Syarat Kaidah I'lal Pertama dan I'lal Lafadz يَخْشَوْنَ

Syarat Kaidah I'lal Pertama dan I'lal Lafadz يَخْشَوْنَ

Dalam Kitab Qawaidul I'lal, kaidah i'lal pada posting yang akan ditulis di bawah sebenarnya masih ada pada bab tentang kaidah i'lal yang ke-15. Namun, dalam posting ini, kaidah i'lal ini diterangkan dalam posting tersendiri. Ini dikarenakan untuk menyingkat banyaknya tulisan.


Baca selengkapnya : 

Kaidah I'lal 15, Lafadz مَصُوْنٌ dan Lafadz مَسِيْرٌ

Download Kitab Qawaidul I'lal dan Terjemah Lengkap.


Syarat-Syarat Kaidah I'lal Pertama

اِذَا تَحَرَّكَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ وَكَانَتْ مَا قَبْلَهُمَا مَفْتُوْحَةً اُبْدِلَتَا اَلِفًا نَحْوُ صَانَ وَبَاعَ، هٰذَا اِنْ كَنَتْ حَرْكَتُهُمَا اَصْلِيَّةً، فَاِنْ كَانَتْ عَارِضَةً لَمْ يُعْتَدَّ بِهَا نَحْوُ دَعَوُا الْقَوْمَ، وَاِنْ كَانَتَا غَيْرَ لَامِ الْفِعْلِ يُشْتَرَطُ اَنِ يَكُوْنَ مَا بَعْدَهُمَا غَيْرَ سُكُوْنٍ وَاِلَّا صُحِحَّتَا نَحْوُ بَيَانٍ وَطَوِيْلٍ وَخَوَرْنَقٍ، فَاِنْ كَانَتَا لَامًا وَجَبَ الْاِعْلَالُ مَالَمْ يَكُنِ السَّاكِنُ بَعْدَهُمَا اَلِفًا وَيَاءً مُشَدَّدَةً كَرَمَيَا وَعَلَوِيٍّ وَذٰلِكَ نَحْوُ يَخْشَوْنَ اَصْلُهُ يَخْشَيُوْنَ

Tatkala ada huruf wawu dan huruf ya' berharakat dan huruf sebelum keduanya difathah, maka keduanya diganti dengan huruf alif, contoh "صَانَ" dan "بَاعَ" (kaidah satu). Ini jika harakat keduanya adalah harakat asli. Jika harakatnya aridl (tidak asli), maka tidak diganti alif, contoh "دَعَوُا الْقَوْمَ". Jika keduanya bukan berupa lam fi'il, maka disyaratkan bahwa huruf sebelum keduanya bukanlah harakat sukun dan jika tidak maka kedunaya dishahihkan (tidak dii'lalkan), contoh "طَوِيْلٍ", "بَيَانٍ", dan "خَوَرْنَقٍ". Jika keduanya berupa lam fi'il, maka wajib dii'lal selama huruf mati sesudah kedunya tidak berupa huruf alif dan huruf ya' yang ditasydid seperti "رَمَيَا" dan "عَلَوِيٍّ", dan demikian itu (seperti) contoh "يَخْشَوْنَ" asalnya adalah "يَخْشَيُوْنَ".


Penjelasan :

Nah, kita mengetahui dari Kaidah I'lal 1 bahwa jika ada huruf wawu atau huruf ya' yang hidup (berharakat) yang terjatuh setelah huruf yang berharakat fathah, maka huruf wawu atau huruf ya' tersebut harus diganti menjadi huruf alif, contoh :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal
صَوَنَ
صَانَ
بَيَعَ
بَاعَ


Baca selengkapnya : Kaidah I'lal 1, Lafadz صَانَ dan Lafadz بَاعَ .


Perlu dicatat bahwa kaidah i'lal pertama di atas bisa berlaku dengan syarat-syarat seperti di bawah ini :

1. Harakat Wawu dan Ya' Adalah Harakat Asli

Kaidah i'lal pertama di atas hanya diperuntukkan jika harakat huruf wawu atau harakat huruf ya' adalah harakat asli, contohnya seperti contoh dua lafadz di atas.


2. Jika Harakat Wawu atau Ya' Tidak Asli Maka Tidak Diganti Alif

Namun, jika harakat huruf wawu atau harakat huruf ya' tidaklah asli, maka tidak perlu keduanya tidak perlu diganti menjadi huruf alif, contoh :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal
دَعَوْا الْقَوْمَ
دَعَوُا الْقَوْمَ


3. Jika Wawu atau Ya' Tidak Menempati Lam Fi'il, Maka Bisa Dii'lal Dengan Memenuhi Satu Syarat

Jika huruf wawu atau huruf ya' tersebut tidak menempati lam fi'il, maka lafadz tersebut bisa dii'lal dengan syarat adalah huruf setelahnya tidak berupa huruf mati. 

Jika huruf setelahnya adalah mati, maka huruf wawu atau huruf ya' tersebut disebut sebagai huruf shahih dan tidak perlu dii'lalkan. Contoh : 

بَيَانٍ - طَوِيْلٍ - خَوَرْنَقٍ


4. Jika Wawu atau Ya' Menempati Lam Fi'il, Sedangkan Huruf Setelahnya Disukun

Jika huruf wawu atau huruf ya' tersebut menempati lam fi'il, sedangkan huruf setelahnya adalah huruf mati (disukun) yaitu berupa huruf alif atau huruf ya' yang ditasydid, maka lafadznya tidak bisa dii'lal, contoh :

رَمَيَا - عَلَوِيٍّ


Jika yang mati itu bukan berupa huruf alif dan bukan pula berupa huruf ya' yanng ditasydid, maka lafadznya masih bisa di'ilal, contoh :

Lafadz Asli
Lafadz I'lal
يَخْشَيُوْنَ
يَخْشَوْنَ


I'lal Lafadz يَخْشَوْنَ (Yakhsya'una)

Lafadz "يَخْشَوْنَ" asalnya adalah lafadz "يَخْشَيُوْنَ" mengikuti wazan "يَفْعَلُوْنَ".

Berdasarkan Kaidah I'lal 1, pada lafadz يَخْشَيُوْنَ, ada huruf ya' yang berharakat yang jatuh setelah harakat fathah, maka huruf ya' itu harus diganti menjadi huruf alif sehingga menjadi lafadz يَخْشَاوْنَ.

Pada lafadz يَخْشَاوْنَ, ada dua huruf mati yang saling bertemu (iltiqous sakinain) yaitu huruf alif dan wawu, maka huruf alif dibuang sehingga menjadi lafadz يَخْشَوْنَ.

Jadi :

Lafadz Asli
Perubahan 1
Lafadz I'lal
يَخْشَيُوْنَ
يَخْشَاوْنَ
يَخْشَوْنَ


Tanggapan :