Sejarah Hari-Hari Untuk Para Nabi dan Rasul

Sejarah Hari-Hari Untuk Para Nabi dan Rasul

Hari merupakan sesuatu yang pokok di mana semua orang menjadikannya sebagai patokan dalam mengetahui, menandai, dan menentukan waktu. Kita sendiri mengetahui secara pasti bahwa dalam seminggu ada tujuh hari yang di antaranya adalah Hari Ahad, Hari Senin, Hari Selasa, Hari Rabu, Hari Kamis, Hari Jum'at, dan Hari Sabtu.

Sedangkan jika dibahas dalam sisi agama islam menurut filosofi sejarahnya, siapa yang menyangka bahwa ketujuh hari tersebut memiliki keutamaan yang berkaitan dengan para nabi dan rasul beserta umatnya yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran serta keimanan kepada Allah SWT.

Hari-Hari Yang Dikhususkan Untuk Para Nabi dan Rasul

Dalam sebuah riwayat dari Imam Az-Zandusaty, dari Abu Mansur menjelaskan sebagai mana berikut ini:

1. Hari Sabtu Untuk Nabi Musa dan 50 Rasul

أَعْطَى اللّٰهُ تَعَالَى يَوْمَ السَّبْتِ لِمُوْسٰى وَلِخَمْسِيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah Ta'ala telah memberikan Hari Sabtu kepada Nabi Musa beserta 50 nabi dan rasul"

Dari riwayat tersebut, diketahui bahwa Allah SWT telah memberikan Hari Sabtu secara khusus untuk Nabi Musa as beserta 50 nabi dan rasul. Dengan demikian, Hari Sabtu merupakan hari yang juga menjadi hari penting bagi umat Nabi Musa. Inilah mengapa orang-orang yahudi menganggap bahwa Hari Sabtu menyimpan nilai-nilai kebebasan untuk mereka dan merupakan hari raya dalam seminggu.

2. Hari Minggu Untuk Nabi Isa dan 50 Rasul

أَعْطَى يَوْمَ الْاَحَدِ لِعِيْسٰى وَلِخَمْسِيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah SWT memberikan Hari Minggu untuk Nabi Isa bersama 50 nabi dan rasul"

Sedangkan Hari Minggu atau Hari Ahad diberikan kepada Nabi Isa as berserta 50 nabi dan rasul laiinya. Inilah alasan mengapa Hari Minggu merupakan hari spesial bagi umat kristen dalam seminggu. Di Indonesia sendiri, Hari Minggu ditetapkan sebagai tanggal merah yaitu hari libur, baik sekolah negeri, sebagian sekolah swasta, dan sebagian pekerjaan. Faktanya, Hari Minggu sebagai hari libur memang (sedikit banyaknya) ada keterkaitan dengan pengaruh budaya luar, karena Hari Minggu bukanlah hari spesial di dalam umat islam yang mana akan dijelaskan nanti.

3. Hari Senin Untuk Rasulullah SAW dan 63 Nabi

أَعْطَى يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ لِمُحَمَّدٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَلِثَلَاثٍ وَسِتِّيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah SWT memberikan Hari Senin kepada Nabi Muhammad SAW beserta 63 nabi dan rasul"

Sedangkan Hari Senin, dikhususkan kepada Rasulullah SAW beserta 63 nabi dan rasul. Inilah mengapa Rasulullah SAW sendiri lahir, pertama memperoleh wahyu, diutus menjadi rasul, dan wafat pada hari dan tanggal yang sama, yaitu Hari Senin. 

Dengan demikian, umat Rasulullah SAW disunnahkan untuk melakukan puasa sunnah pada setiap hari senin, sebagaimana ketika Sahabat Abu Qotadah Al-Anshari bertanya tentang puasa Hari Senin, Rasulullah SAW menjawab :

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيْهِ

"Hari itu (Hari Senin) adalah hari di mana aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkan waktu kepadaku".

Ada dua alasan utama yang saling menguatkan mengapa Hari Senin disunnahkan untuk berpuasa :

Pertama : Hari Senin adalah hari di mana Nabi SAW dilahirkan dan diutus menjadi nabi dan rasul

Kedua : Hari Senin adalah hari dilaporkannya amal perbuatan manusia kepada Allah SWT sebagaimana dalam hadits lain dari Sahabat Abu Huraira ra :

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِيْ وَأَنَا صَائِمٌ

"Dilaporkan amal-amal perbuatan (kepada Allah SWT) pada Hari Senin dan Hari Kamis, maka aku menyukai jika amal perbuatanku dilaporkan sedangkan aku dalam keadaan berpuasa".

Nah, adapun Rasulullah SAW mendapatkan tambahan 63 nabi dan rasul, maka dalam riwayat tersebut dijelaskan :

لِأَنَّ الْاَنْبِيَاءَ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةُ وَعِشْرُوْنَ أَلْفِ نَبِيٍّ وَالْمُرْسَلُوْنَ ثَلَثُمِائَةٍ وَثَلَاثُ عَشَرَ فَالْأَفْضَلُ مُحَمَّدٌ علَيْهِمُ السَّلَامُ زِيْدَ مَعَهُ ثَلَاثُ عَشَرَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا

"Karena sesungguhnya para nabi as berjumlah 124.000 nabi sedangkan para rasul berjumlah 313. Lalu yang paling utama adalah Nabi Muhammad, semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada mereka, ditambahkan bersama Beliau 13 nabi dan rasul".

4. Hari Selasa Untuk Nabi Sulaiman dan 50 Rasul

أَعْطَى يَوْمَ الثُّلَاثَاءَ سُلَيْمَانَ وَلِخَمْسِيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah SWT memberikan Hari Selasa kepada Nabi Sulaiman beserta 50 nabi dan rasul".

5. Hari Rabu Untuk Nabi Yaqub dan 50 Rasul

أَعْطَى يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ لِيَعْقُوْبَ وَلِخَمْسِيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah SWT memberikan Hari Rabu kepada Nabi Ya'qub beserta 50 nabi dan rasul"

6. Hari Kamis Untuk Nabi Adam dan 50 Rasul

أَعْطَى يَوْمَ الْخَمِيْسِ لِأٓدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَلِخَمْسِيْنَ نَبِيًّا وَمُرْسَلًا مَعَهُ

"Allah SWT memberikan Hari Kamis kepada Nabi Adam as beserta 50 nabi dan rasul".

7. Hari Jum'at Untuk Umat Rasulullah SAW

Dari semua rasul yang mendapatkan masing-masing hari secara khusus di atas, jika dijumlahkan semuanya maka ada 313 rasul. 

Nah, setelah itu, tersisalah Hari Jum'at yang dimiliki Allah SWT. Lalu Rasulullah SAW mencoba untuk bertanya sekaligus memohon Allah SWT :

يَا رَبِّ مَا حَظُّ أُمَّتِيْ مِنْكَ

"Wahai Tuhanku, apa bagian umatku dari-Mu (yang akan Engkau berikan kepada mereka) ?".

Allah SWT pun menjawab permohonan Rasulullah SAW :

يَا مُحَمَّدُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَالْجَنَّةُ لِيْ وَأَعْطَيْتُ الْجُمُعَةَ وَالْجَنَّةَ لَأُمَّتِكَ وَرِضَائِيْ مَعَ الْجُمُعَةِ وَالْجَنَّةُ هَدِيَّةٌ لَهُمْ

"Wahai Nabi Muhammad, Hari Jum'at dan surga adalah milikku dan Aku memberikan Hari Jum'at dan surga kepada umatmu. Ridlo-Ku ada bersama Hari Jum'at dan surga adalah hadiah untuk mereka".

Dengan demikian, Hari Jum'at adalah hari raya bagi umat islam pada setiap minggunya dan merupakan hari spesial dan paling utama dari hari-hari lainnya karena banyaknya fadhilah dan keutamaan di dalam Hari Jum'at. Semua itu hanya khusus diberikan untuk umat Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam bis showab,

Sumber riwayat : Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, Hadits ke-7

Karya : Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfuri

Tanggapan :