Kisah Penghuni Neraka Kena PHP (Harapan Palsu)

Kisah Penghuni Neraka Kena PHP (Harapan Palsu)

PHP (Pemberi Harapan Palsu) merupakan istilah yang digunakan oleh kaum remaja yang dinisbatkan pada sebuah harapan palsu, misalnya si A memberi harapan cinta pada si B, tiba-tiba tanpa sebuah alasan yang jelas ternyata si A sudah menjadi kekasih si C. Pernahkah kamu merasakan sesuatu seperti itu ? lalu bagaimana rasanya ? tentu saja yang namanya harapan palsu, pasti rasanya sangat dan amat menyakitkan.

Nah, dalam konteks agama islam, ternyata PHP (Pemberi Harapa Palsu) merupakan sesuatu yang eksistensinya disingguh-singguh oleh para ulama' dan para penafsir Al-Qur'an, di mana tumbuhlah sebuah harapan terselamatkan dan teramankan dari siksa di hati para penghuni neraka. Namun kemudian, harapan itu dipupus sehingga tersisa keputusasaan bercampur penyesalan mendalam.


Kisah Maut Disembelih Di Hari Kiamat

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ketika hari kiamat nanti, Allah SWT menjadikan makhluk-Nya yang dikenal sebagai maut (kematian) dalam bentuk domba yang sangat garang. Maut yang berwujud domba garang itu dipertontonkan di hadapan para penghuni neraka.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai makhluk bernama maut (kematian), baca : Kisah Malaikat Izrail Mendapat Tugas Mencabut Nyawa.

Lalu, para penghuni neraka ditanya, "Wahai penghuni neraka, apakah kalian tahu domba yang sangat garang ini ?". Mereka pun menjawab, "Iya". Mereka semua melihat dan mengetahui bahwa seekor domba garang itu adalah jelmaan dari makhluk Allah SWT yang dikenal sebagai maut (kematian).

Para penghuni neraka ditanya lagi, "Wahai penghuni neraka, apakah kalian tahu domba yang sangat garang ini ?". Mereka pun menjawab, "Iya". Sekali lagi mereka melihat dan benar-benar mengetahui bahwa domba garang itu adalah maut (kematian).

Melihat wujud maut itu, muncullah harapan di hati para penghuni neraka bahwa mereka akan mati. Ya, karena melalui perantara makhluk yang dikenal sebagai maut (kematian), maka semua makhluk yang bernyawa akan merasakan mati tanpa terkecuali. Hati mereka berbunga-bunga karena kematian adalah sesuatu yang diharapkan oleh para penghuni neraka sehingga mereka terlepas dari siksa yang pedih.

Namun, dicelah-celah harapan dan rasa lega itu, tiba-tiba makhluk bernama maut (kematian) itu disembelih di sebuah tempat di antara surga dan neraka. Lalu dikatakan kepada para penghuni neraka, "Wahai penghuni neraka, selamanya dan tidak ada kematian di dalam nereka !!! Wahai penghuni neraka, selamanya dan tidak ada kematian di dalam neraka !!!".

Dengan demikian harapan itu pupus, yang tersisa adalah keputuasaan bercampur penyesalan yang teramat. Demikian itu adalah Firman Allah SWT :

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman" (Maryam : 39).


Sumber : 

Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 42, karya Imam Abdur Rochim bin Ahmad Al-Qadli. 

Kitab Tafsir At-Thabari, Surat Maryam ayat 39, karya Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thabari.


Kisah Penghuni Neraka Meminta Diturunkan Air Hujan

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa orang-orang yang sangat menyedihkan di dalam neraka meminta agar diturunkan air hujan untuk melegakan diri dan rasa dahaga mereka dari panasnya api neraka. Lalu, tiba-tiba datangnya mendung hitam, mereka yang dalam keadaan penuh harapan berkata, "Hujan datang dari Dzat Yang Maha Pengasih". 

Namun, yang turun bukanlah air, melainkan hujan batu api yang sangat panas. Dan ketika batu api itu jatuh mengenai kepala mereka, maka akan tembus sampai dubur mereka.

Tak menyerah, mereka masih berharap dan terus memohon kepada Allah SWT agar diturunkan air hujan selama 1.000 tahun. Tiba-tiba langit terlihat mendung hitam dan mereka berteriak, "Ini adalah mendung air hujan".

Lagi-lagi, harapan mereka pupus karena yang turun bukanlah air, melainkan ular-ular berbisa sebesar leher unta, yang mana satu gigitan saja maka rasa sakitnya akan terasa sampai 1.000 tahun mendatang. Demikian ini adalah makna dalam Firman Allah SWT :

زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوْا يُفْسِدُوْنَ

Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan” (An-Nahl : 88).


Sumber :

Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 39, karya Imam Abdur Rochim bin Ahmad Al-Qadli.


Wallahu a'lam, semoga kita semua terlindungi dari murka dan siksa Allah SWT.

Tanggapan :