Pengertian dan Hikmah Iman Kepada Allah

Iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman yang pertama, juga pondasi hati yang paling utama yang harus dimiliki setiap muslim. Hukumnya adalah fardlu ain yang merupakan kewajiban bagi setiap manusia secara individu, sebagaimana Allah SWT telah berfirman :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلٰى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوْا بَلٰى شَهِدْنَا

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi"" (Al-A'raf : 172).

Dari ayat tersebut diketahui bahwa semua keturunan Nabi Adam as atau manusia telah membuat janji saat berada di alam kandungan bahwa ia akan beriman kepada Allah SWT sebagai Tuhannya. Namun, ketika manusia telah lahir ke dunia dan beranjak dewasa, mereka banyak melalaikan janji tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani" (HR. Bukhari - Muslim).

Untuk itulah, sebagai seorang muslim dan mukmin, kita pun harus lebih mengenal tentang pengertian dan hikmah iman kepada Allah yang akan dijelaskan sebagaiman penjelasan di bawah nanti.


Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Iman Kepada Allah SWT diartikan sebagai mempercayai serta meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan semua makhluk, Dia wujud (ada) dan Dia esa (satu), tiada yang dapat menyekutukan, menyamai, dan menyerupai-Nya. Demikian pula, Allah SWT memiliki 20 sifat-sifat wajib, 20 sifat-sifat mustahil, dan sifat jaiz bagi-Nya yang semuanya harus diketahui.

Allah SWT berfirman :

فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الْأَنْعَامِ أَزْوَاجًا ۖ يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ ۚ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

"(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat" (Asy-Syura : 11).

Allah SWT berfirman :

قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ، اللّٰهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ لَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

"Katakanlah : "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlas : 1-4).

Demikian di atas merupakan penjelasan singkat yang harus diketahui, diyakini, serta diimani oleh setiap muslim terkait pengertian iman kepada Allah.


Hikmah Iman Kepada Allah SWT

Adapun beberapa hikmah jika seseorang mau beriman kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa dan tiada yang menyekutukannya, maka berikut penjelasan singkatnya :

1. Terbebas Dari Siksa Api Neraka

Dalam Kitab Lubabul Hadits, Bab 5, tentang keutamaan iman dituliskan sebuah hadits sebagaimana berikut ini :

إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ أَمَرَ اللهُ تَعَالٰى بِأَنْ يَخْرُجَ مِنَ النَّارَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنَ اْلإِيْمَانِ

Tatkala penduduk surga memasuki surga dan penduduk neraka memasuki neraka, maka Allah Ta'ala memerintah untuk mengeluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya masih ada seberat dzarrah dari iman”.

Demikian adalah hikmah iman kepada Allah untuk yang pertama, di mana Allah SWT akan mengeluarkan para penghuni neraka yang di dalam hatinya masih terdapat iman meskipun iman itu berbobot sangat ringan sekalipun.

2. Mempunyai Arah dan Tujuan Hidup

Hakekat kehidupan di dunia ini bukanlah sekedar untuk main-main, sesuatu yang sia-sia, saling bermewah-mewahan dalam harta dan jabatan, dan lain sebagainya. Namun, ada kehidupan sejati yang telah menanti, yaitu kehidupan di akhirat. 

Dengan beriman kepada Allah SWT, maka hikmah yang dapat dipetik bahwa seseorang akan mempunyai arah dan tujuan hidup yaitu suatu saat ia akan kembali kepada-Nya dan memulai kehidupan yang kekal di akhirat. 

3. Lebih Tekun Dalam Beribadah

Bertolak dari poin 2 di atas, demikian itu akan mendorong diri untuk lebih giat dalam menjalankan perintah Allah SWT, senantiasa beristiqomah melakukan ibadah, dan menjauhi larangannya, sebagaimana Allah SWT berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (Adz-Dzariyat : 56).

3. Menyukuri Atas Semua Nikmat-Nya

Semua nikmat, rasa bahagia, kesehatan, rizki, dan semua yang dapat memberikan kenyamanan jiwa tentu saja datang dari Allah SWT. Dengan demikian, kita akan senantiasa bersyukur atas semua yang telah Dia berikan. Allah SWT berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (Ibrahim : 7).

4. Bersabar Atas Segala Macam Musibah

Begitu juga sebaliknya, semua kesedihan, musibah, masalah, kegelisahan, dan semua yang menjadikan hati tidak nyaman, tentu saja datang dari-Nya. Dengan beriman kepada-Nya, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih sabar dalam menerima ujian serta cobaan. Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" (Az-Zumar : 10).

Baca juga : 3 Macam Sabar Menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib.

5. Hidup Menjadi Tenang dan Tentram

Hikmah iman kepada Allah yang kelima adalah menjadikan hidup lebih tenang dan tentram. Ya, kita mengetahui bahwa kehidupan selalu dihadapkan pada dua perkara yaitu suka dan duka, senang dan sedih, bahagia dan gelisah, yang mana semuanya adalah ujian dan cobaan bagi setiap muslim.

Nah, dengan beriman kepada Allah SWT, maka kita akan mampu berpikir dan merenung bahwa semua yang ada di dunia adalah miliknya, serta semua ujian dan cobaan datang dari-Nya, sehingga kita akan dapat menyandarkan segala apapun masalah hidup hanya kepada-Nya.

6. Memperbanyak Tafakkur Tentang Ciptaan Allah SWT

Dengan menyakini serta mempercayai bahwa alam semesta dan isinya adalah makhluk Allah SWT, maka ini akan mendorong diri untuk memperbanyak bertafakkur (berpikir) tentang ciptaan Allah SWT. Alhasil, muncullah rasa kagum kepada Allah SWT dan bertambahlah pula keimanan kita. Rasulullah SAW sendiri sudah memerintahkan untuk menjadi pribadi yang suka bertafakkur tentang ciptaan Allah SWT :

تَفَكَّرُوْا فِيْ خَلْقِ اللّٰهِ وَلَا يَفَكَّرُوْا فِيْ ذَاتِ اللّٰهِ

"Bertafakkurlah di dalam ciptaan Allah dan jangan bertafakkur di dalam Dzat Allah".

7. Mencegah Diri Dari Maksiat Kepada Allah SWT

Salah satu hikmah beriman kepada Allah SWT adalah Dia Maha Melihat lagi Maha Mengetahui atas semua yang kita lakukan, baik terang-terangan maupun tersembunyi, jelas maupun samar, bahkan suara hati kita sekalipun. Demikian itu dapat mencegah kita untuk melakukan keburukan dan kemaksiatan. Allah SWT berfirman :

وَهُوَ اللّٰهُ فِى السَّمَاوَاتِ وَفِى الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُوْنَ

"Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan" (Al-An'am : 3).

Begitu juga, syetan adalah musuh Allah dan rasul-Nya, juga musuh orang-orang yang taat kepada-Nya. Keimanan kepada Allah SWT juga dapat membentengi diri dari godaan dan rayuan syetan untuk menjerumuskan hamba-hamba-Nya ke dalam lembah kemaksiatan. Allah SWT berfirman :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوْ حِزْبَهُ لِيَكُوْنُوْا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ

"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala" (Al-Fathir : 6).

Demikian di atas penjelasan singkat tentang pengertian dan hikmah iman kepada Allah. Semoga dapat menjadikan tambahan pengetahuan dan meningkatkan keimanan dalam hati kita.