15 Sifat dan Karakter Penghuni Surga

Surga merupakan sebuah tempat yang penuh kenikmatan dan keindahan yang luar biasa, yang telah dipersiapkan bagi hamba-hamba Allah SWT yang dikehendaki-Nya. Keindahan dan segala macam kenikmatan di dalam surga tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan dunia seisinya.

Demikian pula, para penghuni surga hakekatnya adalah orang-orang yang beruntung memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT, yaitu mereka yang ta'at pada perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya dengan benar-benar mengharap rahmat dan ridlo dari-Nya.

Baca juga : Mengenal Sifat dan Karekter Bidadari Surga.


Sifat, Ciri, dan Karakter Penghuni Surga

Dalam beberapa riwayat, baik hadits maupun maqolah ulama', banyak dipaparkan tentang bagaimana sifat, ciri, dan karakter para penghuni surga kelak di akhirat, yang bisa kita ambil pengetahuan serta pembelajaran, yang di antaranya adalah :

1. Penghuni Surga Kekal Selamanya

Hakekatnya tiada makhluk yang bersifat kekal, hanya Dzat Allah SWT yang Maha Kekal. Demikian karena hakekat semua makhluk itu bersifat fana' atau rusak, surga sebagai makhluk-Nya pun demikian. Namun surga memang benar-benar kekal adanya, hanya saja kekekalan surga bukanlah sifat hakiki karena ada yang menjadikannya kekal. Artinya surga menjadi kekal atas izin Dzat Yang Maha Kekal, sebagaimana Allah SWT berfirman :

جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيهَا أَبَدًا ۖ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

"Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya" (Al-Bayyinah : 8).

2. Penghuni Surga Itu Muda dan Tidak Akan Sakit

Para penghuni surga akan terbebas dari segala macam penyakit, baik penyakit hati maupun penyakit jasmani. Begitu pula, mereka pun tidak akan pernah kencing dan berak.

Dalm Kitab Mawaidzul Ushfuriyah, Hadits 10, ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa'id Al-Khudzri :

يُنَادِى مُنَادٌ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِى الْجَنَّةِ آنَ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا وَلَا تَمُوْتُوْا أَبَدًا وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَصِحُّوْا وَلَا تَسْقَمُوْا أَبَدًا وَآَنَ لَكُمْ أَنْ تَشُبُّوْا وَلَا تَهْرَمُوْا أَبَدًا وَآنَ لَكُمْ أَنْ تَنَعَّمُوْا فَلَا تَبْأَسُوْا أَبَدًا

"Menyerulah Dzat yang Maha menyeru tatkala penghuni surga masuk ke dalam surga, "Telah datang masanya bagi kalian untuk hidup dan tidak mati selamanya, telah datang masanya bagi kalian untuk sehat dan tidak akan sakit selamanya, telah datang bagi kalian untuk menjadi muda dan tidak akan pikun (tua) selamanya, dan telah datang masanya bagi kalian untuk bersenang-senang dan tidak akan kesulitan selamanya""

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46 dijelaskan bahwa di belakang shirath (titian) terdapat padang nan luas yang di dalamnya tumbuh pepohonan indah. Di bawah setiap pohon terdapat dua mata air yang mengalir dari surga dari sisi kanan dan dari sisi kiri. Nah, ketika orang-orang mukmin hendak memasuki surga, maka mereka akan meminum dari salah satu dari 2 mata air tersebut.

فإذا بلغ ماء العين الى صدورهم خرج كل ما كان فيهم من غلّ وغشّ وحسد وزال عنها، فإذا استقرّ الماء في بطونهم خرج كل ما كان فيها من فساد وداء وبول فيطهر ظاهرهم وباطنهم

"Ketika mata air (mereka minum) sampai di dada, maka keluarlah semua penyakit hati yang ada di dalam mereka, baik berupa rasa benci (dendam), penipuan, dan dengki, dan hilanglah dari dada mereka. Lalu tatkala air itu telah menetap di perut mereka, maka hilanglah semua apa yang ada di dalamnya, baik sesuatu yang bisa merusak, penyakit, dan kencing. Lalu sucilah dhohir dan batin mereka".

3. Penghuni Surga Memiliki Tubuh Indah, Baik Dhohir Maupun Batin

Melanjutkan penjelasan dari poin kedua di atas :

ثمّ يجيئون الى العين الأٓخر فيغتسلون فيها فتصير وجوههم كالقمر ليلة البدر وتطيب نفوسهم وقلوبهم وتطيب أجسامهم كالمسك

"Kemudian mereka datang ke mata air lainnya, mereka pun mandi di dalamnya. Lalu jadilah wajah mereka seperti bulan di malam purnama, jiwa dan hati mereka menjadi baik (indah), dan baiklah pula tubuh mereka seperti misik".

4. Penghuni Surga Disambut dan Dipeluk Bidadari Ketika Hendak Memasuki Surga

Melanjutkan riwayat dalam Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 46 di atas :

فينتهون الى باب الجنّة فإذا حلقته من ياقوتة حمراء فيضربونها فيستقبلهم الحور بصحائف في أيديهنّ فتخرج كلّ حورية الى صاحبها فتعانقه وتقول أنت حبيبي وأنا راضية عنك وأحبّك أبدا

"Lalu sampailah mereka ke pintu surga, ternyata cincin pintunya (untuk mengetuk pintu) dari yaqut merah, mereka pun mengetuknya. Lalu bidadari menyambut mereka dengan membawa piring-piring di tangannya. Keluarlah semua bidadari menemui pemiliknya (suaminya) lalu bidadari itu memeluknya dan berkata, "Kamu adalah kekasihku, aku ridlo padamu, dan aku mencintaimu selamanya"".

5. Penghuni Surga Tak Berbulu, Tak Berjenggot, dan Mengenakan Celak Mata

Sahabat Abu Hurairah ra meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW :

أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لاَ يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلاَ تَبْلَى ثِيَابُهُمْ

"Penghuni surga tidak berbulu, tidak berjenggot, dan memakai celak mata, tidaklah sirna kemudaan mereka dan tidaklah rusak pakaian mereka".

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46, dijelaskan sebuah riwayat sebagai berikut :

ليس بهم شعر الا الحاجبان وشعر الرأس والعين

"Penghuni surga tidak memiliki bulu kecuali 2 alis, rambut kepala, dan bulu mata"

6. Penghuni Surga Berusia Sekitar 30 - 33 Tahun

Sahabat Muadz bin Jabal meriwayatkan sebuah hadits hasan dan gharib :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِيْنَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِيْنَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنَةً

"Penghuni surga akan memasuki surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, bercelak mata, berumur 30 atau 33 tahun".

7. Perawakan Tubuh Penghuni Surga Sama Seperti Nabi Adam, Tampan Seperti Nabi Yusuf, Umurnya Seperti Nabi Isa, dan Lisannya Seperti Nabi Muhammad

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Surat Waqiah ayat 38, ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا بِيْضًا جِعَادًا مُكَحَّلِيْنَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِيْنَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ وَهُمْ عَلَى خَلْقِ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِيْ عَرْضِ سَبْعِ أَذْرُعٍ

"Penghuni surga akan memasuki surga dalam keadaan tidak berbulu, tidak berjenggot, putih, rambut berombak, bercelak mata, berumur 30 atau 33 tahun, dan perawakan mereka seperti Nabi Adam yaitu tingginya 60 dzira' dengan lebar (besar) 7 dzira'".

Dalam kitab yang sama dipaparkan pula hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Anas bin Malik :

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ عَلَى طُوْلِ آدَمَ سِتِّيْنَ ذِرَاعًا بِذِرَاعِ الْمَلَكِ، عَلَى حُسْنِ يُوْسُفَ وَعَلَى مِيْلَادُ عِيْسٰى ثَلَاثٍ وَثَلَاثِيْنَ سَنَةً وَعَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ، جُرْدٌ مُرْدٌ مُكَحَّلُوْنَ

"Penghuni surga akan memasuki surga seperti tinggi Nabi Adam yaitu 60 dzira' sesuai dzira' malaikat, seperti tampan Nabi Yusuf, seperti umur Nabi Isa yaitu 33 tahun, dan seperti lisan Nabi Muhammad. (Mereka) tidak berbulu, tidak berjenggot, dan bercelak mata".

Pertama, memang sudah masyhur bahwa tinggi Nabi Adam yaitu 60 dzira' yang mana malaikat nanti di surga pun memiliki tinggi dan panjang lengan yang sama dengan manusia di surga. Satu dzira' berarti sekitar satu lengah orang dewasa, sedangkan 2 dzira' sekitar 1 meter. Jadi, 60 dzira' sekitar 30 meter sedangkan 7 dzira' sekitar 3,5 meter.

Kedua, wajah para penghuni surga laki-laki tentu tampan seperti Nabi Yusuf. Sebaliknya, penghuni surga wanita pun akan dirupakan dengan rupa cantik.

Ketiga, umur penghuni surga seperti umur Nabi Isa ketika diangkat ke langit oleh Allah SWT yaitu sekitar 33 tahun. Nabi Isa diangkat dalam usia 33 tahun merupakan pendapat yang paling banyak dan paling masyhur di kalangan para ulama'.

Keempat, lisan mereka sangat fasih seperti lisan Rasulullah SAW, Beliau adalah nabi serta rasul pilihan yang dianugerahi dengan lisan yang paling fasih di antara semua manusia.

8. Penghuni Surga Tak Meludah, Tak Kencing, Tak Berak, Tak Beringus, dan Keringatnya Harum Seperti Misik

Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir Surat Waqiah ayat 38, juga dikutib sebuah hadits yang diriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah ra :

أَوَّلُ زُمْرِةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى ضَوْءٍ أَشَدُّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِى السَّمَاءِ إِضَاءَةً، لَا يَبُوْلُوْنَ وَلَا يَتَغَوُّطُوْنَ وَلَا يَتْفِلُوْنَ وَلَا يَتَمَخَّطُوْنَ، أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَمَجَامِرُهُمُ الْأَلُوَّةُ وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُوْرُ الْعِيْنُ، أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهُمْ أٓدَمُ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِى السَّمَاءِ

"Golongan pertama memasuki surga seperi bentuk bulan di malam purnama, orang-orang (golongan) selanjutnya dalam hal sinar yaitu lebih bersinar daripada bintang yang berkilau di langit, mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah, dan tidak beringus. Sisir-sisir mereka adalah emas, keringat mereka adalah misik (kasturi), tungku mereka adalah kayu bakar yang wangi, istri-istri mereka adalah bidadari, fisik-fisik mereka berdasarkan fisik satu orang seperti bentuk bapak mereka yaitu Nabi Adam, yaitu 60 dzira' di langit ".

9. Pakaian Penghuni Surga Berubah Warna 70 Kali Setiap Satu Jam

Dalam sebuah khobar di dalam Kitab Daqoiqu Akhbar bab 46 dijelaskan :

أنّ أهل الجنة يكون على كلّ واحد منهم سبعون حلة تتلون فى كلّ ساعة سبعون لونا

"Sesungguhnya penghuni surga, setiap seorang dari mereka mengenakan 70 pakaian yang dapat berubah warna sebanyak 70 warna dalam setiap satu jam".

10. Penghuni Surga Selalu Bertambah Tampan Kian Hari

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46, Sahabat Abu Hurairah meriwayatkan khobar :

والذي أنزل الكتاب على نبيّه انّ أهل الجنة يزدادون كلّ يوم جمال وحسنا كما يزدادون فى الدنيا شبابا وهرما

"Demi Dzat yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada nabi-Nya, sesungguhnya penghuni surga akan semakin bertambah indah dan tampan di setiap harinya sebagiaman mereka bertambah muda dan pikun (tua) di dunia".

11. Penghuni Surga Memiliki Kekuatan 100 Kali Lipat

Melanjutkan khobar dari poin ke 10 di atas :

يعطى الرجل قوّة مائة فى الاكل والشرب والجماع

"Orang laki-laki diberikan kekuatan 100 kali lipat di dalam makan, minum, dan jimak (menggauli istri)"

12. Penghuni Surga Menggauli Istri Tanpa Mengeluarkan Mani

Melanjutkan khobar dari poin ke 11 dan 12 :

فيجامعها كما يجامع أهله فى الدنيا حقبا والحقب ثمانون سنة لا منّى ولا منيّة وكلّ يوم يجد مائة طعام

"Lalu ia menggauli istrinya sebagaimana ia menggauli istrinya di dunia selama satu huqub, satu huqub adalah 80 tahun, tanpa mani (man laki-laki) dan tanpa maniah (mani wanita). Dan setiap hari ia mendapati 100 makanan".

Para ulama' sendiri berbeda pendapat dalam memaknai "huqub", ada yang mengatakan 80 tahun seperti di atas, ada yang mengatakan 4.000 tahun, dan lainnya.

13. Burung Surga Mengajukan Diri Untuk Dimakan

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 46 dijelaskan sebuah khobar dari Sahabat Ibnu Abbas ra : Ketika kekasih Allah memakan buah-buahan surga yang ia inginkan, lalu ia menginginkan untuk menyantap makanan, maka Allah SWT memerintahkan para pelayan surga untuk menyuguhi makanan. 

Mereka pun datang dengan membawa 70 talam (wadah makanan besar) dan 70 hidangan dari mutiara dan yaqut. Di setiap hidangan terdapat 1.000 piring emas, Allah SWT berfirman :

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ

"Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya" (Az-Zhuhruf : 71).

Kekasih Allah itu pun memakan hidangan dari piring-piring manapun yang ia inginkan. Nah, ketika ia sudah merasa kenyang, turunlah burung-burung surga yang besarnya seperti unta. Burung-burung itu kemudian membentangkan sayapnya di atas kepalanya lalu berkata, "Makanlah daging yang segar. Wahai kekasih Allah, aku demikian dan demikian ini, aku meminum air Salsabil, air kapur, dan aku dipelihara dari taman-taman surga".

Tergoda, kekasih Allah itu pun akhirnya ingin makan daging burung-burung itu. Lalu Allah SWT memerintahkan burung-burung itu untuk hinggap di atas hidangan manapun yang diiginkan oleh kekasih Allah itu. Jadilah burung-burung itu daging panggang yang lezat, ldan ia pun memakan dagingnya. Kemudian burung-burung itu dikembalikan seperti sedia kala dengan izin Allah SWT.

14 . Makanan Surga Tidak Dimasak Dengan Api, Logam, Atau Tukang Masak

Dalam Kitab Daqoiqul Akhbar bab 46 dijelaskan :

وفي كل صحفة ألوان من الطعام لم تمسه النار ولم يطبخه الطباخ ولم يعمل في قدور النجاس وغيره

"Di dalam setiap piring terdapat bermacam-macam makanan yang tidak tersentuh api, tidak dimasak oleh tukang masak, dan tidak dimasak di dalam periuk tembaga dan lainnya".

15. Tertulis di Kening "Mantan Penghuni Neraka"

Dikisahkan bahwa penghuni neraka yang telah terbebas dari neraka, maka di kening mereka tertulis "mantan penghuni neraka" (bahasa kasar) sebagai berikut :

هَؤُلَاءِ عُتَقَاءُ الرَّحْمٰنِ مِنَ النَّارِ

"Mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan Allah Yang Maha Pengasih dari dalam neraka".

Meskipun pada akhirnya mereka berdoa kepada Allahh SWT agar tulisan itu dihilangkan karena takut dibully oleh penghuni surga yang lebih dulu dan Allah SWT pun mengabulkannya. Baca kisahnya di sini : Kisah Umat Nabi SAW Wiridan di Dalam Neraka.

Wallahu a'lam bis showab,

Tanggapan :