Kisah Syekh Hasan Al-Bashri Bertaubat Kepada Allah


PelangiBlog.Com - Syekh Hasan Al-Bashri adalah salah satu kekasih Allah yang terkenal ta’at dan bertaqwa. Nama asli Beliau adalah Abu Sa'id al Hasan ibnu Abil Hasan Yasar al-Bashri. Beliau menjadi ulama’ yang terkenal di zamannya dan memiliki banyak pengikut dalam sebuah thoriqoh. Kisah berikut ini akan menceritakan sebab musabab beliau bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT.

Dikisahkan ketika masih muda Syekh Hasan Al-Bashri adalah seorang pemuda yang tampan. Beliau suka mengenakan pakaian-pakaian yang mewah dan bagus, dan berkeliling kota Basroh. 

Pada suatu hari ketika Syekh Hasan Al-Bashri berjalan mengelilingi kota, Beliau bertemu dengan seorang wanita yang cantik. Kemudian Beliau mengikuti wanita itu dari belakang, karena merasa diikuti wanita itu menoleh kepada Beliau dan berkata “Apa enkau tidak malu ?”.

Dengan anggun, Syekh Hasan Al-Bashri menjawab “Kepada siapa ?”. Wanita itu lantas menjawab “ Pada seorang yang mengetahui apa yang ada dalam pandangan dan hati”.

Tetapi Syekh Hasan Al-Bashri tidak menghiraukannya. Beliau tak kuasa dan tak dapat menahan diri, beliau merasa tertarik pada wanita itu dan mengikuti sampai kerumahnya. Kemudian wanita itu berkata “Untuk apa engkau datang kesini ?”.

Sekali lagi, Syekh Hasan Al-Bashri menjawab dengan lantang “Aku telah tertipu oleh keindahan sayup matamu”. Wanita menjawab “Duduklah disini, aku akan memberikan apa yang kau inginkan”.

Syekh Hasan Al-Bashri jatuh cinta pada pandangan pertama kepada pada wanita itu, Beliau menyangka bahwa wanita itu juga merasakan hal yang sama. Saat beliau sedang duduk, datanglah utusan wanita itu dengan membawa sebuah wadah makanan yang tertutup kain dan memberikan wadah itu pada beliau. 

Tanpa malu, Syekh Hasan Al-Bashri membuka wadah makanan yang sudah disugukan. Namun, begitu terkejutnya Beliau saat melihat isi wadah makanan itu, ternyata di dalamnya bukanlah makanan melainkan dua mata yang telah tercongkel.

Utusan wanita itu berkata “Tuanku mengatakan “aku tidak ingin mata ini menjadikan fitnah atas
seseorang”.

Ketika mendengar pesan itu, Syekh Hasan Al-Bashri sadar bahwa wanita itu telah mencongkel matanya sendiri. Badan Beliau gemetar, disaat itu pula beliau pulang kerumah dengan beribu penyesalan hati. 

Syekh Hasan Al-Bashri bertaubat dan menangis tersedu-sedu pada malam harinya. Pada keesokan hari, Beliau pergi kerumah wanita itu untuk memohon maaf. Namun, Beliau sungguh terkejut untuk kedua kalinya saat sampai di rumah wanita itu. 

Syekh Hasan Al-Bashri melihat rumahnya tertutup dan menanyakannya pada tetangga rumah. Mereka mengatakan bahwa wanita pemilik rumah itu telah meninggal dunia, akhirnya beliau kembali ke rumah beliau. 

Dengan penuh penyesalan dan perasaan bersalah, Syekh Hasan Al-Bashri menangis selama 3 hari. Namun, pada malam ketiga hari itu, beliau bermimpi bertemu dengan wanita itu. Wanita itu sedang duduk di dalam surga.

Didasar pada penyesalan yang begitu mendalam, Syekh Hasan Al-Bashrib berkata “Aku minta maaf dan memohon halal atas semua perlakuanku padamu !”.

Wanita itu pun menjawab “Aku telah memaafkanmu, sesungguhnya aku telah memperoleh kebaikan yang besar dari Allah karenamu”.

Kemudian Syekh Hasan Al-Bashri meminta nasehat dari wanita itu “Lalu berilah aku nasehat ?”. Wanita itu pun memberikan nasehat “Saat engkau sendiri, ingatlah Allah. Saat pagi dan sore memohonlah ampun dan bertaubatlah pada-Nya”.

Syekh Hasan Al-Bashri memegang dan mengamalkan nasehat wanita itu. Beliau menjadi ulama’ yang terkenal ta’at dan taqwa pada zaman itu. Dan memperoleh derajat tinggi dihadapan Allah sebagai kekasih-Nya.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari buruknya akhlak kita

Baca juga :