Pengertian, Sifat, dan Isi Kandungan Al-Qur'an

Pengertian, Sifat, dan Isi Kandungan Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan kitab suci umat islam yang dijadikan sebagai pedoman, landasan, dan dasar untuk menjalani keharmonisan kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Pengertian Al-Qur'an
Menurut bahasa, Al-Qur'an berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk masdar dari lafadz "qara'a - yaqra'u - qur'anan" (قَرَأَ - يَقْرَأُ - قُرْأٰنًا) yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca secara berulang-ulang.

Sedangkan menurut istilah, Al-Qur'an adalah Kalamullah (Firman Allah SWT) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril as dengan jalan mutawattir sebagai mukjizatnya.

Mutawattir di sini berarti beransur-ansur karena penurunan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW merupakan berdasarkan dengan waktu dan keadaan yang berkesesuaian.

Sifat Al-Qur'an
Sebagaimana pengertian istilah di atas, bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah atau Firman Allah SWT, maka kalam Allah SWT pastilah bersumber dari Dzat-Nya, sehingga sifat Al-Qur'an itu sendiri adalah "qadim", bukan "makhluk atau hudust".

Nah, perlu kita ketahui bahwa ada 2 point yang berbeda tentang Al-Qur'an di sini :
  1. Al-Qur'an secara hakekat adalah Kalamullah yang suci dan bersifat qadim 
  2. Mushaf merupakan wadah dari Kalam Allah SWT yang telah dibukukan ke dalam sebuah kertas dan tulisan. Jadi, mushaf bersifat "makhluk atau hudust" karena pembuatannya dari beberapa percetakan yang dikerjakan oleh manusia.
Kesimpulannya adalah sifat qadim Al-Qur'an itu ada pada hakekat Al-Qur'an sendiri yaitu Kalam Allah SWT, sedangkan mushaf yang merupakan kertas yang berisi tulisan itu bersifat makhluk atau hudust.

Kendatipun demikian, karena mushaf adalah wadah dari hakekat Al-Qur'an yang suci dan mulia, maka mushaf juga merupakan kitab yang suci yang harus dihormati dan dimuliakan. Bahkan kemuliaan mushaf sebagai wadah Kalam Allah SWT, para ulama' menganjurkan dan mewajibkan menyentuhnya dalam keadaan suci dan berwudlu :

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَ
"Tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali orang-orang yang suci" (Al-Waqiah : 79).

Pokok dan Isi Kandungan Al-Qur'an
Keberadaan Al-Qur'an adalah sebagai kitab suci yang menjadi sumber dan pedoman bagi umat islam. Al-Qur'an sendiri memiliki makna yang begitu luas dan dalam, baik dalam setiap huruf, ayat, dan surat, bahkan jika diuraikan maka akal manusia tak akan mampu menyelami luasnya pengetahuan dan dalamnya makna Al-Qur'an. Hanya sedikit pengetahuan yang dipancarkan ke dalam akal manusia tentang Al-Qur'an.

Nah, untuk itulah di sini kita hanya akan membahas tentang beberapa pokok dan isi kandungan Al-Qur'an secara keseluruhan :

1. Aqidah
Dalam hal ini, aqidah merupakan sebuah keyakinan dan kepercayaan yang harus ditancapkan di dalam hati. Sedangkan Al-Qur'an sendiri senantiasa mengajarkan dan mengingatkan kepada manusia secara umumnya, terlebih lagi kepada segenap umat islam, bahwa ada beberapa hal yang harus diyakini kebenarannya, terutama hal-hal gaib seperti surga, neraka, akhirat, para malaikat, hari kiamat, dan lainnya.

Adapun aqidah pokok yang disampaikan di dalam Al-Qur'an adalah aqidah tauhid, yaitu meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Esa, tidak ada tuhan selain Dia, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. sebagaimana dalam Firma-Nya :

قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ، اللّٰهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
"Katakanlah : "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlas : 1-4).

2. Akhlaq
Isi kandungan Al-Qur'an selanjutnya adalah tentang akhlaq, bagaimana seseorang akan membiasakan prilakunya dengan prilaku yang baik, baik dalam segi hubungan vertikal (hubungan kepada Allah SWT) maupun hubungan horizontal (sesama makhluk). Hal ini penting karena salah satu tujuan diturunkannya Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia, sebagaimana sabdanya :

اِنَّمَا بُعِثْتُ لِاُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْاَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia".

Tentu saja ada banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dan akhlaq, seperti bertaqwa, syukur, sabar, berbuat dan bertutur kata dengan baik, menghindari ghibah, larangan berdusta, kasih sayang, dan lain sebagainya.

Kita sebagai muslim tentu harus mengikuti apa yang telah disampaikan Al-Qur'an dalam berprilaku dan berakhlaq sehari-hari. Sebagaimana hadist di atas pula, kita juga harus mencontoh akhlaq Nabi SAW, karena pada dasarnya akhlaq Nabi SAW adalah Al-Qur'an itu sendiri, sebagaimana ketika Siti Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlaq Nabi SAW, lalu dia menjawab bahwa akhlaq Nabi SAW adalah Al-Qur'an. Hal ini sesuai dengan salah satu Firman-Nya :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللّٰهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (Al-Ahzab : 21).

3. Ibadah (Hubungan Vertikal)
Isi kandungan Al-Qur'an selanjutnya adalah mencakup tentang ibadah. Ibadah sendiri bisa diartikan sebagai sebuah bentuk pengabdian diri kepada Allah SWT sebagai wujud syukur atas segala nikmat yang telah diberikan, sebagaimana dalam Firman-Nya :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku" (Ad-Dzariyat : 56).

Dari ayat tersebut, maka kita bisa mengetahui bahwa kita adalah milik Allah SWT, makhluk yang telah Dia ciptakan, sehingga sudah selayaknya kita mewujudkan bentuk syukur melalui melaksanakan perintah-Nya, yaitu beribadah kepada-Nya, karena ibadah merupakan perintah yang dibebankan kepada manusia, khususnya umat islam. Ibadah bukan hak ataupun kebutuhan Allah SWT, Dia tidak membutuhkan amal dan ibadah manusia, karena sifat membutuhkan hanya dimiliki oleh makhluk.

4. Muammalah (Hubungan Horizontal Sesama Manusia)
Allah SWT tidak hanya mengatur tentang masalah-masalah hubungan vertikal saja di dalam Al-Qur'an, tetapi juga masalah-masalah hubungan vertikal (hubungan dengan sesama makhluk), lebih tepatnya dalam poin ini, kita menyebutnya dengan istilah muammalah yaitu masalah yang berhubungan dengan sesama manusia.

Allah SWT telah menetapkan beberapa hukum tentang masalah muammalah di dalam Al-Qur'an, seperti masalah utang piutang, jual beli, kerjasama, dan lainnya. Salah satu hikmahnya adalah agar tercipta kehidupan umat manusia yang diwarnai dengan adil, teratur, serta menghindari pertikaian dan kesewanang-wenangan. Misalnya ayat tentang masalah utang piutang :

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلٰى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوْهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar" (Al-Baqarah: 282).

5. Sejarah Umat Terdahulu
Di dalam Al-Qur'an juga banyak mengisahkan sejarah umat-umat sebelum Nabi SAW, bagaimana balasan mereka yang teguh dalam keimanan dan bagaimana balasan mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Semua itu berfungsi sebagai renungan sekaligus pembelajaran bagi umat-umat setelahnya, khusunya umat islam sendiri.

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِى الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُفْتَرٰى وَلَٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman" (Yunus : 111).

6. Hukum-Hukum Islam
Isi kandungan Al-Qur'an juga mencakup beberapa ketentuan hukum yang dijadikan pedoman dan hujjah bagi umat islam, misalnya hukum tentang warisan, hukum tentang perkawinan, hukum tentang pidana atau qishos, dan lain sebagainya. Misalnya ayat tentang pidana berzina :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ
"Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera" (An-Nur : 2).

7. Pengetahuan Sains
Isi kandungan Al-Qur'an juga mencakup tentang ilmu pengetahuan alam dan sains, kemudian ayat-ayat yang berhubungan dengan sains ini dikembangkan melalui teknologi yang lebih canggih, sehingga kita dapat mengetahui beberapa teori-teori sains melalui buku-buku sains.

Namun pada dasarnya, secara tidak sadar, kita tidak mengetahui bahwa pengetahuan sains tersebut sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an sendiri sebelum muncul teori-teori tersebut. Ini menunjukkan tentang keagungan Allah SWT dan luasnya pengetahuan Al-Qur'an yang tidak bisa dijangkau oleh akan manusia.

Nah, adapun contoh ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan sains, misalnya pada salah satu Firman-Nya berikut ini :

وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُوْنَ، وَالشَّمْسُ تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ، وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالْعُرْجُوْنِ الْقَدِيْمِ
"Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua". (Yasin : 37-39).

Kedudukan dan Fungsi AL-Qur'an
Adapun terkait kedudukan dan fungsi AL-Qur'an bisa dilihat pada posting berikut : Kedudukan dan Fungsi Al-Qur'an Dalam Kehidupan.

Nama-Nama Lain AL-Qur'an
Adapun nama-nama lain AL-Qur'an, maka akan lebih detail pada link berikut : Nama-Nama Lain Al-Qur'an (Arti, Penjelasan, dan Contoh Ayat).
Tanggapan :