Kisah Mayat Kekasih Allah Dibuang di Penampungan Sampah

Pendosa yang berharap rohmat Allah, lebih dicintai Allah daripada seorang ahli ibadah yang putus asa

Kisah Mayat Kekasih Allah Dibuang di Penampungan Sampah

PelangiBlog.Com – Sebelumnya, simak hadist berikut ini :

الفَاجِرُ الرَّاجِى رَحْمَةَ اللّٰهِ تَعَالٰى اَقْرَبُ اِلَى اللّٰهِ تَعَالٰ مِنَ الْعَابِدِ الْمُقْنِطِ
Artinya :
“Seseorang yang berbuat maksiat yang berharap akan rohmat Allah Ta’ala lebih dekat dari Allah Ta’ala dari pada seorang hamba yang berputus asa (memutuskan rohmat-Nya)”

Hadist di atas memberikan pengertian bahwa seorang pendosa yang berharap mendapatkan rohmat Allah lebih dicintai Allah daripada seorang yang ahli ibadah tetapi ia putus asa. Tetapi, tentu saja harapan itu tidak hanya sekedar harapan, harus ada penyesalan dan usaha untuk memperbaiki diri.

Nah, untuk menjelaskan hadist di atas, kisah tentang mayat kekasih Allah yang dibuang di sampah berikut ini akan menginspirasi kita untuk menjadi hamba-Nya yang senantiasa berharap rohmat-Nya :

Dalam kisah zaman dahulu, tepatnya pada era Nabi Musa, ada seseorang dari penduduk kota yang telah meninggal dunia. Orang tersebut dinilai masyarakat sebagai orang yang fasik (suka melakukan maksiat dan dosa) sehingga penduduk kota enggan untuk memandikan dan mengubur layaknya mayat pada umumnya, bahkan mereka menyerat kakinya lalu membuangnya ke penampungan sampah seperti bangkai hewan.

Atas kejadian tersebut, Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa “Wahai Musa, telah meninggal dunia kekasih-Ku yang dibuang di penampungan sampah, sedangkan orang-orang tidak mau memandikan, mengafani, dan menguburkannya. Pergilah kamu kesana, lalu mandikanlah ia, kafanilah ia, dan sholati ia“

Atas petunjuk dari Allah SWT, Nabi Musa pun bergegas untuk melaksanakan misi. Ketika Nabi Musa sampai di kota tersebut, beliau pun bertanya tentang seorang mayat yang dibuang di tempat sampah. Para penduduk menjawab dan membenarkan kabar tersebut, namun mereka menjelaskan bahwa orang yang meniggal tersebut merupakan orang yang fasik, mereka juga menjelaskan tentang sifat-sifat buruk si mayat sehingga para penduduk membuangnya ke penampungan sampah begitu saja.

Kemudian Nabi Musa meminta untuk diantarkan ke tempat penampungan sampah, dan para penduduk pun mengantarkan beliau sampai ke sana. Ya, Nabi Musa melihat mayat itu tergeletak di tengah kerumunan sampah, sedangkan para penduduk menjelaskan buruknya akhlak mayat itu selama hidupnya.

Karena merasa kebingungan, akhirnya Nabi Musa bermunajah kepada Allah “Wahai Tuhanku, Engkau memerintahkanku untuk menguburnya, sedangkan orang-orang memberikan kesaksian buruk terhadapnya. Engkau lebih mengetahui tentangnya atas kebaikan dan keburukan”.

Allah SWT pun memberikan wahyu kepada Nabi Musa “Wahai Musa, benar apa yang mereka katakan tentangnya. Sayangnya, ia meminta pertolongan kepada-Ku sebelum kematiannya dengan 3 perkara. Seandarinya semua pendosa meminta kepadaku dengan 3 perkara itu, pasti aku akan memberikannya. Bagaimana aku tidak merohmatinya, ia benar-benar meminta dengan segenap hatinya, sedangkan Aku adalah Maha Pengasih dan Penyayang”

Nabi Musa bertanya lagi kepada Allah SWT “Wahai Tuhanku, lalu apa 3 perkara itu ?”. Kemudian Allah SWT menjelaskan “Ketika ajalnya sudah dekat, ia berdoa kepada-Ku :

  1. Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui semua tentangku. Aku telah berbuat maksiat, sedangkan dalam lubuk hatiku, aku membencinya. Hanya saja, terkumpul 3 perkara dalam hatiku sehingga aku melakukan maksiat meskipun hatiku sendiri membencinya, yaitu hawa nafsu, pergaulan buruk, dan iblis laknatullah. Tiga perkara inilah yang menyebabkan aku melakukan maksiat. Sesungguhnya Engkau lebih mengetahui atas apa yang aku katakan, maka ampunilah aku.
  2. Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa aku senantiasa berbuat maksiat, tentu tempatku pantas bersama para orang fasik. Tetapi, aku suka bergaul dengan para orang sholeh dan bertempat bersama mereka lebih aku suka daripada bersama orang-orang fasik.
  3. Wahai Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa aku lebih mencintai orang-orang sholeh daripada orang-orang fasik. Jika saja aku bertemu dengan seorang yang sholeh dan seorang yang fasik, maka aku lebih mengutamakan kepentingan orang sholeh dari pada orang fasik. Wahai Tuhanku, jika Engkau mengampuni dan memaafkanku, maka para kekasih dan nabi-Mu akan ikut bahagia sedangkan setan dan musuh-musuh-Mu akan bersedih. Jika Engkau menyiksaku karena dosa-dosaku, maka setan akan bahagia sedangkan para kekasih dan nabi-Mu akan bersedih. Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kebahagian para kekasih-Mu lebih Engkau cintai daripada kebahagiaan setan, maka ampunilah aku. Ya Allah, Engkau mengetahui atas apa yang aku katakan, maka rohmati dan ampunilah aku.

Maka Aku merohmati dan mengampuninya karena Aku adalah Maha Pengasih dan Penyayang, terutama kepada orang-orang yang mengakui dosanya kepada-Ku. Dan orang ini (si mayit) telah mengakui dosanya kepadaku, maka aku telah merohmati dan mengampuninya”.

“Wahai Musa, lakukan apa yang telah aku perintahkan. Demi menghormatinya, sungguh aku akan mengampuni orang-orang yang mau menyolati dan menguburkannya”. Nabi Musa dan penduduk kota pun segera mengurus jenazah si mayit tersebut, memandikan, mengafani, menyolati, lalu menguburnya.

Mudah-mudahan kisah ini menjadi inspirasi besar bagi kita untuk selalu berharap rohmat Allah dan mengakui dosa-dosa kepada-Nya. Semoga Allah mengampuni dosa orang-orang yang mengakui dosanya ^_^

Sumber : Kitab Mawa’idhul Ushfuriyyah, Hadist ke dua
Penulis : Syekh Muhammad bin Abi Bakar

Baca juga : Kisah Kekasih Allah Yang Diusir Nabi Musa.
Name

Bisnis Online Blogging Doa-doa Fiqih Gaming Inspirasi Internet Keluarga Kisah teladan Life Pekerjaan Pendidikan Relationship Religi Tips Tutorial Blog
false
ltr
item
Pelangi Blog: Kisah Mayat Kekasih Allah Dibuang di Penampungan Sampah
Kisah Mayat Kekasih Allah Dibuang di Penampungan Sampah
Pendosa yang berharap rohmat Allah, lebih dicintai Allah daripada seorang ahli ibadah yang putus asa
https://2.bp.blogspot.com/-9LDc8mFyTKg/VlBjmWJLkuI/AAAAAAAACJk/7dIKohwqwdwBMLTCGOoxhf0O8XVLhqBvACPcB/s640/Sedih%252C%2BGelisah%252C%2BPutus%2BAsa%252C%2BSendiri%252C%2BPutus%2BCinta.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-9LDc8mFyTKg/VlBjmWJLkuI/AAAAAAAACJk/7dIKohwqwdwBMLTCGOoxhf0O8XVLhqBvACPcB/s72-c/Sedih%252C%2BGelisah%252C%2BPutus%2BAsa%252C%2BSendiri%252C%2BPutus%2BCinta.jpg
Pelangi Blog
http://www.pelangiblog.com/2015/06/kisah-mayat-kekasih-allah-dibuang-ke.html
http://www.pelangiblog.com/
http://www.pelangiblog.com/
http://www.pelangiblog.com/2015/06/kisah-mayat-kekasih-allah-dibuang-ke.html
true
6152984874501812302
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy