Manfaat dan Peran Penting Belajar Ilmu Hadits

Ilmu hadits merupakan sebuah disiplin ilmu yang di dalamnya mempelajari tentang semua hal ihwal mengenai hadits, baik sumber hadits itu sendiri maupun kualitas hadits dari segi sanad dan matannya. Sebenarnya, ilmu hadits terbagi menjadi 2 macam yaitu Ilmu Hadits Dirayah (Ilmu Musthalah Hadits) dan Ilmu Hadits Riwayah.

Sebagai seorang muslim, tentunya kita sangat yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa kedudukan hadits sangatlah tinggi dan mulian dalam agama islam, yaitu sebagai sumber dan dasar hukum kedua setelah Al-Qur'an. Nah, dari sinilah ada berbagai macam peran penting dan manfaat dalam mempelajari ilmu hadits :


Manfaat Memperlajari Ilmu Hadits Diraya (Ilmu Musthalah Hadits)

Adapun manfaat dan peran penting ilmu hadits dirayah atau yang lebih dikenal dengan ilmu musthalah hadits, maka beberapa poin berikut ini akan menjelaskannya :

1. Mengetahui Kualitas Hadits

Dalam ilmu hadits riwayat (ilmu musththalah hadits) kita akan belajar mengenai berbagai macam hadits yang disepakati oleh para ulama' hadits mengenai diterima atau ditolaknya hadits tersebut. Ya, tentu saja ini berkaitan dengan kualitas hadits itu sendiri, baik hadits shahih, hadits hasan, maupun hadits dhaif.

Baca lebih lanjut : Pengertian Hadits Shahih, Hadits Hasan, dan Hadits Dhaif.

2. Mengetahui Kualitas Sanad dan Matan Hadits

Dari pengertian ilmu hadits dirayah (ilmu mushthalah hadits) sebagaimana link paling atas, maka kita akan mengetahui bagaimana gambaran mengetahui disiplin ilmu ini yaitu mempelajari tentang seluk beluk hadits yang berkaitan dengan kualitas sanad dan matannya.

3. Mengetahui Bagian dan Macam-Macam Hadits

Para ulama' ahli hadits telah merumuskan macam-macam hadits yang dilihat dari segi yang berkaitan dengan hadits, baik kualitas matan, kualitas sanadnya, jenis-jenis riwayatnya, dan shighat dalam meriwayatkannya. Semua itu dapat diketahui jika kita mau belajar tentang ilmu hadits ini.

4. Mengetahui Keadaan Para Rawi

Dengan mempelajari ilmu hadits dirayah (ilmu mushthalah hadits), maka kita akan mengetahui beberapa keadaan rawi, apakah rawinya adalah seorang yang dhabit, adil, ataukah tidak keduanya.

5. Menjaga Kemurnian Kalimat Hadits

Salah satu peran penting terwujudnya ilmu hadits dirayah (ilmu mushthalah hadits) adalah menjaga kemurnian hadits dari segalam macam yang tidak bersumber dari Nabi Muhammad SAW. Pasalnya, banyak kelompok atau individu yang mengada-ada dalam membuat hadits palsu.


Manfaat Mempelajari Ilmu Hadits Riwayah

Adapun manfaat dan peran penting ilmu hadits riwayah, maka beberapa poin berikut ini akan menjelaskannya :

1. Mengetahui Perbedaan Hadits Dari Sumbernya

Dengan mempelajari ilmu hadits riwayat, maka sesungguhnya kita juga belajar mengenai perbedaan dan macam-macam hadits yang  ditinjau dari sumbernya, yaitu Rasulullah SAW. Adapun perbedaannya, maka ada hadits qouliyah, hadits fi'liyah, hadits taqririyah, dan hadits sifat.

Baca lebih lanjut : Pengertian dan Macam-Macam Hadits (Qouliyah, Fi'liyah, Taqririyah dan Sifat).

2. Mengetahui Makna Utama Dalam Sebuah Hadits

Dalam ilmu hadits riwayah, kita pun akan belajar mengenai isi dan makna yang terkandung dalam sebuah hadits, yaitu makna kontekstual yang paling ditekankan dalam mengamalkan sebuah hukum dalam hadits. Tentu saja, untuk mengetahui sebuah makna kontekstual dalam sebuah hadits, perlu diperkuat dengan hukum-hukum dalam hadits lain dan beberapa pendapat ulama'.

3. Mampu Menqiyaskan Hukum Dalam Sebuah Hadits Dengan Pemikiran Bijak dan Dinamis

Selain mengetahui makna kontekstual dalam sebuah hadits, mempelajari ilmu hadits riwayah dapat menumbuhkan pemikiran secara dinamis dalam memaknai sebuah hadits. Sehingga, sebuah hukum dalam diqiyaskan (disamakan) dari beberapa riwayat dan maqolah yang saling menguatkan.

4. Tidak Menafsiri Hadits Dengan Pemikiran Yang Keliru

Nah, terkait melanjutkan pembahasan pada poin kedua dan ketiga di atas, maka sudah jelas bahwa salah satu manfaat dan peran penting mempelajari ilmu hadits riwayah adalah mencegah pemikiran yang keliru dalam memaknai sebuah hadits.

5. Mengamalkan Isi Kandungan Hadits Secara Tepat

Dalam perkembangan agama islam, banyak kelompok yang mengaku sebagai "ahlus sunnah", namun prilaku dan amalan mereka cukup menyimpang dari sunnah. Ya, misalnya saja kelompok yang melarang berziarah kubur bahkan melarang berziarah makam Nabi Muhammad SAW, kelompok radikal yang anti non-muslim seolah melarang berhubungan sosial dengan non-muslim, kelompok yang dengan mudahnya mengkafirkan, membid'ahkan, dan mengklaim sesat pada seseorang, dan lain sebagainya.

Salah satu penyebabnya adalah mereka lebih cenderung berdasar pada satu atau dua hadits saja, memaknai hadits dari segi tekstual, dan memaknai hadits dengan pemikiran yang keliru. Padahal, kita hidup dalam keadaan yang nyaman, di mana penafsiran hukum-hukum dalam berbagai macam hadits seudah dinyatakan oleh para ulama' yang ahli dalam pendapatnya, baik pada masa dulu hingga saat ini.

6. Menentukan Titik Temu Hukum Pada Dua Hadits Yang Bertentangan

Kita mengetahui bahwa ada beberapa perbedaan pendapat di kalangan para ulama', mereka tentu saja tidak menyatakan sebuah hukum berdasarkan pemikiran pribadi, tetapi salah satunya berdasarkan dari hadits-hadits yang berbeda hukumnya. Dengan demikian, untuk menyikapi perbedaan tersebut kita bisa mengambilnya sebagai sebuah hikmah yaitu mengikuti salah satu pendapat ulama' yang berkesesuaian dengan kondisi pribadi, lingkungan, budaya, dan semacamnya.

Baca juga : Hadits Palsu "Perselisihan Umat Adalah Rahmat", Bolehkah Mengamalkannya ?.

7. Menjaga Kemurnian Makna Hadits

 Nah, dengan mengetahui keenam manfaat mempelajari ilmu hadits riwayat di atas, maka tentu saja hal penting lainnya adalah menjaga kemurnian makna hadits dari pemikiran-pemikiran yang cenderung bersifat kaku.