Memahami Rasa Takut Anak Usia 6 Tahun

Perkembangan manusia merupakan proses yang cukup kompleks, yang dapat dibagi menjadi empat ranah utama, yaitu perkembangan fisik, intelektual (termasuk kognitif dan bahasa), serta emosi, dan sosial (termasuk perkembangan moral). Emosi adalah letupan yang muncul dari dalam diri seseorang, baik bersifat positif ataupun negatif.

Perkembangan anak usia 6 tahun akan menarik untuk diketahui, karena pada usia ini adalah masa awal anak sekolah serta memulai berinteraksi dan mengenal lingkungan. Perkembangan emosi anak di usia 6 tahun mencakup berbagai hal, seperti :

1. Anak biasanya memiliki rasa takut pada hal-hal tertentu seperti takut monster, kegelapan, penculik, hewan, dan lainnya.

2. Anak kerap kali menganggap telah menjadi “anak dewasa” yang mampu menjaga dan mengayomi adik di bawah usianya.

3. Anak sudah mulai mampu memahami perasaan orang lain.

Salah satu masalah umum yang berkaitan dengan emosi negatif anak di usia 6 tahun adalah rasa takut mereka yang berlebihan. Anak dengan rasa takut yang berlebihan terjadi akibat imajinasi anak yang sangat tinggi, sedangkan logika mereka belum begitu terasah, sehingga menyebabkan anak belum mampu memahami sesuatu yang membuat mereka ketakutan. Ketakutan anak juga bisa muncul karena rasa minder dan kurang percaya diri, ini sering terjadi di usia 6 tahun ketika masa awal sekolah. 

Rasa takut anak ini perlu diatasi dengan baik sedari dini, sebab jika tidak ini dapat berkelanjutan dan berpotensi membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang penakut dan minder. Dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya para orang tua dan seorang pendidik dapat melakukan hal berikut :

1. Ketika anak takut akan sesuatu, orang tua dan orang-orang sekitarnya hendaknya tidak menjadikan rasa takut anak adalah mainan mereka. Tentu sangat sering ditemui ketika anak takut, orang sekitar akan bersorak yang membuat anak semakin takut dan ini dapat menjadikan trauma besar sang anak. Semestinya ketika menghadapi anak yang memiliki rasa takut kita harus memberikan pengertian perlahan kepada anak bahwa itu tidak berbahaya dan tidak seharusnya anak takut dengan itu.

2. Mengajak anak tetap tenang, walaupun sulit membuat anak berpikir tenang ketika ketakutan namun cobalah dengan perlahan ini akan membantu anak lepas dari perasaan negatif tersebut relatif lebih cepat, jangan malah membuat respon emosi, panik terburu-buru dan cemas ini akan memperburuk rasa takut yang dialami sang anak.

3. Tumbuhkan rasa percaya diri anak, terkadang rasa takut juga dapat muncul akibat rasa kurang percaya diri sang anak. Orang tua dan seorang pendidik harus menumbuhkan rasa percaya diri anak. Orang tua bisa membantu anak percaya diri dengan mencoba mengajak anak bernyanyi ataupun bercerita di depan ayah dan ibunya seolah anak adalah penyanyi terbaik ataupun pembicara hebat sedangkan orangtua berperan sebagai penonton dan jangan lupa memberikan respon yang membuat sang anak senang dan bangga akan penampilan dirinya. Seorang pendidik bisa melakukan dengan memberikan tanggung jawab seorang anak mewakili teman-temannya tampil didepan kelas, ataupun bermain peran dengan peserta didik yang membuat anak memili rasa tanggung jawab akan sesuatu yang diamanahkan kepadanya.

Penulis Artikel :
Nurfitra Sahrani, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar
Aktif di Himpunan Jurusan HIMAPRODI PBSI UNM
Email : [email protected]
Nomor Kontak/WA : 087860143368/ 082190948681

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url