bacaan al ma'rifat merupakan salah satu hukum bacaan di dalam ilmu tajwid yang juga perlu untuk diperhatikan, baik pengertian, huruf-hurufnya, dan cara membacanya. Karena mau tidak mau, hukum bacaan ini adalah hukum bacaan yang sudah dirumuskan oleh para ulama' ahli qiraah sebagai bentuk adab dan tata krama dalam memurnikan bacaan Al-Qur'an.


Mengapa Dinamakan Hukum Bacaan Al Ma'rifat

Hukum bacaan Al Ma'rifat memiliki kaitan erat dengan ilmu nahwu, meskipun ini adalah ilmu tajwid. Pasalnya, di dalam ilmu nahwu, setiap kalimat isim yang didahului dengan alif dan lam (al - اَلْ), sudah bisa dipastikan bahwa kalimat itu adalah isim ma'rifat. Jadi, sekali lagi, isim yang ada "al"-nya adalah isim ma'rifat, itulah mengapa hukum bacaan ini dinamakan dengan istilah al ma'rifat (اَلْ مَعْرِفَةْ).


Pembagian Hukum Bacaan Al Ma'rifat

Hukum bacaan Al Ma'rifat sendiri telah dibagi menjadi 2 macam oleh para ulama' ahi qiraah, yaitu :

  1. Idgham Syamsiyah (إِدْغَامْ شَمْسِيَّةْ)
  2. Idzhar Qomariyah (إِظْهَارْ قَمَرِيَّةْ).

Untuk lebih detailnya tentang kedua bacaan tersebut, silahkan simak penjelasan singkat di bawah ini.


1. Hukum Bacaan Idgham Syamsiyah

Menurut istilah, "Idgham" artinya memasukkan, sedangkan "Syamsiyah" artinya sebangsa matahari.

Adapun menurut istilah, Idgham Syamsiyah adalah apabila ada al ta'rif (ada juga yang menyebut lam ta'rif) bertemu dengan salah satu dari 14 huruf hijaiyah di bawah ini :

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن

Contohnya :

Contoh Sebab

السَّمَاءُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf sin

الطَّلَاقُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf tho'

النَّمْلُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf nun

الشُّكْرُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf syin

الدَّافِعُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf dal

Cara membacanya adalah dengan memasukkan ke-14 hurufnya ke dalam huruf lam dari al ta'rif, sehingga para ulama' ahli qiraah menuliskan harakat tasydid untuk memudahkan pembacaan hukum bacaan idgham syamsiyah. Jadi, harakat tasydid di sini merupakan ciri khas bacaan idgham syamsiyah dibandingkan dengan bacaan idzhar qomariyah nanti.


2. Hukum Bacaan Idzhar Qomariyah

Menurut istilah, "Idzhar" artinya memperjelas atau menampakkan jelasnya, sedangkan "Qomariyah" artinya sebangsa bulan.

Adapun menurut istilah, Idzhar Qomariyah adalah apabila ada al ta'rif (ada juga yang menyebut lam ta'rif) bertemu dengan salah satu dari 14 huruf hijaiyah di bawah ini :

أ ب ج ج خ ع غ ف ق ك م و ه ي

Contohnya :

Contoh Sebab

الْمَكَانُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf mim

الْجَمَاعَةُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf jim

الْبَقَرَةُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf ba'

الْعَيْنُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf ain

الْقَمَرُ

Ada al ta'rif bertemu dengan huruf qof

Cara membacanya adalah harakat sukun pada lam dari al ta'rif harus dibaca jelas, tanpa adanya idgham (memasukkan). Berbeda dengan bacaan Idgham Syamsiyah, baik penulisan maupun cara membacanya, sukun pada lam dari al ta'rif adalah jelas (tidak ada tasydid atau mengidghamkan).


Catatan Penting :

Hukum bacaan Al Ma'rifat (Idgham Syamsiyah dan Idzhar Qomariyah) hanya berlaku jika ada al ta'rif (ada yang menyebut lam ta'rif) bertemu dengan isim, coba lihat penjelasan di bawah ini :

اَلْ + سَمَاءٌ = السَّمَاءُ

اَلْ + مَكَانٌ = الْمَكَانُ

Berbeda jika kalimatnya seperti di bawah ini :

اَلْزَمَ - اَلْفٌ

Meskipun kedua contoh tersebut terdapat alif dan lam (al), tetapi al itu merupakan satu kesatuan kalimat. Jadi, tidak dimasukkan ke dalam hukum bacaan Al Ma'rifat (Idgham Syamsiyah dan Idzhar Qomariyah).

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton videonya di bawah ini :