Li Khomsatun, 5 Pusaka Menolak Wabah Penyakit Menular Ijazah Mbah Hasyim Asy'ari


Dewasa ini, dunia sedang dikejutkan oleh virus corona. Virus yang dikenal dengan nama corona ini merupakan virus mematikan yang menjangkit sekitar lebih dari 200.000 kasus di beberapa negara, di mana total orang meninggal kurang lebih 10.000 orang dan total orang yang sembuh kurang lebih 85.000 orang.

Di Indonesia sendiri, sampai tanggal 18 Maret 2020 kemarin, penderita positif virus corona sudah menjakit sekitar 227 orang di beberapa provinsi, di antaranya 19 orang meninggal dunia dan 11 orang telah sembuh dan boleh pulang ke rumah.

Berbeda dengan zaman sekarang yang telah didukung oleh teknologi, peralatan, dan perkembangan ilmu medis yang canggih. Pada zaman dulu, minimnya pengetahuan dan peralatan medis menjadi penghalang untuk mencegah terjadinya wabah yang menular.

Nah, salah satu cara yang dianjurkan oleh para waliyullah dan para kyai pada zaman dulu untuk menolak dan mencegah merambatnya wabah penyakit menular adalah dengan berdoa dan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

5 Pusaka Menolak Wabah Penyakit Menular Ijazah Mbah Hasyim Asy'ari
Terkait denga topik ini, maka ada beberapa wirid yang dikenal dengan 5 pusaka ampuh untuk menolak wabah penyakit menular yang sangat mematikan. Saya sendiri sudah tidak asing dengan wirid lima pusaka ini, karena wirid ini biasanya dilantunkan sebagai budaya pujian di beberapa langgar dan musholla di beberapa desa.

Saya sendiri tidak tahu siapa yang menciptakan dan mengijazahkan wirid lima pusaka ini, hanya saja wirid ini sudah banyak diketahui masyarakat pedesaan karena sudah menjadi budaya pujian sebelum sholat berjamaah.

Menurut situs ayongopibareng dan energibangsa, wirid lima pusaka ini adalah ijazah dari Al-Maghfurlah Mbah KH. Hasyim Asy'ari, seorang ulama besar Nusantara sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama' (NU).

Adapun wirid 5 pusaka untuk menolak wabah menyakit menular yang diijazahkan oleh Al-Maghfurlah Mbah KH. Hasyim Asy'ari adalah sebagai berikut ini :

لِيْ خَمْسَةٌ اُطْفِى بِهَا حَرَّ الْوَبَاءِ الْحَاطِمَةِ، الْمُصْطَفٰى وَالْمُرْتَضٰى وَابْنَاهُمَا وَفَاطِمَةُ
"Aku memiliki 5 pusaka ampuh, yang bisa mematikan panasnya wabah (penyakit menular) yang menghancurkan (mematikan), yaitu Al-Musthafa (Nabi Muhammad SAW), Al-Murtadho (Sahabat Ali bin Abi Thalib), kedua putranya (Hasan dan Husain), dan Siti Fatimah".

Jadi, lima pusaka ampuh untuk menolak wabah penyakit menular yang disebutkan di atas adalah :
1. Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai Al-Musthafa
2. Sahabat Ali bin Abi Thalib yang dikenal sebagai Al-Murtadho (orang yang diridloi)
3. Siti Fatimah, putri Nabi SAW, sekaligus istri Sahabat Ali bin Abi Thalib
4. Hasan bin Ali
5. Husain bin Ali

Wirid tersebut merupakan doa tawassul melalui berkah lima orang yang dimuliakan di sisi Allah SWT yang merupakan ahlul bait Nabi SAW, dengan harapan Allah SWT akan menolak setiap wabah penyakit menular yang mematikan, seperti virus corona dan lainnya.

Menolak Anggapan Bahwa Wirid Itu Adalah Syirik
Dari beberapa situs golongan sebelah, ada yang beranggapan bahwa wirid tersebut berbau Syiah. Memang tak bisa dipungkiri bahwa aliran Syiah telah mempengaruhi faham umat islam di Indonesia, bukti nyatanya adalah wirid tersbut.

Namun, jangan gagal faham di sini, pengaruh faham Syiah yang dimaksud adalah mencintai Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan ahlu bait Beliau, bukan faham dan keyakinan yang dianut aliran syiah itu sendiri. Jika saya kembalikan pertanyaannya, apakah salah jika umat islam mencintai Nabi SAW, keluarga, dan ahlul bait Beliau ?. Jelas tidak salah, bahkan sangat dianjurkan.

Dari beberapa situs lainnya menganggap bahwa wirid di atas adalah syirik kelas atas. Maka di sini saya mengatakan kepada mereka yang beranggapan seperti itu bahwa mereka tidak tahu makna "syirik" yang sebenarnya. Jadi, jangan memaknai sebuah syiar hanya dari kulitnya saja, tetapi juga isi dan isi di dalam isinya.

Syirik itu bertempat di dalam hati, sedangkan wirid tersebut sudah jelas-jelas sebagai doa dan memohon kepada Allah SWT, melalui jalan menghormati dan memuliakan 5 orang yang Dia cintai. Doa yang dituju adalah kepada Allah SWT semata karena hanya Dialah yang mampu memberikan manfaat dan kemadharatan.

Untuk lebih jelasnya, baca penjelasan mengenai tawassul agar tidak mudah mengklaim seseorang dengan sebutan syirik :
Pengertian dan Dasar Hukum Tawassul (Washilah)
5 Macam Cara Bertawassul (Washilah)
Pentingnya Melakukan Tawassul (Washilah) Dalam Berdoa.
Tanggapan :