3 Macam Orang Yang Mati Syahid

3 Macam Orang Yang Mati Syahid

Mendengar kata-kata mati syahid, tentu yang ada dalam benak dan pikiran kita adalah mereka orang-orang yang gugur dalam peperangan di jalan Allah SWT. Namun, jangan salah sangka dulu, karena dalam beberapa riwayat baik berupa hadist maupun maqolah ulama', banyak sekali jenis orang yang mati syahid. Untuk itulah di sini ada macam orang yang mati syahid :

Pertama, Syahid Dunia
Syahid dunia adalah orang yang mendapatkan kemuliaan dari orang-orang lain secara umum sewaktu mereka meninggal dunia, baik golongan muslim maupun non-muslim, sedangkan kemuliaan itu sendiri hanya berlangsung di dunia saja. Misalnya kematian para artis, para pejabat terkenal, dan lainnya, berita kematian mereka tentu akan langsung menyebar, baik melalui media online maupun offline. Mereka masih disanjung dan dikenang oleh banyak fans dan para penggemar tentunya, inilah kemuliaan di dunia yang mereka dapatkan.

Namun, adapun masalah setelah kematian, baik hal-hal yang berkaitan dengan alam kubur dan alam akhirat nanti, maka semua itu tergantung pada bagaimana Allah SWT memberi rohmat dan maghfiroh-Nya atau tidak, hanya Allah SWT yang megetahuinya. Mereka diperlakukan sama dengan orang-orang umum di alam kubur dan alam akhirat nanti.

Kedua, Syahid Akhirat
Dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa orang yang mati syahid akhirat akan mendapatkan kemuliaan di dalam kubur, terbebas dari siksa, fitnah, dan minimal mendapatkan keringanan siksa kubur.

Namun, adapun masalah yang berkaitan dengan akhirat, maka mereka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing, semua itu tergantung pada bagaimana Allah SWT memberi rohmat dan maghfiroh-Nya atau tidak, hanya Allah SWT yang megetahuinya. Adapun macam-macam orang syahid akhirat adalah sebagai berikut ini :

Dalam Kitab Nashoihul Ibad yang ditulis oleh Imam Nawawi Al-Banteni, pada maqolah ke-9, Bab 7, Rosulullah SAW bersabda :
الشَّهَادَةُ سَبْعَةٌ سِوَى الْمَقْتُوْلِ فِيْ سَبِيلِ اللّٰهِ : الْمَبْطُوْنُ شَهِيْدٌ وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيْدٌ وَالْمَطْعُوْنُ شَهِيْدٌ وَالْحَرِيقِ شَهِيْدٌ وَالْمَيِّتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيْدٌ وَالْمَرْأَةُ الَّتِيْ مَاتَتْ عَنِ الْوِلَادَةِ شَهِيدٌ
"Orang-orang yang mati syahid ada tujuh selain orang yang terbunuh di jalan Allah, yaitu orang yang mati karena sakit perut adalah syahid, orang yang mati karena tenggelam adalah syahid, orang yang mati karena perjalanan jauh (karena tujuan baik) adalah syahid, orang yang mati karena penyakit tha'un (wabah menular) adalah syahid, orang yang mati karena terbakar adalah syahid, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid".

1. Orang Yang Mati Karena Sakit Perut
Orang yang mati karena sakit perut, misalnya karena penyakit muntaber, disentri, dan lain-lain. Mereka tergolong sebagai orang yang mati syahid akhirat.

2. Orang Yang Mati Karena Tenggelam
Orang yang mati disebabkan ia tenggelam di dalam air, baik di laut, di sungai, atau karena banjir, maka ia tergolong orang yang mati syahid akhirat.

3. Orang Yang Mati Dalam Perjalanan Jauh Karena Tujuan Baik
Orang yang melakukan perjalanan jauh demi tujuan yang baik, ia menempuh perjalanan jauh, kehabisan bekal, kekurangan makanan dan minuman, dan akhirnya meninggal, maka ia mati dalam keadaan syahid akhirat.

4. Orang Yang Mati Karena Penyakit Tha'un
Penyakit tha'un merupakan penyakit yang serupa dengan wabah yang sangat menular, seperti penyakit flu burung, penyakit SARS, dan lainnya, maka ia mati dalam keadaan syahid akhirat.

5. Orang Yang Mati Karena Terbakar
Orang yang mati dalam keadaan terbakar, baik karena kesengajaan orang lain atau tidak, maka ia mati dalam keadaan syahid akhirat.

6. Orang Yang Mati Karena Tertimpa Reruntuhan
Orang yang mati karena tertimpa reruntuhan bangunan, tanah longsor, dan lainnya, juga tergolong orang yang mati syahid akhirat.

7. Wanita Yang Mati Paska Karena Melahirkan
Wanita yang mati pada saat melahirkan atau sesaat sesudah melahirkan, maka ia juga tergolong mati syahid akhirat.

8. Orang Yang Mati di Hari Jum'at
Hari Jum'at dalam perhitungan islam dimulai pada Hari Kamis setelahwaktu ashar sampai Hari Jum'at pada waktu ashar, waktu setelah ashar pada Hari Jum'at sudah tergolong hari Sabtu. Orang yang mati pada waktu itu, maka ia tergolong orang yang mati syahid akhirat.

Pasalnya, sangat jarang dijumpai orang yang meninggal dunia pada hari itu, Jum'at adalah hari yang diistimewahkan oleh Allah SWT untuk umat Rosulullah SAW, sehingga orang yang meninggal pada hari itu mendapatkan berkah dari keistimewaan Hari Jum'at.

Rosulullah SAW bersabda sesuai yang termaktub dalam Kitab Lubabul Hadist yang ditulis oleh Al-Hafidz Jalaluddin Abdur Rohman bin Abu Bakar As-Suyuthi, Bab 10 :
مَنْ مَاتَ يَوْمَ الجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَتَهَا رُفِعَ عَنْهُ عَذَابُ الْقَبْرِ
Barang siapa meningga dunia pada hari Jum’at atau malamnya, maka dihilangkan darinya siksa kubur”.

9. Orang Yang Mati Dalam Keadaan Rindu Berat
Rindu pada seorang kekasih merupakan sebuah hal yang sangat berat, ia menjaga rindunya dari hal-hal yang buruk, ia menahan dan menyimpan rindu itu tanpa harus mengungkapkannya, lalu ia meninggal dunia, maka ia mati dalam keadaan syahid akhirat. Dalam salah satu hadist, Rosulullah SAW bersabda :
مَنْ عَشَقَ فَعَفَّ فَكَتَمَ فَمَاتَ فَهُوَ شَهِيْدٌ
"Barang siapa rindu berat, ia menahannya, ia menyimpannya, lalu ia mati, maka ia mati syahid"

10. Orang Yang Mati Dalam Keadaan Suci Dari Hadast
Dalam salah satu riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda :
مَنِ نَامَ عَلَى الْوُضُوْءِ فَاَدْرَكَهُ الْمَوْتُ فِيْ تِلْكَ اللَّيْلَةِ فَهُوَ عَنْدَ اللهِ شَهِيْدٌ
"Barang siapa tidur dalam keadaan mempunyai wudlu, kemudian kematian menjemputnya di malam itu, maka dia di sisi Allah adalah orang yang mati syahid".

Ketiga, Syahid Dunia Akhirat
Hakekat sejati mati syahid adalah mati dalam peperangan semata-mata demi memperjuangkan dan meluhurkan kalimat atau agama Allah SWT. Dia memberikan kemuliaan yang begitu besar bagi mereka, para syuhada', yang tak diberikan kepada makhluk-makhluk lainnya.

Baca selengkapnya : 5 Kemuliaan Para Syuhada' Yang Tak Dimiliki Para Nabi.

Mati syahid seperti inilah yang menjadikan mereka terbebas dari siksa dan finah kubur, bahkan di akirat kelat mereka akan mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT memasuki surga tanpa hisab, sebagaimana Allah SWT berfirman :
وَمَنْ يُقَاتِلْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ أَجْرًا عَظِيْمًا
"Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar" (An-Nisa' : 74).

Catatan Penting :
Jangan memaknai jihad dan syahid dengan makna yang sangat sempit, seolah semua orang non-muslim adalah musuh, bahkan sesama muslim yang tidak sepaham adalah musuh, sehingga dengan mudahnya menghalalkan darah mereka. Itu merupakan kebodohan yang tidak disadari. kita hidup dalam era perdamaian, bukan di era peperangan. Jadikan Indonesia sebagai negara yang damai, saling menghormati dan menghargai sesama pemeluk agama islam dan pemeluk agama lain, damai itu indah. 
Tanggapan :