Hukum Bacaan Mad Iwad dan Contoh Lengkap

Mad iwad (مَدُّ الْعِوَضِ) merupakan salah satu dari macam-macam hukum bacaan mad (panjang) dalam ilmu tajwid. Kita akan menemukan banyak contoh bacaan mad iwad dalam Al-Qur’an, yang insya’allah akan dibahas pada posting kali ini, juga mengenai pengertiannya.

Semoga posting sederhana ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya bagi orang-orang yang ingin mempelajari serta mengamalkan ilmu tajwid. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang hukum bacaan mad iwad, silahkan simak penjelasan berikut ini :


Hukum Bacaan Mad Iwad

Adapun hal-hal penting dalam mempelajari hukum bacaan Mad Iwad, maka bisa disimak sebagaimana pada keterangan singkat di bawah ini :

Pengertian Mad Iwad Menurut Bahasa

Mad berarti panjang, sedangkan iwad berarti menukar.

Pengertian Mad Iwad Menurut Istilah

Mad Iwad adalah apabila ada harakat fathatain yang diwaqafkan

Contoh Hukum Bacaan Mad Iwad

ContohSebabCara Membaca

بَصِيْرًا

harakat fathatain diwaqafkanbashiraa

حَكِيْمًا

harakat fathatain diwaqafkanhakimaa

اِنْشَاءً

harakat fathatain diwaqafkaninsya'aa

Cara Membaca Hukum Bacaan Mad Iwad

Sebagaimana namanya yaitu "mad" yang berarti panjang, maka cara membaca hukum bacaan Mad Iwad harus dibaca panjang. Sedangkan "iwad" yang berarti menukar, maka maksudnya adalah menukar harakat fathatain menjadi harakat fathah ketika ia dalam keadaan diwaqafkan dengan dibaca panjang kira-kira satu alif atau dua harakat.

Contoh Hukum Bacaan Mad Iwad di dalam Al-Qur'an

Adapun contoh-contoh hukum bacaan Mad Iwad di dalam Al-Qur'an, maka sangatlah banyak sekali. Untuk itu, di sini ada beberapa contoh yang bisa saya tuliskan, misalnya :

Surat Al-Isra' : 65

إِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا

Surat Al-Waqi'ah : 4 -6

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا، وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا، فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

Pengecualian Dalam Hukum Bacaan Mad Iwad

Kendatipun demikian, ada pengecualian dalam hukum bacaan Mad Iwad ini, yaitu apabila ada ta' marbuthah (ة - ـة) yang berharakat fathatain dan diwaqafkan, maka cara membacanya tidak boleh ditukar menjadi fathah dan dibaca panjang, tetapi harus tetap diganti menjadi huruf "h".

Contoh pada Surat Al-Waqi'ah : 7

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

Perhatikan pada lafadz "ثَلَاثَةً", apabila diwaqafkan maka harus tetap dibaca menjadi huruf "h" yaitu "tsalatsah", tidak boleh ditukar menjadi harakat fathah sebagaimana hukum bacaan Mad Iwad di atas.

Baca lebih lanjut : Kumpulan Hukum Bacaan Dalam Ilmu Tajwid.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url