3 Tahap Tiupan Sangkakala Malaikat Israfil as

3 Tahap Tiupan Sangkakala Malaikat Israfil as

Malaikat Israfil as adalah malaikat yang dibebankan tugas oleh Allah SWT untuk meniup sangkakala di hari kiamat. Tiupan tersebut merupakan permulaan di mana hari kiamat telah ditegakkan, seluruh alam semesta dihancurkan dan semua makhluk dibinasakan. Ya, hari kiamat adalah pintu untuk membuka alam akhirat.

Dalam salah satu riwayat dijelaskan bahwa Malaikat Israfil meletakan sangkakala itu di atas pinggang kanannya, sedangkan tempat ditiupnya (kepala) sangkakala berapa tepat di depan mulutnya. Semakin tua umur dunia, maka semakin dekat mulut Malaikat Israfil as ke kepala sangkakala itu. Setiap waktu dia terus menanti kapan Allah SWT akan memberikan perintah kepadanya.

Baca juga : Wujud dan Bentuk Sangkakala Malaikat Israfil as.

Ada 3 tahapan di mana Malaikat Israfil as akan diperintahkan untuk meniup sangkakalanya, sebagaimana berikut ini :

1. Nafkhatul Faz'i atau Tiupan Mengejutkan (نَفْخَةُ الْفَزْعِ)
Adapun mengenai gambaran tiupan pertama ini, maka dalam Al-Qur'an sendiri sudah banyak menjelaskan seperti pada Firman Allah SWT berikut ini :

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارٰى وَمَا هُمْ بِسُكَارٰى وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ
"(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya" (Al-Hajj : 2).

إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ، وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ، وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ، وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ، وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ، وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ، وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ
"Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)" (At-Takwir : 1-7).

يَوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاءُ مَوْرًا، وَتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًا
"Pada hari ketika langit benar-benar bergoncang, dan gunung benar-benar berjalan" (At-Thur : 9-10).

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِى الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللّٰهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِيْنَ
"Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri" (An-Naml : 87).

Demikian gambaran dalam Al-Qur'an tentang dahsyatnya peristiwa hari kiamat, semua hancur dan binasa karena kejutan dahsyat tiupan pertama, yang tersisa hidup hanyalah hamba-hamba Allah SWT yang dikehendaki-Nya.

Dalam Kitab Tafsir Jalalain mengenai penafsiran Surat An-Naml ayat 87 di atas, Kitab Durratun Nashihin Bab Bayanus Sa'ah, dan Kitab Daqoiqul Akhbar Bab 21, dijelaskan mengenai penafsiran hamba-hamba yang masih hidup tersebut, yang di antaranya adalah para syuhada' karena mereka masih hidup sisi Allah SWT, Malaikat Jibril, Malaikat Mikail, Malaikat Israfil, Malaikat Izrail, 8 golongan Malaikat Hamalatul Arsy, dan Iblis.

2. Nafkhatus Sha'qi atau Tiupan Membinasakan (نَفْخَةُ الصَّعْقِ)
Setelah tiupan pertama, kemudian Allah SWT akan memerintahkan Malaikat Israfil as untuk meniup sangkakala untuk yang kedua kalinya, yaitu tiupan membinasakan atau nafkhatus sha'qi. Tiupan ini merupakan pertanda bahwa semua makhluk akan binasa tanpa terkecuali, hanya Dia yang Maha Hidup, sebagaiamana dalam Firman-Nya :
وَنُفِخَ فِى الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِى الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللّٰهُ
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah" (Az-Zumar : 68).

Begitu juga halnya, sebagaimana penjelasan tentang hamba-hamba yang masih hidup sesuai dengan kehendak-Nya (sesuai penjelasan di atas), maka tiupan kedua merupakan pertanda bahwa hamba-hamba itu juga akan merasakan kematian.

Baca kisah kematian Iblis di sini : Kisah Kematian Iblis Yang Mengenaskan di Hari Kiamat.

Baca kisah kematian para malaikat di sini : Peristiwa Hari Kiamat, Kisah Matinya Sang Pencabut Nyawa.

3. Nafkhatul Ba'tsi atau Tiupan Kebangkitan (نَفْخَةُ الْبَعْثِ)
Semua makhluk pun binasa tanpa tersisa satu pun, hanya Allah SWT yang Maha Kekal lagi Maha Hidup. Kemudian, ketika Allah SWT menghendaki untuk membangkitkan para makhluk, maka terlebih dahulu Dia akan membangkitkan golongan para malaikat, sedangkan malaikat yang pertama kali dibangkitkan adalah Malaikat Israfil as.

Selanjutnya, baca kisah Allah SWT membangkitkan Rosulullah SAW di sini :Kisah Nabi Muhammad SAW Dibangkitkan di Hari Kiamat.

Baca juga kisah para makhluk dibangkitkan oleh Malaikat Israfil di sini : 12 Golongan Umat Nabi SAW Saat Dibangkitkan di Hari Kiamat.

Catatan Penting :
Beberapa penjelasan pada posting ini bukan berdasarkan pemikiran pribadi, tetapi diambil dari beberapa riwayat para ulama' yang sudah dijelaskan di dalam beberapa kitab kuning, seperti Kitab Tafsir Jalalain, Kitab Durratun Nashihin, dan Kitab Daqoiqul Akhbar.

Jika Anda menemui pendapat dan riwayat lain, maka hal itu adalah perbedaan riwayat dalam beberapa maqolah para ulama' yang tidak sempat dijelaskan di blog ini karena keterbatasan pengetahuan penulis.

Dan yang lebih penting lagi adalah pendapat-pendapat dan riwayat-riwayat tersebut bukan bersifat mutlak kebenarannya, karena hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui mengenai kebenaran peristiwa hari kiamat kelak. Sehingga, kita bisa mengambil riwayat-riwayat tersebut sebagai wacana pengetahuan dan sedikit gambaran di hari kiamat, bukan diambil sebagai kebenaran yang mutlak, hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui dan Maha Benar.

Wallahu a'lam bis showab.
Tanggapan :