10 Hewan Yang Akan Masuk Surga


Surga adalah tempat yang dipenuhi dengan kenikmatan, yang dijanjikan kelak di akhirat oleh Allah SWT bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, baik dari golongan jin maupun manusia. Namun, dalam beberapa riwayat, ternyata ada beberapa hewan di dunia yang nantinya juga akan masuk dan menjadi penghuni surga.

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar, Bab 28, Imam Muqatil berkata :

عَشْرٌ مِنَ الْحَيَوَانَاتِ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ : نَاقَةُ صَالِحٍ وَعِجْلُ اِبْرَاهِيْمَ وَكَبْشُ اِسْمَاعِيْلَ وَبَقَرَةُ مُوْسٰى وحُوْتُ يُوْنُسَ وَحِمَارُ عُزَيْرَ وَنَمْلَةُ سُلَيْمَانَ وَهُدْهُدُ بَلْقِيْسَ وَنَاقَةُ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ وَكَلْبُ اَصْحَابِ الْكَهْفِ
"Ada 10 hewan yang akan masuk surga, yaitu unta Nabi Sholeh as, anakan sapi Nabi Ibrahim as, domba Nabi Ismail as, sapi betina Nabi Musa as, ikan paus Nabi Yunus as, khimar (keledai) Nabi 'Uzair as, semut Nabi Sulaiman as, burung hud-hud ratu Balqis, unta Nabi Muhammad SAW, dan anjing Ashabul Kahfi".

Kesepuluh hewan tersebut adalah hewan-hewan yang pernah disinggung di dalam Al-Qur'an agar menjadi pelajaran dan teladan bagi orang-orang beriman.

Baca juga : 5 Surat Al-Qur'an Yang Dinamai Nama Hewan.

1. Unta Betina Nabi Sholeh as
Salah satu Nabi Sholeh as adalah seekor unta betina yang diperuntukkan kepada kaum Tsamud (kaum Nabi Sholeh as). Unta tersebut memberikan air susu sebagai minuman dan mampu dinikmati oleh semua kaum Tsamud dengan syarat jangan sampai mengganggu unta itu.

قَالَ هٰذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ
"Nabi Sholeh menjawab ,"Ini adalah seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari yang tertentu"" (Asy-Syu'ara : 155).

Namun, kaum Tsamud malah bersepakat untuk menyembelih unta tersebut. Alhasil, Allah SWT menurunkan adzab kepada mereka.

2. Anakan Sapi Nabi Ibrahim as
Dalam pernikahan Nabi Ibrahim as dan Siti Sarah, keduanya lama tidak dikarunia keturunan. Hingga suatu ketika malaikat datang menemui Nabi Ibrahim as dengan membawa kabar berita dan kabar duka.

Kabar gembiranya adalah bahwa Allah SWT akan memberikan karunia anak yang bernama Nabi Ishaq as, kemudian Nabi Ishaq memiiki anak bernama Nabi Ya'qub. Pada waktu itu Nabi Ibrahim menyuguhi daging anakan sapi yang dipanggang lezat.

وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيْمَ بِالْبُشْرٰى قَالُوْا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ
"Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat". Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang" (Hud : 69).

Adapun berita dukanya adalah malaikat tersebut diutus untuk membinasakan umat Nabi Luth as, yang mana beliau merupakan anak dari keponakan Nabi Ibrahim as.

3. Kambing Nabi Ismail as
Ketika Nabi Ibrahim as hendak menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail as, atas perintah Allah SWT, maka Allah SWT mengutus malaikat dengan membawakan seekor kambing sebagai pengganti Nabi Ismail as untuk disembelih.

Baca kisah lebih lengkap : Kisah Nabi Ibrahim Menyembelih Nabi Ismail.

4. Sapi Betina Nabi Musa as
Sapi betina itu berwarna kekuningan agak tua, umurnya tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua, karena keunikan sapi betina itu, setiap orang pasti menginginkannya. Sapi betina itu akhirnya disembelih Nabi Musa as untuk membangkitkan sebentar seorang mayat dari penduduk Bani Israil. Tujuannya adalah untuk mengungkap siapa pembunuh mayat tersebut, lihat pada Surat Al-Baqarah ayat 67-73.

5. Ikan Paus Nabi Yunus as
Ikan paus Nabi Yunus as lebih dikenal dalam bahasa kitab dengan istilah ikan "nun", sedangkan Nabi Yunus as dikenal dengan istilah "Dzun Nun" (pemilik ikan nun). Nabi Yunus adalah nabi yang pernah melarikan diri dari kaumnya karena tak kuat menahan sabar dalam berdakwah selama puluhan tahun. Dalam perjalanannya ia dimakan oleh ikan paus besar bernama ikan "nun".

وَذَا النُّوْنِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Nabi Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim"" (Al-Anbiya' : 87).

6. Khimar (Keledai) Nabi 'Uzair as
Nabi Uzair as adalah nabi yang pernah diturunkan Allah SWT kepada orang-orang Yahudi. Suatu ketika, Nabi 'Uzair as pergi ke Baitul Maqdis dengan mengendarai khimar (keledai) dengan membawa satu keranjang buah tin dan satu mangkuk perasan anggur.

Di sana, Nabi 'Uzair as melihat bangunan-bangunan dan tembok-tembok yang telah dihancurkan oleh raja Bukhtanashar. Saat itulah, terlintas di pikiran Nabi 'Uzair mengenai keagungan Allah SWT, sehingga beliau bertanya, sebagaimana ayat berikut ini :

أَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَا قَالَ أَنّٰى يُحْيِيْ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ
"Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang (yaitu Nabi 'Uzair as) yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali" (Al-Baqarah : 259).

7. Semut Nabi Sulaiman as
Semut ini merupakan ratu semut yang dikisahkan di dalam Al-Qur'an, ketika pasukan Nabi Sulaiman as datang, ratu semut memerintahkan pasukan semut untuk meranjang kembali ke lubang agar mereka tidak terinjak-injak oleh pasukan Nabi Sulaiman as.

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُوْدُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ
"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"". (An-Naml : 18).

Mendengar seruan ratu semut, Nabi Sulaiman as tersenyum dan berdoa sebagai wujud syukur atas karunia nikmat dan rohmat yang telah diberikan Allah SWT kepada beliau.

8. Burung Hud-Hud Ratu Balqis
Sebenarnya, burung hud-hud itu ditugaskan Nabi Sulaiman as untuk mencari sumber air, ia mematuk-matukkan paruhnya ke tanah adanya sumber air yang pada saat itu akan digunakan oleh Nabi Sulaiman as. Namun, burung hud-hud tersebut tak hadir.

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِيْنَ
"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir" (An-Naml : 20).

Sesaat setelah burung hud-hud tiba, ia memberikan informasi kepada Nabi Sulaiman mengenai kerajaan besar yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Balqis, sedangkan kaumnya adalah penyembah matahari. Itulah awal mula kisah perjalanan Nabi Sulaiman as dan Ratu Balqis yang akhirnya bertemu.

9. Unta Nabi Muhammad SAW
Unta Nabi Muhammad SAW itu bernama "Qashwa", awalnya unta ini diberikan kepada Nabi SAW, namun Beliau menolaknya. Pada akhirnya, Nabi SAW sendirilah yang kemudian membeli unta ini seharga 400 dirham dari Sahabat Abu Bakar saat usia unta ini masih 4 tahun.

Qashwa adalah unta kesayangan Nabi SAW, yang mana Beliau mengendarainya sejak keberangkatan hijrah ke Kota Madinah. Qashwa mati pada umur 15 tahun, sehingga ia telah menemani perjalanan Nabi SAW selama 11 tahun.

10. Anjing Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi (penghuni goa) merupakan kisah menarik yang diceritakan di dalam Al-Qur'an, di mana Allah SWT menidurkan mereka bersama anjing setianya selama 300 tahun (berdasarkan perhitungan kalender syamsiyah) atau 309 tahun (berdasarkan perhitungan kalender tahun qamariyah), demi mempertahankan aqidah dari kejaran pasukan raja kafir.

وَلَبِثُوْا فِيْ كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِيْنَ وَازْدَادُوْا تِسْعًا
"Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)" (Al-Kahfi : 25).

Dalam beberapa riwayat, anjing tersebut bernama "Turama", ada juga yang menyebutnya "Qithmir", dan ada juga yang menyebutnya "Huban". Dalam riwayat lain, Allah SWT akan memasukkan anjing Ashabul Kahfi ke dalam surga bukan dengan wujud dan bentuk anjing, tetapi dalam wujud dan bentuk kambing.

Wa'llahu a'lam bisshowab.

Baca juga : Apakah Hewan Saling Meminta Balasan Di Akhirat Nanti ?.
Tanggapan :