Mukjizat Rasulullah SAW, Terselamatkan oleh Batu Ka'bah

Mukjizat Nabi SAW, Terselamatkan oleh Batu Ka'bah

Mukjizat Nabi SAW, Terselamatkan oleh Batu Ka'bah - Mukjizat merupakan sebuah kejadiah luar biasa diluar nalar manusia yang secara khusus telah diberikan Allah SWT kepada para nabi dan para rasul, yang berfungsi sebagai bukti kenabian dan kerasulan serta untuk mengalahkan orang-orang yang ingkar untuk beriman kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri memiliki mukjizat utama yaitu Al-Qur'an, namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali mukjzat Rasulullah SAW yang sudah diterangkan di dalam kitab-kitab kuning, qaul para ulama', dawuh para kyai dan para ustadz, buku-buku islam, dan lain-lainnya.


Kisah Rasulullah SAW Diselamatkan Batu Ka'bah

Upaya kaum kafir Quraisy tiada henti-hentinya untuk melemahkan kaum muslimin, bahkan untuk meniadakan Rasulullah SAW sendiri dari muka bumi. Dikisahkan dalam sebuah khobar bahwa para pembesar kafir Quraisy suatu ketika berkumpul di rumah Abu Jahal untuk membahas upaya membunuh Rasulullah SAW.

Dalam sela-sela rapat penting itu, seseorang dari golongan kafir Quraisy yang bernama Thariq Ash-Shaidalani mengusulkan sebuah gagasan, "Alangkah mudahnya bagi kita untuk membunuh Muhammad apabila kalian setuju dengan apa yang aku katakan !".

Memang sudah banyak cara dan upaya yang telah mereka lakukan untuk membunuh Rasulullah SAW, namun tiada hasil sama sekali. Mendengar perkataan mengejutkan tersebut, para anggota rapat kafir Quraisy pun bertanya kepada Thariq Ash-Shaidalani, "Bagaimana caranya, wahai Thariq ?". 

Thariq Ash-Shaidalani pun dengan santainya menjawab, "Biasanya Muhammad duduk menyandarkan dirinya di samping dinding Ka'bah, apabila salah seorang dari kita naik ke atas Ka'bah lalu melemparkan sebuah batu besar dari atas, maka tentu matilah Muhammad seketika itu".

Mendengar usulan tersebut, berdirilah dengan lantang seseorang yang bernama Syihab sembari mengatakan, "Apabila kalian memberikan aku izin, maka aku akan membunuh Muhammad !".

Para pembesar kafir Quraisy pun memberikan izin kepada Syihab dan tak lama kemudian rapat itu pun disudahi dengan keputusan sesuai dengan usulan Thariq Ash-Shaidalani.

Pada hari yang telah ditentukan, naiklah Syihad bersama beberapa orang ke atas Ka'bah dengan membawa batu besar. Ia bersembunyi mengintip-intip dan menanti kedatangan Rasulullah SAW dari atas Ka'bah. Memang benar seperti apa yang dikatakan oleh Thariq Ash-Shaidalani, Rasulullah SAW pun datang dan duduk menyandarkan diri di samping diding Ka'bah.

Syihab yang sudah bersiap pun melemparkan batu besar yang dibawanya dari atas Ka'bah. Namun, sesuatu kejadian aneh pun muncul, batu yang seharusnya mengenai Rasulullah SAW malah meleset dikarenakan adanya batu dinding Ka'bah yang tiba-tiba menghalangi dan mementalkan batu besar itu sehingga tidak mengenai Rasulullah dan sejenak batu dinding Ka'bah itu kembali ke tempatnya seperti semula.

Syihab yang melihat kejadian luar biasa itu sungguh merasa terheran-heran. Ia pun segera turun dari Ka'bah dan menghadap Rasulullah SAW. Dan atas pertolongan dan kehendak Allah SWT, Syihab dan beberapa orang bersamanya pun memeluk agama islam, begitu pula dengan Thariq Ash-Shaidalani, setelah melihat sendiri mukjizat Rasulullah SAW.

Wallahu a'lam bis showab.

Sumber : Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyyah, Hadits 18

Karya : Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al-Ushfury