Pengertian Hadits 'Aly, Hadits Nazil, Hadits Mu'an'an, dan Hadits Muannan


Dalam ilmu hadits, ada beberapa jenis hadits yang memang jarang diketahui oleh umum, karena memang istilah-istilah hadits ini juga sangat jarang ditulis atau disinggung dalam beberapa kitab, khususnya kitab kuning sendiri.

1. Hadits 'Aly (الْحَدِيْثُ الْعَالِى)
Hadits Aly adalah hadits yang memiliki jumlah rawinya yang sedikit dalam satu sanad, jika dibandingkan dengan sanad lain pada hadits yang sama.

Hadits 'Aly sendiri terbagi menjadi 5 macam, yaitu :
  1. 'Aly Mutlaq (الْعَالِى الْمُطْلَقِ) merupakan hadits 'aly yang paling mulia dan paling dekat jika disandarkan pada Nabi SAW, sanadnya pun bersih tanpa ada kedhaifan. Dinamakan dengan istilah 'Aly Mutlaq karena tidak terikat pada imam atau kitab.
  2. 'Aly Nisby (الْعَالِى النِّسيْبِيْ) merupakan hadits 'aly yang dekat dengan imam hadits, seperti Imam Malik dan Imam Auza'i meskipun rawi sesudah imam tersebut sampai kepada Nabi SAW sudah berjumlah banyak.
  3. 'Aly Tanzil (الْعَالِى التَّنْزِيْلُ) merupakan hadits 'Aly yang dinisbatkan kedekatannya pada riwayat di dalam kitab-kitab yang mu'tamad, seperti Kitab Shahihain yaitu Kitab Bukhari dan Kitab Muslim, atau salah satunya, atau kitab mu'tamad lainnya.
  4. 'Aly Bitaqaddumil Wafat (الْعَالِى بِتَقَدُّمِ الْوَفَاةِ) merupakan hadits 'aly dikarenakan rawi yang meriwayatkan dari seorang guru lebih dulu wafat daripada rawi lain yang meriwayatkan dari guru yang sama, mekipun jumlah rawi dari masing-masing sanad adalah sama.
  5. 'Aly Bitaqaddumis Sama' (الْعَالِى بِتَقَدُّمِ السَّمَاعِ) merupakan hadits 'aly dikarenakan seorang rawi lebih dulu mendengar dari gurunya dibandingkan dengan rawi lain yang mendengar dari guru yang sama.
Nah, untuk jenis ketiga yaitu Hadits 'Aly Tanzil terbagi menjadi 4 macam :
  1. Muwafaqah (الْمُوَاقَفَةُ) adalah sampai kepada guru salah seorang imam hadits melalui jalur sanad yang jumlah rawinya sedikit dibandingkan dengan jalur sanad imam hadits tersebut
  2. Badal (الْبَدَلُ) adalah sampai kepada gurunya guru pengarang kitab hadits mu'tamad, melalui jalur sanad yang lebih sedikit rawinya daripada jalur sanad rawi kitab tersebut.
  3. Musawah (الْمُسَاوَةُ) adalah kesamaan jumlah rawi dalam sanad sampai akhir dengan sanad salah seorang penyusun kitab hadits
  4. Mushafahah (الْمُصَافَحَةُ) adalah kesamaan dengan murid penyusun kitab hadits.

2. Hadist Nazil (الْحَدِيْثُ النَّازِلُ)
Hadits Nazil adalah hadits yang jumlah rawi dalam sanadnya sangat banyak. Pembagian hadits nazil sendiri terbagi menjadi 5 macam, yaitu Nazil Mutlaq, Nazil Nisby, Nazil Tanzil, Nazil Bitaqaddumil Wafat, dan Nazil Bitaqaddumis Sama'. Adapun pengertiannya pun hampir sama, yang membedakan adalah hadits 'aly dan hadits nazilnya saja.

Contoh Hadits 'Aly dan Hadits Nazil adalah :
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا اَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya".

Hadits tersebut diriwayatkan dari Imam Muslim sebanyak 6 rawi dan Imam Bukhari sebanyak 5 rawi, perbandingannya sebagai berikut :

Hadits 'Aly (5 rawi) :
Imam Bukhari => Qutaibah bin Sa'id => Abul Akhwash => Abu Hashin => Abu Shalih => Abu Hurairah => Nabi SAW.

Hadits Nazil (6 rawi) :
Imam Muslim => Harmalah bin Yahya => Ibnu Wahab => Yunus => Ibnu Syihab => Abu Salmah => Abu Hurairah => Nabi SAW.

***__________________________

Klasifikasi Hadits Dari Segi Kata atau Lafadz Dalam Riwayatnya
Hadits jika ditinjau dari segi kata atau lafadz dalam riwayatnya, maka dibagi menjadi 2 macam, yaitu Hadits Mu'an'an dan Hadits Muannan.

1. Hadits Mu'an'an (الْحَدِيْثُ الْمُعَنْعَنُ)
Hadits Mu'an'an adalah hadits yang diriwayatkan dengan menggunakan lafaz 'an "عَنْ" atau "dari".

Syarat hadits mu'an'an dapat digolongkan menjadi hadits muttashil (sambung sanadnya) adalah :
  1. Rawi yang menggunakan lafadz 'an  "عَنْ" harus terbebaskan dari sifat menyembunyikan (tadlis) 
  2. Dia juga harus bertemu langsung dengan orang yang memberikan riwayat hadits tersebut kepadanya.
Contoh Hadits Mu'an'an :
عَنْ فُلَانٍ ابْنِ فُلَانٍ عَنْ فُلَانٍ ابْنِ فُلَانٍ قَالَ : اَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
"Dari Fulan bin Fulan, dari Fulan bin Fulan berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda .......".

2. Hadits Muannan (الْحَدِيْثُ الْمُؤَنَّنُ)
Hadits Muannan adalah hadits yang diriwayatkan dengan menggunakan lafadz anna "اَنَّ" atau "sesungguhnya/bahwa". Hadits Muannan bisa dikatakan hadits muttashil (sambung sanadnya) jika sudah memenuhi syarat sebagaimana hadits mu'an'an di atas.

Contoh Hadits Muannan :
اَنَّ فُلَانًا ابْنَ فُلَانٍ قَالَ، اَنَّ فُلَانًا ابْنَ فُلَانٍ قَالَ : اَنَّ رَسُوْلَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
"Sesungguhnya Fulan bin Fulan berkata, sesungguhnya Fulan bin Fulan berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda .......".

Catatan :
Kualitas riwayat hadits dengan kalimat عَنْ dan اَنَّ masih harus diteliti dan ditela'ah kembali, sebagaimana syarat-syaratnya yang telah dijelaskan di atas. Berbeda dengan riwayat hadits حَدَّثَنَا ,اَخْبَرَنَا dan sebagainya. Nah, untuk lebih jelasnya silahkan baca : Metode Tahammul (Menerima) Riwayat Hadits.


Baca lebih lanjut : Kumpulan Materi Ilmu Hadits.
Tanggapan :