Hukum Bacaan Mad Thabi'i dan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Thabi'i dan Contohnya

Hukum Bacaan Mad Thabi'i - Mad thabi’i merupakan hukum bacaan paling dasar dalam mempelajari ilmu tajwid. Bahkan, hukum bacaan mad thabi’i sangatlah perlu untuk lebih ditekankan di awal-awal belajar membaca Al-Qur’an bagi setiap pemula.

Mengapa ? tentu saja karena hukum bacaan mad thabi’i merupakan hukum bacaan yang paling banyak di dalam Al-Qur’an dibanding hukum-hukum bacaan tajwid lainnya, seperti hukum nun mati dan tanwi, hukum mim mati, gunnah, dan lainnya.

Sehingga, hal ini dirasa sangat penting untuk lebih diperhatikan dan memberi tekanan sebagai pondasi awal dalam belajar ilmu tajwid. Pasalnya, kebanyakan kesalahan dalam membaca Al-Qur’an adalah masalah panjang pendek hurufnya, khususnya bagi para pemula dalam belajar membaca Al-Qur’an.

Apabila kesalahan panjang pendek bacaan dalam Al-Qur'an tidak diperhatikan, maka sudah pasti akan mengubah makna kalimat-kalimat dalam setiap ayat yang dibaca. Jadi, mad thabi’i menjadi hukum bacaan permulaan dalam mempelajari dan mengajarkan ilmu tajwid.


Hukum Bacaan Mad Thabi’i

Sebagai mana yang telah disinggung di atas, dalam upaya mempelajari dan mengajarkan dasar ilmu tajwid, hukum mad thabi’i menempati posisi yang paling penting. Untuk itu, di sini ada beberapa hal pokok yang perlu diketahui dalam hukum bacaan mad thabi’i:

1. Pengertian Hukum Bacaan Mad Thabi’i

Nah, adapun pengertian hukum mad thabi'i, baik secara bahasa maupun secara istilah, maka bisa disimak lebih lanjut pada keterangan di bawah ini:

Apabila ditinjau dari segi bahasa, "mad" (الْمَدُّ) berarti panjang, sedangkan "thabi’i" (الطَّبِيْعِى) berarti sebangsa watak, tabiat, atau karakter.

Sedangkan apabila ditinjau dari segi istilah, hukum bacaan "mad thabi’i" (الْمَدُّ الطَّبِيْعِى) dikategorikan ke dalam ada 3 kreteria di bawah ini:

  1. Apabila ada harakat fathah bertemu dengan huruf alif
  2. Apabila ada harakat kasroh bertemu dengan huruf ya’ mati (ya’ disukun)
  3. Apabila ada harakat dhommah bertemu dengan wawu mati (wawu disukun).

Nah, bisa dikatakan pula bahwa setiap bacaan panjang di dalam Al-Qur’an adalah bacaan mad thabi’i atau bersumber dari hukum bacaan mad thabi’i, yang mana setiap bacaan panjang yang dinisbatkan pada hukum mad thabi’i disebut dengan istilah mad far’i.

2. Contoh Hukum Bacaan Mad Thabi'i

Tabel berikut ini merupakan contoh-contoh bacaan mad thabi’i yang dapat kamu lihat dan kamu pelajari:

LafadzSebabCara Membaca

مَالِكِ

fathah bertemu alifmaaliki

فِيْ

kasrah bertemu ya' matifii

كُلُوْا

dhommah bertemu wawu matikuluu

Adapun contoh bacaan mad thabi'i di dalam ayat Al-Qur'an, misalnya perhatikan teks berwarna merah pada potongan Surat Al-Baqarah ayat 32 berikut ini:

قَالُوْا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا

3. Panjang Hukum Bacaan Mad Thabi'i

Sebagaimana namanya yaitu mad yang artinya panjang, maka hukum mad thabi’i wajib dibaca panjang. Panjang hukum bacaan mad thabi’i  adalah 1 alif atau 2 harakat.


Mengapa Dinamakan Mad Thabi'i?

Hukum bacaan ini dinamakan dengan istilah "Mad" karena memang cara membacanya harus dipanjangkan. Sedangkan istilah "Thabi'i" yang berarti sebangsa watak, tabi'at, atau karakter yang menunjukkan bahwa hukum bacaan ini adalah karakter atau watak asli dari semua hukum mad, tidak kurang dan tidak pula lebih.

Artinya, semua bacaan mad (seperti mad aridl lissukun, mad iwadl, mad badal, dan lain sebagainya) merupakan cabang dari hukum mad thabi'i dan selalu ada kaitannya dengan hukum mad thabi'i.

Inilah mengapa hukum mad thabi'i juga dikenal dengan istilah lain yaitu "Mad Asli" (مد أصلى), sebagaimana para ulama' ahli qiraah membagi hukum mad menjadi 2 bagian, yaitu mad asli (mad thabi'i) dan mad far'i.

Hukum mad thabi’i adalah pokok dari semua hukum mad, sedangkan hukum mad far’i adalah cabang dari hukum bacaan mad thabi’i. Untuk lebih jelasnya mengenai keduanya, silahkan baca artikel berikut: Macam-Macam Hukum Bacaan Mad Dalam Ilmu Tajwid.


Kesimpulan

Hukum bacaan mad thabi’i adalah pelajaran dasar yang harus diberikan pada setiap pemula dalam belajar membaca Al-Qur’an. Ini dikarenakan hukum mad thabi’i adalah hukum yang paling banyak ditemukan di dalam bacaan Al-Qur’an dan hampir kebanyakan kesalahan membaca Al-Qur’an adalah masalah panjang dan pendek bacaannya.

Hukum bacaan mad thabi’i dikategorikan dalam 3 bagian, yaitu apabila ada fathah bertemu alif, ada dlommah bertemu wawu mati, dan ada kasrah bertemu ya’ mati. Panjang bacaan mad thabi’i sendiri adalah 1 alif atau sekitar 2 harakat.

Baca selengkapnya: Kumpulan Materi Ilmu Tajwid.