Ketika Api Neraka Tak Mampu Membakar "La Ilaha Illallah"

"La ilaha Illallah" merupakan kalimat kebaikan yang menyiman nilai-nilai tauhid atau mengesakan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan para makhluk. Kalimat tersebut memberikan arti bahwa tiada tuhan yang secara hak patut disembah kecuali hanya Allah SWT semata, tiada yang lain. Tentu saja karena kalimat ini adalah kalimat tauhid, maka membacanya pun bernilai pahala.

Dalam salah satu hadits qudsi yang dikutip di dalam Kitab Lubabul Hadits, Bab ke-2, karya Imam As-Suyuthi, salah satu fadhilah membaca "La ilaha Illallah" adalah terlindungi dari siksa Allah SWT :

قَالَ اللهُ تَعَالٰى لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ كَلَامِيْ وَاَنَا هُوَ مَنْ قَالَهَا دَخَلَ حِصْنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصْنِيْ اَمِنَ مِنْ عِقَابِيْ

Allah yang Maha Luhur berfirman, ““La Ilaha Illallah” adalah firman-Ku, dan Aku adalah Dia (Allah), barang siapa yang mengucapkannya maka dia akan masuk ke dalam benteng-Ku (penjagaan-Ku), dan barang siapa masuk dalam benteng-Ku maka dia akan aman dari siksa-Ku””.


Kisah Api Neraka Tak Mampu Membakar Kalimat Tauhid

Dalam salah satu riwayat telah dijelaskan bahwa Malaikat Zabaniyah adalah kaki tangan Malaikat Malik, sang malaikat penjaga neraka. Para malaikat juru siksa di neraka yang dipimpin 19 Malaikat Zabaniyah bekerja satu komando di bawah Malaikat Malik.

Baca lebih lengkap : Mengenal Malaikat Zabaniyah dan Tugasnya.

Ketika Malaikat Malik hendak memasukkan para penghuni neraka yang tergolong umat Rasulullah SAW yang berdosa, maka dia akan memerintah Malaikat Zabaniyah, "Lemparkan mereka ke dalam neraka !". 

Lekas, Malaikat Zabaniyah pun melempakan mereka tanpa pandang bulu. Setelah mereka telah terlempar ke dalam neraka, tiba-tiba mereka menyeru dengan keras, "La ilaha Illallah". Sungguh kuasa Allah SWT, api neraka pun menjauh dan tak mampu membakar mereka.

Tentu saja demikian itu membuat Malaikat Malik terheran-heran, dia pun segera memerintah api nereka untuk membakar mereka, "Wahai api neraka, bakarlah mereka !". Api neraka pun menjawab, "Bagaimana aku akan membakar mereka sedangkan mereka mengucapkan La ilaha illah ?".

Merasa kebingungan, Malaikat Malik pun segera melaporkan hal tersebut kepada Allah SWT dan barulah Allah SWT memerintahkan api neraka untuk membakar para umat Nabi SAW yang melakukan dosa-dosa.

Ya, api neraka membakar mereka semua, ada yang sampai ke kedua telapak kakinya, kedua lututnya, ke pusarnya, hingga sampai ke tenggorokannya.

Namun, ketika api neraka hendak membakar wajah umat Rasulullah SAW yang berdosa tersebut, Malaikat Malik mengentikannya, "Jangan bakar wajah mereka karena sesungguhnya mereka bersujud kepada Dzat Yang Maha Pengasih di atas wajah itu. Jangan bakar hati mereka karena sesungguh itu adalah tempat tauhid, ma'rifat, iman, dan telah cukup lama mereka merasakan haus di Bulan Ramadhan".

Umat Rasulullah SAW yang berdosa dibakar di dalam neraka selama masa yang telah ditentukan, semua berdasar atas amal perbuatan yang telah mereka lakukan semasa di dunia. Semoga kita semua terlindungi dari murka dan siksa Allah SWT.


Wallahu a'lam bis showab,

Sumber kisah : Kitab Daqoiqul Akhbar, Bab 38.

Karya : Imam Abdur Rochim bin Ahmad Al-Qadli.