Pengertian dan Pembagian Waqaf Dalam Ilmu Tajwid

Dalam ilmu tajwid, kita mengenal istilah “waqaf dan washal” yang lebih banyak ditemui pada huruf-huruf kecil yang berada di atas, baik di tengah kalimat maupun di akhir kalimat dalam Al-Qur’an. Dari keduanya, ada perbedaan yang cukup mencolok yang harus kita diperhatikan dalam membaca Al-Qur’an agar dapat meminimalisir kesalahan bacaan. Berikut adalah pengertiannya :


Pengertian Washal (وَصَلْ)

Washal berarti sambung atau terus


Pengertian Waqaf (وَقَفْ)

Waqaf berarti berhenti. Namun, untuk mengetahui tentang bacaan waqaf lebih lanjut maka perlu diperhatikan tentang pembagian waqaf sebagai berikut ini :

Baca juga : 9 Cara Membaca Kalimat Yang Diwaqafkan Dalam Ayat Al-Qur'an.


Pembagian Waqaf Dalam Ilmu Tajwid

Jika dilihat dari sudut pandang baik dan tidaknya cara berhenti ketika membaca Al-Qur’an, maka waqaf dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :

1. Waqaf Tam (وَقَفْ تَامّ)

Menurut bahasa “tam” berarti sempurna. Sedangkan menurut istilah adalah waqaf (berhenti) pada kalimat yang tidak berkaitan dengan kalimat sesudahnya dan kalimat sebelumnya, baik berkaitan dengan lafadz maupun maknanya.

Contoh waqaf pada akhir Surat Al-Baqarah ayat 5 :

أُولَٰئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Waqaf pada kalimat “الْمُفْلِحُوْنَ” dinamakan waqaf tam karena kalimat itu merupakan :

  • Kalimat penutup dari segi lafadz karena berada di akhir ayat.
  • Kalimat penutup dari segi maknanya karena ayat 1 – 5 Allah SWT menjelaskan orang-orang mukmin, kemudian pada ayat 6 dan seterusnya Allah SWT mengalihkan penjelasan tentang orang-orang kafir.

2. Waqaf Kaf (وَقَفْ كَافْ)

Menurut bahasa “kaf” artinya cukup. Sedangkan menurut istilah adalah waqaf (berhenti) pada kalimat yang tidak berkaitan dengan kalimat sesudahnya dan kalimat sebelumnya, dari segi lafadz, tidak dari segi maknanya.

Contoh pada akhir Surat Al-Baqarah ayat 4 :

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ

Waqaf pada kalimat “يُوْقِنُوْنَ” dinamakan waqaf kaf karena kalimat itu merupakan :

  • Kalimat penutup dari segi lafadz karena berada di akhir ayat
  • Bukan kalimat penutup dari segi makna karena pada lafadz “أُولَٰئِكَ” (lihat ayat 5 di atas) masih merujuk pada kalimat “لِلْمُتَّقِيْنَ” (lihat ayat 2 Surat Al-Baqarah).

3. Waqaf Hasan (وَقَفْ حَسَنْ)

Menurut bahasa “hasan” berarti baik dan bagus. Sedangkan menurut istilah adalah waqaf (berhenti) pada kalimat yang masih berkaitan dengan kalimat sesudahnya dan kalimat sebelumnya, dari segi lafadz, dengan syarat kalimat tersebut adalah kalimat sempurna.

Contoh waqaf pada Surat Al-Baqarah ayat 5 :

أُولَٰئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Waqaf pada kalimat “مِنْ رَّبِّهِمْ” dinamakan waqaf hasan karena kalimat itu menunjukkan kalimat yang sempurna tetapi masih berkaitan dengan kalimat sesudahnya (lihat ayat 5 di atas).

4. Waqaf Qabih (وَقَفْ قَبِيحْ)

Menurut bahasa “qabih” berarti buruk. Sedangkan menurut istilah adalah waqaf (berhenti) pada kalimat yang belum sempurna, di mana kalimat itu masih berkaitan dengan kalimat sesudahnya dan kalimat sebelumnya, baik dari segi lafadz maupun makna.

Contoh waqaf pada Surat Al-Baqarah ayat 5 :

أُولَٰئِكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Yaitu waqaf pada kalimat “أُولَٰئِكَ” atau “عَلٰى هُدًى”, kalimat tersebut masih belum sempurna makna dan lafadznya.

Baca juga : Kumpulan Hukum Bacaan Dalam Ilmu Tajwid.